Oleh: Rama Dhanil | Mahasiswa Pendidikan Jasmani
Minat anak-anak dan remaja terhadap olahraga bola voli di Kabupaten Aceh Selatan dinilai sangat besar. Tingginya antusiasme pemain maupun masyarakat setiap kali turnamen digelar menjadi indikator bahwa daerah tersebut memiliki banyak potensi dan talenta muda yang perlu mendapatkan pembinaan secara berkelanjutan.
Hal tersebut disampaikan Rama Dhanil, mahasiswa Pendidikan Jasmani, Selasa (8/9/2026).
Menurut Rama, persoalan utama dalam pengembangan bola voli di Aceh Selatan bukan terletak pada minimnya minat atau bakat. Tantangan yang perlu mendapat perhatian justru bagaimana memastikan para talenta muda tersebut mendapatkan pembinaan yang terarah setelah sebuah turnamen berakhir.
“Namun, setelah turnamen selesai, ke mana talenta tersebut berkembang?” kata Rama.
Ia menilai, bakat yang dimiliki seorang atlet tidak akan berkembang secara maksimal tanpa dukungan sistem pembinaan yang baik. Seorang pemain muda membutuhkan pelatih, fasilitas latihan, program yang teratur, pembinaan mental, serta kompetisi yang berlangsung secara berkelanjutan.
“Persoalannya bukan kurangnya minat atau bakat. Yang perlu kita perkuat adalah pembinaan yang terarah dan berkelanjutan,” ujarnya.
Dorong Pembentukan Akademi Bola Voli
Rama mendorong Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan bersama insan olahraga untuk mulai membangun wadah pembinaan berupa Akademi Bola Voli.
Menurutnya, akademi tersebut dapat menjadi tempat untuk menjaring bibit-bibit atlet potensial dari berbagai gampong di Aceh Selatan. Talenta yang ditemukan kemudian dapat dibina secara sistematis sejak usia dini hingga memiliki kemampuan untuk bersaing di tingkat yang lebih tinggi.
“Karena itu, sudah saatnya Aceh Selatan memiliki wadah Akademi Bola Voli untuk menjaring dan membina bibit atlet dari berbagai gampong agar mampu berkembang dan bersaing hingga tingkat provinsi bahkan nasional,” katanya.
Ia mengatakan, keberadaan akademi tidak hanya berfungsi sebagai tempat latihan, tetapi juga dapat menjadi bagian dari sistem pembinaan atlet jangka panjang.
Untuk mewujudkannya, menurut Rama, pemerintah daerah perlu memberikan dukungan nyata, baik melalui penyediaan fasilitas olahraga, dukungan terhadap program latihan, peningkatan kualitas pelatih, maupun penyelenggaraan kompetisi secara berkelanjutan.
Jangan Hanya Cari Juara Saat Turnamen
Rama menilai, pembinaan atlet tidak seharusnya hanya dilakukan ketika sebuah turnamen akan berlangsung. Sebaliknya, proses mencari dan membentuk calon atlet berprestasi harus dilakukan jauh sebelum kompetisi digelar.
“Jangan hanya mencari juara saat turnamen. Bina calon juara sebelum turnamen dimulai,” tegasnya.
Menurutnya, pembinaan olahraga yang konsisten tidak hanya akan melahirkan atlet berprestasi, tetapi juga memberikan ruang positif bagi anak-anak dan remaja untuk mengembangkan kemampuan, disiplin, mental kompetitif, serta kerja sama tim.
“Kita tidak hanya sedang membangun atlet, tetapi juga membangun masa depan generasi muda Aceh Selatan,” ujarnya.
Rama berharap potensi besar yang dimiliki Aceh Selatan tidak berhenti pada kemeriahan turnamen semata. Talenta-talenta muda yang muncul dari berbagai gampong perlu diberikan arah, pembinaan dan kesempatan agar dapat berkembang menjadi atlet yang mampu membawa nama Aceh Selatan di tingkat provinsi hingga nasional.
“Aceh Selatan punya bakat. Kini saatnya memberikan arah, pembinaan, dan kesempatan,” pungkasnya.***
Tinggalkan Balasan