Krusial.com | Aceh Selatan – Pada tahun 1999 lalu, pria yang dipanggil Ery ini meninggalkan tanah kelahirannya Lhok Bengkuang Tapaktuan Aceh Selatan.

Dia merantau  menuju   negeri kaya raya di Timur Tengah, Qatar sampai  saat ini masih menetap bersama keluarga di Timur Tengah itu.

Memang, ketika ke sana (maksudnya Qatar-red), pria yang bernama lengkap H. Ridhwan Abidin ini berhubungan dengan pekerjaannya bidang engeneering semasa bekerja di  PT. Arun LNG di Lhokseumawe.

Sepanjang karirnya di Qatar negeri penghasil minyak dan gas alam itu, pria yang dilahirkan di Tapaktuan, 30 April 1966 itu dianugerahkan oleh Allah SWT rezeki yang mudah.

Sehingga, sebagai umat muslim yang taat, dia membangun satu mesjid di Dusun Hilir  Lhok Bengkuang yang diberi nama Mesjid Ar-Ridha.

Mesjid itu, kini dimanfaatkan oleh masyarakat sekitarnya untuk kegiatan keagamaan dan sosial kemasyarakatan  (tanpa pelaksanaan Shalat Jumat-red).

Selama bekerja di Qatar, lelaki yang paling sederhana ini, pulang ke  Tapaktuan bila ada waktu atau musim tertentu seperti puasa dan waktu lebaran.

Pria yang sempat bekerja di Australia ini kepada penulis di Tapaktuan, Selasa, (9/8), menuturkan, kini adalah waktu kunjungannya “pulang kampung”, bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha 1444 H.

Bersamaan dengan kepulangannya dia memonitor operasional Klinik Ar-Ridha, sebuah fasilitas kesehatan pratama di Tapaktuan.

Fasilitas kesehatan itu, terealisasi pada bulan Februari 2021 lalu, bertepatan dengan lounchingnya yang dilakukan oleh pejabat Dinas Kesehatan Aceh Selatan.

Klinik ini melayani pasien umum dan pasien gigi, selain itu juga tersedia apotik dan melayani konsultasi kesehatan.

Menyimak apa yang disampaikannya, ternyata kehadiran sebuah klinik kesehatan itu bermula dari niatnya akan membantu anak yatim dan fakir miskin dan berbagi untuk masyarakat.

“Apa yang saya lakukan, untuk nilai berkah dari rezeki yang Allah berikan” katanya.

Mengenal klinik Ar-Ridha, sama dengan
memberikan motivasi bagi siapapun yang berhasrat untuk membagi rezeki bila sudah berkemampuan.

Klinik Ar-Ridha, saat ini berstatus Klinik Pratama yang memberikan pelayanan kesehatan di tingkat dasar dengan bekerjasama dengan BPJS.

Terletak di Gampong Lhok Beungkuang Timur, tepatnya di pinggir Jalan Raya Tapaktuan-Medan.

Pusat kesehatan tingkat pertama itu, dilayani sejumlah tenaga kesehatan baik dokter, perawat dan bidan.

dr. Meutia Ilona ditunjuk untuk menjadi direktur Klinik Pratama itu, dengan dibantu oleh Karmila, A. MD, Kep selaku penanggung jawab serta beberapa tenaga menejemen lainnya.

Selaku pemilik klinik, suami dari Sri Wahyuni yang dinikahinya pada tahun 2006 yang lalu, menerapkan menejemen yang transparan pada pengelolaan pelayanan kesehatan.

Kepada para menejemen dan seluruh karyawan, diamanahkannya, agar memberikan pelayanan kesehatan kepada anak yatim dan fakir miskin, sebagai yang utama.

“Kita tidak semata-mata mengharapkan profit dari kegiatan operasional, melainkan hanya nilai ibadah dan sosial kemasyarakatan,” katanya.

Mengenal dari dekat, Ridhwan Abidin, sosok sederhana menyelesaikan pendidikan hanya setingkat SMTA, akan tetapi perannya sekarang, memimpin ratusan pegawai dengan tanggung jawab kerja atas tugasnya di perusahaan besar di  Qatar.

Dari isteri keduanya, Sri  Wahyuni yang dinikahinya pada tahun 2006 lalu, setelah istri pertamanya meninggal, lahir anak pertama bernama Muhammad Ridha Ridhwan yang kemudian  menginspirasi nama mesjid dan klinik yang didirikannya. Anak kedua dan ketiga bernama Ffayaf Ridhwan dan Afifah Ridhwan.

Selama di Qatar, dia mengimpikan agar mampu mempersembahkan Klinik Ar-Ridha untuk berbagi dan beramal melalui mesjid yang dibangunnya.(Redaksi)