Krusial.com — Sebelum membeli HP bekas, jangan hanya terpaku pada kondisi fisik dan harga. Mengetahui usia perangkat juga penting untuk memperkirakan masa pemakaian, kondisi baterai, performa, hingga kemungkinan dukungan pembaruan sistem dan keamanan yang masih tersedia.
HP yang terlihat mulus belum tentu tergolong baru. Begitu pula sebaliknya, perangkat yang sudah beberapa tahun beredar masih bisa memiliki kondisi yang baik apabila dirawat dengan benar.
Usia HP sendiri tidak selalu sama dengan tahun pembelian. Ada perbedaan antara waktu produksi, tahun peluncuran model, tanggal aktivasi, dan sejak kapan perangkat benar-benar digunakan pemiliknya.
Dirangkum Krusial.com dari berbagai sumber, termasuk Telkomsel dan informasi dukungan perangkat dari sejumlah produsen, Minggu (27/9/2026), ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk mengetahui perkiraan usia sebuah HP.
Cek informasi melalui menu pengaturan
Langkah pertama dapat dilakukan langsung dari perangkat.
Pada HP Android, pengguna umumnya bisa membuka Pengaturan Tentang Ponsel (About Phone). Di dalam menu tersebut biasanya tersedia informasi seperti nama perangkat, nomor model, nomor seri, versi sistem operasi, dan IMEI.
Sementara pada iPhone, informasi perangkat dapat ditemukan melalui Settings-General-About.
Informasi model dan nomor seri tersebut kemudian dapat digunakan untuk mencari keterangan lebih lanjut mengenai perangkat melalui layanan resmi produsennya.
Periksa nomor IMEI
Nomor IMEI atau International Mobile Equipment Identity merupakan identitas unik perangkat seluler.
Menurut Telkomsel, salah satu cara paling cepat untuk mengetahui IMEI adalah membuka aplikasi telepon kemudian mengetik kode *#06#. Nomor IMEI juga dapat ditemukan melalui menu pengaturan pada perangkat.
Pada sejumlah perangkat, IMEI juga tercantum pada kotak kemasan. Jika membeli HP bekas, pengguna dapat mencocokkan nomor IMEI yang ada di perangkat dengan informasi pada kotak atau dokumen pembelian.
IMEI tidak secara otomatis menunjukkan usia HP. Namun, nomor tersebut dapat menjadi identitas penting untuk melakukan pengecekan perangkat dan informasi terkait melalui layanan resmi.
Cek nomor seri dan garansi
Nomor seri atau Serial Number juga dapat menjadi petunjuk untuk mengetahui informasi perangkat.
Pada beberapa merek, nomor seri atau IMEI bisa digunakan untuk mengecek status garansi melalui layanan resmi produsen. Informasi garansi dapat membantu memperkirakan kapan perangkat mulai diaktifkan. Telkomsel juga menjelaskan bahwa pada sejumlah perangkat, seperti Vivo dan Realme, pengecekan garansi dapat dilakukan menggunakan IMEI atau nomor seri.
Telkomsel, misalnya, menjelaskan bahwa pada sejumlah perangkat seperti Samsung, informasi IMEI dan nomor seri dapat ditemukan melalui menu About Phone, sementara pengecekan IMEI juga bisa dilakukan menggunakan kode *#06#.
Namun, metode pengecekan dapat berbeda tergantung merek dan model HP. Karena itu, pengguna sebaiknya menggunakan laman dukungan resmi masing-masing produsen.
Lihat bukti pembelian
Cara lain yang cukup sederhana adalah meminta bukti pembelian kepada penjual ketika membeli HP bekas.
Nota, invoice, atau bukti transaksi digital dapat memberikan gambaran kapan perangkat dibeli oleh pemilik pertama. Dokumen tersebut juga berguna untuk mengetahui apakah perangkat masih memiliki masa garansi.
Meski demikian, tanggal pembelian tidak selalu sama dengan tanggal produksi. Sebuah HP bisa saja diproduksi beberapa waktu sebelum akhirnya dibeli dan diaktifkan oleh konsumen.
Cari tahun peluncuran model
Jika tidak memiliki bukti pembelian, pengguna bisa mencari tahu kapan model HP tersebut pertama kali diluncurkan.
Nomor model biasanya tersedia di menu Tentang Ponsel. Setelah mendapatkan informasi tersebut, pengguna dapat mencari tahun peluncuran melalui situs resmi produsen atau sumber teknologi tepercaya.
Cara ini tidak bisa menunjukkan usia pasti unit yang sedang digunakan. Namun, tahun peluncuran dapat memberikan gambaran mengenai generasi perangkat.
Periksa kesehatan baterai
Kondisi baterai juga bisa menjadi indikator tambahan ketika memeriksa HP bekas.
Pada iPhone, kesehatan baterai dapat dilihat melalui Settings > Battery > Battery Health & Charging. Pada beberapa HP Android, informasi serupa tersedia melalui menu baterai atau fitur diagnostik bawaan, meski letak dan kelengkapannya berbeda-beda antarprodusen.
Kondisi baterai tidak bisa dijadikan patokan tunggal untuk menentukan usia perangkat. Kapasitas baterai dipengaruhi pola penggunaan, suhu, kebiasaan pengisian daya, hingga kemungkinan baterai sudah pernah diganti.
Jangan hanya mengandalkan satu tanda
Untuk mengetahui usia HP dengan lebih akurat, sebaiknya beberapa informasi diperiksa secara bersamaan.
Tahun peluncuran dapat menunjukkan usia generasi perangkat. Nomor seri dan IMEI membantu mengidentifikasi unit, sedangkan informasi garansi, aktivasi, dan bukti pembelian dapat memberikan gambaran mengenai kapan perangkat mulai digunakan.
Khusus untuk HP bekas, pemeriksaan sebaiknya tidak berhenti pada usia perangkat. Calon pembeli juga perlu memastikan IMEI sesuai, perangkat tidak terkunci akun pemilik sebelumnya, layar dan kamera berfungsi normal, port pengisian daya tidak bermasalah, serta kondisi baterai masih sesuai dengan harga yang ditawarkan.
Dengan melakukan pengecekan tersebut, sahabat Krusial dapat mengurangi risiko membeli HP bekas yang usianya jauh lebih tua dari perkiraan atau memiliki riwayat penggunaan yang tidak jelas. ***
Tinggalkan Balasan