Krusial.com — Bakal calon Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh periode 2026–2031, Sayuti Achmad, menawarkan sejumlah gagasan pembenahan organisasi saat melakukan road showdi wilayah pantai barat selatan Aceh pada 20–21 Oktober 2026.
Dalam kunjungan ke lima kabupaten, yakni Aceh Jaya, Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Barat Daya (Abdya), dan Aceh Selatan, Sayuti menyerap aspirasi anggota sekaligus memperkenalkan program yang ingin diperjuangkannya jika terpilih memimpin PWI Aceh.
Salah satu gagasan yang disampaikan adalah membebaskan biaya perpanjangan kartu tanda anggota (KTA) PWI. Ia menyebut biaya tersebut akan ditanggung oleh organisasi sebagai bentuk pelayanan kepada anggota.
“Semua anggota PWI yang memperpanjang kartu ke depan tidak akan dipungut biaya. Semuanya ditanggung PWI Aceh,” kata Sayuti dalam keterangannya diterima Krusial, Kamis (22/10/2026).
Selain itu, ia berjanji tidak akan menerapkan sistem donasi yang membebani anggota untuk mendukung kegiatan organisasi.
“Intinya, tidak ada sistem donasi yang membebankan anggota,” ujarnya.
Sayuti mengatakan, kunjungan tersebut bukan sekadar ajang silaturahmi, melainkan kesempatan untuk mendengar langsung kebutuhan dan harapan wartawan di daerah terhadap kepemimpinan PWI Aceh mendatang.
“Kami ingin bersilaturahmi dengan teman-teman dan sahabat saya di pantai barat selatan. Kami ingin mendengar langsung apa yang menjadi harapan mereka untuk PWI Aceh ke depan,” katanya.
Menurut Sayuti, aspirasi yang diterimanya mencakup harapan agar PWI Aceh menjadi organisasi yang lebih solid, memperhatikan kepentingan anggota secara merata, serta tidak berorientasi pada kepentingan pribadi.
“Teman-teman di daerah ingin PWI Aceh lebih maju dan tidak hanya mementingkan kepentingan pribadi. Organisasi ini harus hadir dan memberikan manfaat bagi seluruh anggotanya,” ujarnya.
Selain persoalan biaya keanggotaan, perhatian terhadap wartawan daerah juga menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam pertemuan tersebut. Para anggota berharap komunikasi antara pengurus provinsi dan pengurus kabupaten/kota tidak hanya terjalin menjelang konferensi, tetapi berlangsung secara konsisten dalam aktivitas organisasi sehari-hari.
Menanggapi aspirasi itu, Sayuti menilai kepemimpinan PWI Aceh perlu dibangun melalui komunikasi berkelanjutan serta keterlibatan anggota dari berbagai daerah. Ia juga berkomitmen memperluas kesempatan bagi wartawan daerah untuk mengikuti agenda organisasi, termasuk kegiatan berskala nasional.
“Setiap ada kegiatan nasional, kita tetap melibatkan anggota dari daerah, misalnya dalam peringatan Hari Pers Nasional (HPN) dan Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas),” katanya.
Menurut dia, keterlibatan anggota dari berbagai kabupaten/kota diperlukan untuk memperkuat kebersamaan sekaligus memperluas manfaat program organisasi.
Road show selama dua hari itu menjadi bagian dari langkah Sayuti membangun komunikasi langsung dengan anggota PWI di wilayah pantai barat selatan Aceh menjelang Konferensi Provinsi (Konferprov) PWI Aceh periode 2026–2031.
Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Sayuti didampingi sejumlah pendukung, dua mantan Ketua PWI Aceh, serta calon Ketua Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) Aceh.
Gagasan dan aspirasi yang muncul selama pertemuan menjadi bagian dari dinamika menjelang pemilihan kepemimpinan PWI Aceh untuk lima tahun mendatang. Para anggota nantinya akan menentukan arah organisasi berdasarkan pertimbangan terhadap program, komitmen, dan kapasitas masing-masing calon. ***

Tinggalkan Balasan