Krusial.com — Mantan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh dua periode, Tarmilin Usman, SE, M.Si., resmi menyerahkan berkas persyaratan sebagai bakal calon Ketua Dewan Kehormatan Provinsi (DKP) PWI Aceh periode 2026–2031. Pencalonannya disebut mendapat dukungan anggota dari 18 kabupaten/kota di Aceh.

Tarmilin menyerahkan dokumen persyaratan kepada Pokja Verifikasi, Imran Joni, di Gedung PWI Aceh, Banda Aceh, Senin (19/10/2026). Penyerahan itu berlangsung bersamaan dengan pendaftaran Sayuti Achmad sebagai bakal calon Ketua PWI Aceh periode yang sama.

Tarmilin mengatakan keputusannya maju dalam pemilihan Ketua DKP merupakan respons atas aspirasi anggota PWI di Aceh. Ia mengaku mengikuti pencalonan tersebut setelah mendapat dorongan dari para anggota.

“Saya maju sebagai calon Ketua DKP atas desakan para anggota PWI seluruh Aceh. Saya menyahuti aspirasi mereka,” kata Tarmilin setelah menyerahkan berkas.

Selain menyampaikan alasan pencalonan, Tarmilin mengingatkan panitia Konferensi Provinsi (Konferprov) XIII PWI Aceh agar menjaga netralitas selama seluruh tahapan pemilihan berlangsung. Menurut dia, sikap tidak memihak diperlukan untuk mencegah perpecahan di tubuh organisasi.

“Ini kan rumah kita bersama. Jangan karena pihak panitia tak netral membuat PWI terpecah. Ini perlu saya tekankan,” tegas Tarmilin, yang juga redaktur senior beritamerdeka.net dan Direktur Utama PT Berita Merdeka Multimedia.

Peringatan mengenai netralitas itu juga menjadi perhatian panitia. Ketua Steering Committee (SC), Popon, mengatakan pihaknya berkomitmen menjaga integritas dan menjalankan proses sesuai kesepakatan yang telah ditetapkan.

“Panitia SC sampai hari ini tak boleh memberikan dukungan tertulis kepada salah satu calon. Jika kedapatan akan dipecat dari anggota SC,” tegas Popon.

Sementara itu, Sayuti Achmad, yang mendaftar sebagai bakal calon Ketua PWI Aceh, juga menyampaikan optimisme menghadapi kontestasi tersebut. Pernyataannya mendapat sambutan dari para pendukung yang hadir.

“Kami datang untuk menang,” kata Sayuti.

Sebelum penyerahan dokumen, kedua bakal calon menerima penjelasan mengenai tahapan dan ketentuan pencalonan dari tim SC. Tim tersebut terdiri atas Azwani atau Popon selaku ketua, Iranda Novandi sebagai sekretaris, Imran Joni dari Pokja Verifikasi, serta Azhari Usman dari Pokja Kuorum.

Setelah penjelasan diberikan, Tarmilin dan Sayuti menyerahkan berkas masing-masing untuk diperiksa oleh panitia. Dokumen dukungan dan persyaratan pencalonan selanjutnya harus melalui proses verifikasi sesuai ketentuan Konferprov XIII PWI Aceh.

Tarmilin merupakan mantan Ketua PWI Aceh yang menjabat selama dua periode pada 2010–2020. Dalam pencalonan kali ini, ia bersaing untuk memimpin DKP, lembaga yang berkaitan dengan penegakan kode etik dan kehormatan profesi wartawan di lingkungan PWI. ***