Krusial.com — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Meulaboh memperkuat pembinaan kepribadian warga binaan melalui kegiatan kepramukaan. Komitmen tersebut ditegaskan dalam Musyawarah Gugus Depan (Mugus) II Gerakan Pramuka yang berlangsung di aula Lapas Meulaboh, Jumat (23/10/2026).
Kepala Lapas Meulaboh, Tendi Kustendi, A.Md.IP., S.H., yang juga menjabat Ketua Majelis Pembimbing Gugus Depan (Kamabigus), menilai kegiatan Pramuka memiliki peran penting dalam membentuk kedisiplinan, mental, dan karakter positif warga binaan sebagai bekal kembali ke tengah masyarakat.
Menurutnya, pembinaan melalui Gerakan Pramuka tidak sebatas menjalankan kegiatan organisasi, tetapi juga menjadi sarana menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan membangun kepribadian yang lebih baik.
“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dan pembinaan yang berkelanjutan dari Kwarcab Aceh Barat dan Kwarran Meureubo. Kegiatan kepramukaan di dalam Lapas bukan sekadar agenda organisasi, melainkan salah satu pilar penting dalam program pembinaan kepribadian bagi warga binaan pemasyarakatan,” ujarnya.
Ia menambahkan, nilai-nilai Dasa Darma dan Tri Satya Pramuka menjadi bagian dari upaya membangun sikap disiplin, ketangguhan, serta kesadaran berbangsa dan bermasyarakat.
“Melalui nilai-nilai Dasa Darma dan Tri Satya, kami membentuk kedisiplinan, mental pantang menyerah, kesadaran berbangsa, serta karakter positif warga binaan agar siap kembali ke tengah masyarakat menjadi pribadi yang berguna,” kata Tendi.
Mugus II tersebut dibuka oleh Ketua Harian Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Aceh Barat, Zulkifli Andi Govi, S.E., M.E., yang diwakili Sekretaris Kwarcab Aceh Barat, T. Abdurrazak, S.Pd.I., M.A.
Pembukaan turut didampingi Wakil Ketua Bidang Humas Kwarcab Aceh Barat, Cut Bang Said Mardha, S.T., M.Si., serta Ketua Kwartir Ranting (Kwarran) Meureubo, Abukari, S.Pd.
Dalam amanat yang disampaikan melalui perwakilannya, pihak Kwarcab menjelaskan bahwa Mugus merupakan forum musyawarah yang dilaksanakan setiap dua tahun untuk mengevaluasi kegiatan sekaligus menentukan kepengurusan gugus depan yang baru.
“Dengan terbentuknya kepengurusan yang baru, kita berharap kegiatan Pramuka Penggalang, Penegak, maupun Pandega di lingkungan Lapas Meulaboh dapat terus terselenggara secara intensif melalui pembinaan dan latihan rutin,” demikian pesan T. Abdurrazak.
Selain evaluasi program, musyawarah tersebut menjadi momentum untuk menentukan Ketua Gugus Depan atau koordinator gugus depan, pembina satuan, serta pembantu pembina satuan guna mendukung keberlanjutan kegiatan kepramukaan di lingkungan lapas.
Kegiatan ini diikuti Ketua Gugus Depan, pembina satuan, pembantu pembina satuan, anggota Pramuka binaan Lapas Meulaboh, serta jajaran pejabat struktural lapas.
Hadir pula unsur Majelis Pembimbing Ranting (Mabiran) Meureubo, pengurus Kwarran Meureubo, dan para Ketua Majelis Pembimbing Gugus Depan (Kamabigus) di wilayah kerja Kwarran Meureubo.
Melalui musyawarah tersebut, pembinaan kepramukaan di Lapas Meulaboh diharapkan berjalan lebih terarah dan berkelanjutan, sekaligus mendukung proses reintegrasi sosial warga binaan agar dapat kembali berperan positif di tengah masyarakat. ***

Tinggalkan Balasan