Menu

Mode Gelap

Berita · 13 Jun 2022 WIB ·

For-PAS : Kuat Dugaan Limbah Medis Itu Milik RSUYA


					Ilustrasi Tumpukan imbah Infeksius yang dibuang bukan pada tempatnya, Photo : HO Perbesar

Ilustrasi Tumpukan imbah Infeksius yang dibuang bukan pada tempatnya, Photo : HO

ACEH SELATAN – Koordinator Forum Peduli Aceh Selatan (For-PAS) Teuku Sukandi angkat bicara terkait temuan limbah medis oleh Tim Pansus IV DPRK Aceh Selatan di lokasi TPA Pasie Rasian, Kecamatan Pasie Raja beberapa hari lalu.

“Kuat dugaan itu buangan dari rumah sakit, kenapa saya sebut itu karena manajemen RSUD dr. Yuliddin Away Tapaktuan seperti kepanasan menanggapi temuan tersebut hingga menggelar temu pers besar-besaran,” kata Teuku Sukandi kepada wartawan di Tapaktuan, Senin (13/6/2022) malam.

Menurutnya apa yang disampaikan Plt Direktur RSUD YA Tapaktuan dalam tanggapannya terhadap temuan limbah medis di TPA Pasie Raja, Aceh Selatan sangat disayangkan, sebab penjelasan jenis-jenis limbah dalam pernyataannya hanya mengelabui publik dengan menggunakan kata-kata istilah medis dan menyamarkan dugaan kekhilafan petugasnya dalam memilah limbah domestik dengan limbah infeksius.

Baca Juga:  FPMPA Ingatkan Bakri Siddiq Tidak Terseret Kepentingan Politik 2024

“Seharusnya langkah  yang dilakukan mengevaluasi bawahannya untuk lebih tertib dalam manajemen lingkungan di rumah sakit dalam memilah limbah padat yang akan dimasukan ke dalam  kantong tersebut,” lanjutnya.

Sementara itu, pernyataan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Aceh Selatan, Teuku Masrizar, beberapa hari lalu sangat dinilai sangat objektif, sebab kadis menduga hal itu terjadi karena kekhilafan dan kekeliruan pihak yang memproduksi limbah medis, dalam memilahnya antara limbah medis dan limbah non medis.

“Harusnya evaluasi diri yang dilakukan bukan alibi dengan membuat konferensi pers besar besaran menjelaskan jenis limbah. Sangat jelas dugaan kita bahwa kantong besar hitam itu umumnya milik rumah sakit, limbah medis tersebut ditemukan oleh tim Pansus IV dalam tumpukan kantong hitam tersebut,” sebutnya.

Baca Juga:  For-PAS: Tambang Harus Mampu Gerakan Ekonomi, Lapangan Kerja dan PAD

Teuku Sukandi mengatakan, jika di tidak mampu sebaiknya mundur saja dari jabatan Plt Direktur, berikan kepada orang yang cukup syarat agar dapat definitif, fokus saja sebagai Kabid Pelayanan guna peningkatan pelayanan kesehatan.

“Kita juga menyayangkan langkah Pansus III DPRK Aceh Selatan bidang Kesehatan, kesannya seperti menjadi corong rumah sakit, bukan menginvestigasi temuan yang dan mendesak tingkatan manajemen lingkungan Rumah Sakit, tetapi malah ikut serta dalam konferensi pers yang dibuat oleh Plt Direktur yang membingungkan publik dengan istilah-istilah medis dan prosedural” ungkapnya

Mantan anggota DPRK Aceh Selatan itu menambahkan kejanggalan yang dilakukan oleh Pansus III DPRK Aceh Selatan adalah mengapa konfrensi pers dilakukan di Rumah Sakit Yulidin Away, sehingga terkesan Pansus III hanya tukang stempel atas klarifikasi yang dilakukan rumah sakit.

Baca Juga:  Pasien RSUD Yuliddin Away Keluhkan Ketersediaan Kursi Roda

“Seakan-akan Pansus III telah menjadi alat pokrol bambu dari pihak rumah sakit untuk membela siapa yang bayar” ketusnya.

Ketua PETA itu melanjutkan, kalau pihak Rumah Sakit melakukan klarifikasi kepada awak media itu sah-sah saja, tapi bila Pansus III ikut bersama-sama ini hal yang melahirkan banyak spekulasi pertanyaan setiap orang.

“Lebih pesimis lagi dapat diduga konferensi pers yang dilakukan di RSUD-YA antara para pihak terkait adalah pengkondisian keadaan sebagai alat membela diri atas kesalahan yang telah dilakukan dalam urusan limbah berbahaya dan beracun tersebut,” pungkasnya.(Redaksi)

Artikel ini telah dibaca 38 kali

KRUSIAL badge-check

Penulis

Anda dapat menyiarkan ulang, menulis ulang, dan atau menyalin konten ini dengan mencantumkan sumber Krusial.com dan Ikuti Berita Lainnya di Google News
Baca Lainnya

Ketua LPPM USK Apresiasi Aktivitas PR-ITP

20 Juni 2024 - 08:36 WIB

Tgk. Muhammad Ridho Agung Wisudawan Terbaik 2024 Universitas Paramadina

19 Juni 2024 - 11:49 WIB

Ribuan Warga Padati Acara Open House Idul Adha di Kediaman Haji Mirwan

19 Juni 2024 - 11:04 WIB

Mulai Hari Ini SIM Mati Bisa Diperpanjang Tak Perlu Bikin Baru

19 Juni 2024 - 07:13 WIB

Ada Enam Strategi Nasional Kemenkes Tanggulangi DBD di Indonesia

18 Juni 2024 - 15:09 WIB

Kemenkes: Waspada DBD di Musim Kemarau

18 Juni 2024 - 15:02 WIB

Trending di Kesehatan