Menu

Mode Gelap

Nasional · 5 Jun 2024 WIB ·

Pilkada Serentak Selaraskan Visi Pusat dan Daerah


					Mendagri Muhammad Tito Karnavian menjadi pembicara kunci pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) XVII 2024, di Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC) Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, Selasa (4/6/2024). (Foto |HO-Puspen Kemendagri). Perbesar

Mendagri Muhammad Tito Karnavian menjadi pembicara kunci pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) XVII 2024, di Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC) Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, Selasa (4/6/2024). (Foto |HO-Puspen Kemendagri).

Krusial | Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri)  Tito Karnavian menyebutkan, Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 secara serentak bersamaan dengan tahun Pemilihan Presiden (Pilpres) dan legislatif, dapat menyelaraskan visi-misi antara pemerintah pusat dan daerah.

“Penyelenggaraan Pilkada serentak memiliki tujuan untuk memperbaiki administrasi pemerintahan. Dengan adanya pemilihan yang paralel, diharapkan akan terjadi sinkronisasi antara visi pembangunan nasional dan daerah,” ujar Tito melalui keterangan resmi, saat Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) XVII di Balikpapan, pada Selasa, 04 Juni 2024.

Baca Juga:  Polisi Tetapkan Tiga Tersangka Terkait Kasus Robohnya Tombak Layar MIN 2 Banda Aceh

Hal tersebut, ujar Tito, menjadi penting karena mempengaruhi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang berlangsung selama lima tahun.

“Pilkada serentak dapat mengurangi potensi konflik vertikal dan horisontal dalam sistem pemerintahan,” katanya.

Sebagai contoh, pada 2014, Presiden Jokowi terpilih hingga 2019, dan di 2017 terdapat 101 Pilkada, termasuk Jakarta, yang berakhir pada 2022. Itulah, lanjut Tito, kepala daerah yang terpilih mengalami masa periode presiden yang berbeda, yang dapat menyulitkan penyelarasan visi dan misi.

Baca Juga:  Berjuang dari Bawah, Sosok Dr Firman Dandy Terbukti Hadir untuk Kemajuan Olahraga Aceh Timur

Selain itu,  Tito menekankan pentingnya peran serta dari berbagai pihak, termasuk KPU, pengawas, pemerintah, keamanan, media, partai politik, kandidat, dan masyarakat.

“Semua pihak harus bekerja secara orkestra untuk memastikan proses pemilihan yang adil dan netral,” ujar  Tito.

Ia juga mengingatkan bahwa dalam demokrasi, setiap perbedaan pendapat mengandung potensi konflik. Oleh karena itu, penting untuk memastikan bahwa konflik tidak berujung pada kekerasan. Pengalaman pemilihan sebelumnya telah menunjukkan bahwa ada wilayah yang kondusif dan ada pula yang rawan konflik.

Baca Juga:  Pelaku Pembawa Kabur Rohingya Akan Dikembalikan ke Keluarganya

Tito berharap akan tercipta sinkronisasi kebijakan yang lebih baik antara pemerintah pusat dan daerah dengan pelaksanaan Pilkada serentak.***

source: Infopublik

Artikel ini telah dibaca 10 kali

KRUSIAL badge-check

Penulis

Anda dapat menyiarkan ulang, menulis ulang, dan atau menyalin konten ini dengan mencantumkan sumber Krusial.com dan Ikuti Berita Lainnya di Google News
Baca Lainnya

PERMAS For PALA Desak Bustami Hamzah Mencalonkan Diri Menjadi Gubernur Aceh

20 Juli 2024 - 11:05 WIB

Pemerintah Aceh Gelar Pemeriksaan Fisik Mobil Dinas untuk Transportasi PON XXI

20 Juli 2024 - 08:56 WIB

SMAN 1 Blangjerango dan Koramil Gotong Royong Bersihkan Lingkungan

20 Juli 2024 - 08:39 WIB

PBNU Terbitkan Larangan Kerja Sama dengan Lembaga Berafiliasi Israel

20 Juli 2024 - 06:29 WIB

SMP Negeri 4 Kluet Timur Laksanakan Pemilihan Ketua OSIS Tahun Ajaran 2024/2025

20 Juli 2024 - 04:47 WIB

Pj Gubernur: Festival Rapai Aceh, Sarana Pelestarian Budaya

20 Juli 2024 - 04:09 WIB

Trending di News