Krusial.com — Sekitar 287 penumpang dilaporkan terjebak dalam Kapal Motor Penyebarangan (KMP) Teluk Sinabang. Diketahui hal itu terjadi gegara tali tugboat TB Marina 2248 penarik kapal tongkang bermuatan batu bara diduga terlilit di baling-baling KMP tersebut.

Akibatnya kejadian kisaran pukul 06.00 WIB, Senin (7/9/2026) di kawasan perairan Meulaboh itu membuat KMP terombang-ambing selama 10 jam setelah kapal mengalami gangguan pelayaran di 8 mil dari Pelabuhan Bubon. Selain 287 penumpang terjebak, dilaporkan juga ada sekitar 98 unit kendaraan di dalamnya.

Salah seorang penumpang, Siti Magfirah, mengatakan para penumpang sempat mengalami kepanikan ketika mesin kapal mati dan kapal tidak dapat melanjutkan perjalanan menuju tujuan pelabuhan Bubon.

“Kapal kami sempat terombang-ambing di laut karena baling-baling tersangkut tali tugboat. Setelah itu mesin mati dan kapal tidak bisa bergerak,” kata Siti kepada wartawan.

Menurut Siti, situasi tersebut membuat penumpang harus menunggu bantuan di tengah laut. Kapten kapal juga meminta seluruh penumpang tetap tenang dan bersabar sembari menunggu proses evakuasi.

Kendati demikian, kondisi itu tetap membuat sebagian penumpang mengalami trauma. Persediaan makanan di dalam kapal juga menjadi perhatian karena perjalanan berlangsung jauh lebih lama dari waktu normal.

“Kapten meminta kami bersabar menunggu bantuan dan berdoa agar pertolongan segera datang. Tapi kami sebagai penumpang tentu trauma. Untuk makanan, sebagian masih mendapatkan, tetapi sebagian lainnya tidak karena persediaan di kapal terbatas,” ujarnya.

Danpos SAR Meulaboh, Risky Hidayat, membenarkan adanya gangguan terhadap KMP Teluk Sinabang. Informasi tersebut langsung ditindaklanjuti dengan melakukan koordinasi bersama pihak ASDP selaku pengelola layanan penyeberangan.

Menurut Risky, proses penanganan kemudian diarahkan dengan mendatangkan tugboat untuk menarik KMP Teluk Sinabang menuju Pelabuhan Bubon. Langkah itu dinilai lebih efektif mengingat jumlah penumpang dan kendaraan yang cukup banyak.

“Kami berkoordinasi dengan ASDP agar kapal bisa segera dievakuasi ke pelabuhan. Kalau penumpang harus dievakuasi satu per satu, tentu akan membutuhkan waktu lebih lama,” jelas Risky.

Ia mengatakan proses penanganan terus dipantau hingga kapal berhasil bergerak dan tiba di pelabuhan tujuan. Koordinasi dilakukan untuk mencegah kepanikan sekaligus memastikan keselamatan seluruh penumpang.

Sementara itu, Kasat Polairud, AKP Karianta S, mengatakan keselamatan penumpang dan awak kapal menjadi prioritas dalam penanganan gangguan pelayaran tersebut.

“Kami bersama unsur terkait terus melakukan pemantauan dan koordinasi untuk memastikan seluruh proses penanganan berjalan aman, terutama menyangkut keselamatan penumpang dan awak kapal,” kata Karianta.

KMP Teluk Sinabang diketahui membawa 287 penumpang serta 98 unit kendaraan golongan V dan VI sejak Minggu (6/9/2026). Setelah proses penarikan dilakukan, kapal akhirnya berhasil berlabuh di Pelabuhan Bubon dan penumpang turun dengan aman pada Senin sore pukul 15.00 WIB. ***