Krusial.com — Persoalan bahan bakar minyak (BBM), perizinan, alat tangkap, hingga kondisi armada kapal menjadi sejumlah keluhan yang disampaikan nelayan Kota Sabang kepada anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Jamaluddin Idham.
Aspirasi tersebut diserap langsung saat Jamaluddin menemui para nelayan di Balee Nelayan Lhok Ie Meulee, Gampong Sukajaya, Kota Sabang, Aceh, Sabtu (24/10/2026). Pertemuan itu menjadi kesempatan bagi para nelayan untuk menyampaikan kendala yang mereka hadapi saat melaut dan mencari nafkah.
Jamaluddin mengatakan, berbagai persoalan yang disampaikan nelayan berkaitan langsung dengan kelancaran aktivitas melaut serta pendapatan mereka. Karena itu, setiap aspirasi perlu dipetakan agar dapat ditindaklanjuti sesuai kewenangan pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.
“Hari ini saya datang untuk mendengar langsung, bukan hanya menerima laporan dari jauh. Nelayan menyampaikan kepada saya persoalan perizinan, BBM, alat tangkap hingga kebutuhan kapal. Ini persoalan mendasar karena menyangkut mata pencaharian dan kesejahteraan mereka,” ujar Jamaluddin.
Ia menjelaskan, aspirasi yang menjadi kewenangan pemerintah daerah akan dikomunikasikan dengan pihak terkait di tingkat daerah. Sementara itu, persoalan yang berada dalam kewenangan pemerintah pusat akan dibawa melalui DPR RI dan dikoordinasikan dengan kementerian terkait.
“Yang menjadi kewenangan daerah tentu kita komunikasikan dengan pemerintah daerah. Sedangkan yang menjadi kewenangan pusat akan saya bawa dan perjuangkan melalui DPR RI dan kementerian terkait. Saya tidak ingin setelah pertemuan hari ini, persoalan nelayan berhenti menjadi catatan saja. Harus ada tindak lanjutnya,” katanya.
Menurut Jamaluddin, pemerintah perlu memastikan kebijakan di sektor kelautan dan perikanan tidak menambah beban nelayan kecil. Kemudahan pengurusan administrasi serta akses terhadap kebutuhan dasar untuk melaut, termasuk BBM dan perlengkapan penangkapan ikan, perlu menjadi perhatian.
“Nelayan kita ingin bekerja dan mencari nafkah. Tugas kita adalah memastikan negara hadir memberikan kemudahan dan perlindungan. Kalau ada aturan yang terlalu rumit, kita cari jalan keluarnya. Kalau BBM menjadi kendala, kita cari di mana persoalannya. Begitu juga alat tangkap dan kapal,” tegasnya.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Panglima Laot Kota Sabang M. Ali Rani, Sekretaris Panglima Laot Kota Sabang Marzuki, Panglima Laot Lhok Ie Meulee Hasballah, penyuluh perikanan Sabang, para nelayan, serta ketua dan pengurus PDI Perjuangan Sabang.
Jamaluddin memastikan akan terus turun menemui masyarakat di berbagai kabupaten dan kota di Aceh untuk menyerap aspirasi secara langsung. Menurutnya, dialog dengan masyarakat penting untuk mengetahui persoalan yang paling mendesak sekaligus menentukan langkah perjuangan yang diperlukan.
“Saya ingin mendengar langsung dari masyarakat. Dengan turun ke lapangan, kita mengetahui mana persoalan yang benar-benar mendesak dan apa yang harus diperjuangkan. Insyaallah, aspirasi nelayan ini akan saya kawal dan komunikasikan dengan pihak terkait sampai ke tingkat pusat,” tutur Jamaluddin. ***

Tinggalkan Balasan