Krusial.com — Bupati Aceh Barat Tarmizi SP didampingi Wakil Bupati Said Fadheil membuka Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXVIII tahun 2026 tingkat Kabupaten Aceh Barat di Masjid Agung Meulaboh. Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga melantik sejumlah dewan hakim cabang tilawatil.
Sebanyak 562 peserta dari 12 kecamatan mengikuti ajang tahunan tersebut. MTQ kali ini berlangsung selama empat hari, mulai 16 hingga 19 Oktober 2026.
Tarmizi mengatakan MTQ kembali digelar di Masjid Agung Meulaboh setelah sebelumnya pernah dilaksanakan di lokasi yang sama pada 1993. Ia mengenang Tgk Ramli Yunus, juara MTQ saat itu yang kemudian dikenal melahirkan qari berprestasi dan kini turut menjadi dewan hakim.
“MTQ kembali dilaksanakan pada tahun ini di Masjid Agung. Sebelumnya pernah dilaksanakan pada tahun 1993. Saat itu, juaranya Tgk Ramli Yunus sangat dikenang karena menjadi qari nasional, dan malam ini beliau menjadi dewan hakim,” kata Tarmizi, Jumat malam (16/10/2026).
Bupati Tarmizi menyebut Pemkab Aceh Barat optimis menargetkan kafilah daerahnya itu mampu menembus lima besar pada MTQ tingkat Provinsi Aceh 2027 mendatang yang dijadwalkan berlangsung di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya).
Bukan hanya itu, pemerintah daerah juga mulai mempersiapkan pembinaan peserta untuk menghadapi MTQ Nasional 2028 yang akan digelar di Provinsi Aceh.
Tarmizi menegaskan, pencapaian target tersebut membutuhkan keseriusan, pembinaan berkelanjutan, serta dukungan seluruh pihak yang terlibat.
Pemkab Aceh Barat, kata dia, telah melakukan pergantian kepala Dinas Syariat Islam dengan menunjuk Husensyah, seorang Qari yang memiliki keahlian di bidang tilawah dan berpengalaman di bidanh MTQ.
Menurut Tarmizi, anggaran kegiatan MTQ perlu diarahkan untuk meningkatkan kemampuan peserta, bukan hanya untuk kebutuhan penyelenggaraan dan pembangunan fasilitas sementara.
“Untuk fokus anggaran, tidak lagi hanya pada acara seremonial. Biasanya setiap MTQ, Rp2 miliar habis untuk persiapan tempat, seperti dekorasi, pembangunan jalan, saluran, dan sebagainya. Jadi, untuk menghemat anggaran, MTQ kabupaten tahun ini kita laksanakan di halaman Masjid Agung,” ujar Bupati Tarmizi.
Dijelaskannya, pemerintah daerah memprioritaskan anggaran untuk pembinaan peserta. Sejumlah anak Aceh Barat sebelumnya telah mengikuti pelatihan MTQ di Banda Aceh selama 10 hari.
Selain itu, Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Aceh Barat juga telah dibentuk dan mulai bekerja dengan melibatkan orang-orang yang dinilai memiliki kompetensi di bidangnya.
Pemkab Aceh Barat berharap pembinaan yang lebih terarah dapat meningkatkan kualitas peserta, sehingga Aceh Barat mampu meraih hasil sesuai target pada MTQ tingkat provinsi mendatang, termasuk MTQ nasional.
Di luar persaingan meraih prestasi, Tarmizi mengingatkan bahwa MTQ memiliki tujuan dan manfaat lebih luas, yakni menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an dan mendorong penerapan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.
“Keberhasilan penyelenggaraan MTQ tidak semata-mata diukur dari jumlah juara atau peringkat yang diraih, tetapi juga dari meningkatnya kebiasaan membaca, memahami, dan mengamalkan ajaran Al-Qur’an di lingkungan keluarga maupun masyarakat,” jelasnya.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat pendidikan Al-Qur’an bagi generasi muda, membentuk akhlak yang baik, serta mendukung terwujudnya masyarakat Aceh Barat yang religius.
Adapun sejumlah cabang diperlombakan dalam MTQ XXXVIII Aceh Barat, antaranya meliputi Syarhil Qur’an, Fahmil Qur’an, Hifzil Qur’an, Qabtil, Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (KTIQ), Tilawatil Qur’an, Qira’at Sab’ah.
Dalam pembukaan kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Aceh Barat Dr Kurdi, unsur Forkopimda, serta para SKPK. Pembukaan yang dimulai pada pukul 21.00 WIB, tampak disambut antusias ribuan warga yang memadati lokasi kegiatan. ***

Tinggalkan Balasan