Krusial | Aceh Selatan – SULIT menjawab teka-teki dan misteri sosok birokrasi sekaligus mantan Penjabat (Pj) Bupati Aceh Barat Daya (Abdya) selama dua tahun itu. Isu berkembang, sehari menjelang pemungutan suara, Selasa, 26 November 2024, Pasangan Calon (Paslon) Nomor urut 01, H. Darmansah, S.Pd, MM – Sudirman tiarap dan total mati mesin.
Informasi yang dapat diseduh antaran dari orang-orang dekat Darmansah, sejak awal bergulir kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Aceh Selatan hingga akhir, perjuangan yang ditabuh IDAMAN penuh lika-liku serta diprediksikan minim anggaran.
Selama bertarung di khazanah pesta demokrasi, aliran dana yang digunakan Darmansah dan Sudirman dalam menata perjuangan bersumber dari sumbangsih ketulusan pendukung, relawan dan kerabat dekat secara sukarela. Namun seluruh rangkaian dan tahapan Pilkada dapat dilalui dengan baik, tanpa cela.
“Saya yakin, pak Darmansah itu tidak memiliki modal maju sebagai calon bupati Aceh Selatan. Setahu kami, dia itu pejabat eselon II di tingkat Provinsi Aceh dan mantan Pj bupati, berprilaku baik dan berintegritas,” ucap kerabat dekatnya, sebut saja bang Toyib, pads Kamis, 05 Desember 2024.
Perkiraan orang-orang, sambung bang Toyib, selama memangku jabatan di birokrasi dan menjabat Pj bupati, setidaknya memiliki tabungan miliaran rupiah. Dipelajari dari alur perjuangan Pilkada yang digeluti, dapat pastilah Darmansah berbeda dengan apa yang diprediksikan.
“Kebanyakan pejabat cenderung memikirkan materi dan mengumpul kekayaan selama menjabat. Sosok Darmansah dapat dinilai sebagai pekerja dengan pola administrasi yang ketat, disiplin dan berbakti kepada masyarakat,” imbuh bang Toyib.
Banyak orang menilai Darmansah memiliki kualitas dengan sepak terjang sudah teruji selama menahkodai pemerintahan. Tetapi apa jadinya, Paslon duet birokrasi dan garis perjuangan itu tidak memiliki stok anggaran untuk menyiram bunga Melati di fajar hari (money politic).
Sementara itu, Hasanuddin menyebutkan, uang bukan segalanya dalam meraih dukungan, tetapi tanpa uang suasana bisa berubah dalam hitungan detik.
Rasa penasaran dan keingintahuan masyarakatpun bergelayut, bukan tanpa alasan. Tidak bisa dipungkiri, finansial bukan Guarantor (jaminan) menuju kalah atau menang di pacuan politik. Sebenarnya, kesadaran pemilih menghela kemungkinan seseorang bisa sukses di arena politik dan bukan sebagai pemilih alternatif.
“Cuan menjadi acuan pemilih berubah sikap di pesta demokrasi. Kendatipun demikian, Paslon IDAMAN dengan sikap integritas, bersih dan apa adanya, mampu mengumpulkan 13.183 suara (9,28 persen). Suara sebanyak itu, tidak gampang diperoleh tanpa jika dibandingkan dengan praktik serangan fajar,” ucap Hasanuddin.
Perolehan suara itu memang jauh panggang dari api, namun patut diapresiasi dan menjadi contoh untuk kedepannya, agar tercipta Pilkada bersih, jujur, berkualitas dan berintegritas serta membudayakan pertarungan tanpa money politik.
“Jujur saya sampaikan kepada masyarakat dan seluruh pendukung serta simpatisan IDAMAN. Saya benar-benar tidak memiliki uang sebagaimana dugaan orang. Tekad saya, ingin menunjukan integritas dan kondisi bersih di kontestasi Pilkada, walaupun harus ditebus dengan rasa pahit,” kata Darmansah pada Kamis, 05 Desember 2024.
Patut diakui dan diangkat topi, sambung Darmansah, perjuangan dan pengorbanan pendukung dan simpatisan sangat luar biasa, baik saran pendapat maupun materi. Pendukung IDAMAN tidak sungkan-sungkan menyumbang dana ratusan juta, mulai baliho, spanduk, pengadaan Posko, biaya pertemuan, kampanye hingga kebutuhan saksi-saksi di 410 TPS.
“Walaupun berhadapan dengan kekalahan, namun saya merasa bahagia serta tetap bersemangat bertarung secara murni dan fair. Niat tulus saya ingin membawa perubahan dan kemajuan Aceh Selatan dengan integritas yang tinggi. Tetapi apalah daya, semua keputusan ada ditangan rakyat dan kehendak Allah,” ulasnya.
Masih keterangan Darmansah, boleh saja orang beranggapan i sosok birokrasi dan mantan Pj bupati Abdya memiliki simpanan signifikan. Dugaan itu sama sekali keliru dan tidak benar. Sekiranya ada, tidaklah mungkin perjuangan dilalui dengan perang dingin. Apalagi pihaknya telah menanggalkan jabatan dan rela pensiunan dini.
“Percayalah, menjadi Pj bupati bukan untuk mencari kekayaan, murni mengabdi kepada masyarakat, bangsa dan negara. Perlu juga disampaikan, sejauh ini tidak ada intimidasi, ditakut-takuti, kekhawatiran tidak menang kalau pembagian kue tidak maksimal. Apalagi muncul prasangka membangun skenario atau konspirasi politik. Itu sama sekali tidak benar dan jangan terlalu di gembar-gembor, akan menambah dosa diatas luka. Semua Paslon yang bertarung adalah sahabat dan saudara kita semua,” jelasnya panjang lebar.
Melalui media ini ungkapnya, “saya bersama keluarga mengangkat tangan sepuluh jari, dimana terdapat kesalahan dan kelemahan selama ini, kami meminta maaf sebesar-besarnya buat semuanya serta memohon ampunan kepada Allah SWT,” papar Darmansah dengan nada penuh keikhlasan.
Terakhir, ia menuturkan, buat mamak Sudir beserta Komando Idaman yang saya banggakan dan disegani, mohon selalu sabar dan tawakal dalam menghadapi cobaan dan kekalahan ini. Masih ada hari esok bagi Mamak dan kawan-kawan untuk berjuang.
“Doa dan langkah saya tidak pernah jauh dari cita-cita mamak yang tertunda. Dalam waktu dekat, saya segera kembali ke Aceh Selatan,” salam Darmansah dari luar kota.***
Tinggalkan Balasan