Krusial.com — Kementerian Kesehatan RI bersama Pemerintah Inggris meluncurkan UK–Indonesia Health Partnership Platform atau Tangguh+ untuk memperkuat kerja sama kesehatan, mulai dari peningkatan kapasitas tenaga medis hingga pengembangan teknologi dan keamanan kesehatan.

Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Saksono Harbuwono mengatakan, kemitraan kedua negara harus menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar kesepakatan bilateral.

“Nilai nyata dari kemitraan strategis tidak hanya terletak pada keterlibatan dan perjanjian yang kita tandatangani, tetapi pada kemampuan kita menyatukan keahlian, institusi, dan sumber daya yang tepat untuk memberikan hasil yang berkelanjutan,” kata Dante dalam peluncuran Tangguh+ di Jakarta, Selasa (13/10/2026).

Kerja sama ini berlandaskan nota kesepahaman yang ditandatangani pada 20 Mei 2025. Fokusnya mencakup pelayanan kesehatan, pengendalian penyakit, riset dan inovasi, tenaga kesehatan, penelitian klinis, kesehatan digital, serta pencegahan penyakit.

Peluncuran Tangguh+ juga menampilkan lima inisiatif kolaborasi, termasuk program kesehatan digital, keamanan kesehatan regional, penguatan regulasi kesehatan internasional, kemitraan riset kanker, serta kerja sama layanan kesehatan dan ilmu hayati.

Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor-Leste Dominic Jermey menegaskan komitmen Inggris mendukung transformasi kesehatan Indonesia melalui kerja sama pemerintah, universitas, lembaga penelitian, layanan kesehatan, dan sektor swasta.

Dante berharap Tangguh+ dapat memastikan kemitraan kedua negara menghasilkan dampak berkelanjutan serta memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan berkualitas. ***