Krusial.com — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) dari Fraksi Partai Aceh, T. Heri Suhadi, SP, atau yang akrab disapa Abu Heri, menyerap aspirasi masyarakat Kecamatan Kluet Utara dan Kluet Timur, Kabupaten Aceh Selatan, dalam kegiatan Reses III Tahun 2026, Senin (19/10/2026).
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat menyampaikan sejumlah persoalan yang membutuhkan perhatian Pemerintah Aceh, terutama terkait perbaikan infrastruktur jalan, pembangunan tanggul pengaman sungai, dan rehabilitasi jaringan irigasi pertanian.
Aspirasi tersebut disampaikan sebagai bentuk harapan masyarakat agar pembangunan infrastruktur yang berkaitan langsung dengan aktivitas ekonomi, keselamatan warga, dan keberlangsungan usaha tani mendapat perhatian lebih serius.
Warga Kluet Timur Keluhkan Kerusakan Jalan
Masyarakat Kecamatan Kluet Timur menyampaikan tiga aspirasi utama kepada Pemerintah Aceh.
Pertama, peningkatan Jalan Lintas Lawe Buluh Didi menuju Koto Indarung yang dilaporkan mengalami kerusakan parah dan berlumpur. Kondisi tersebut dinilai menyulitkan mobilitas masyarakat serta menghambat aktivitas sehari-hari.
Kedua, perbaikan jalan menuju Pucok Lembang yang juga mengalami kerusakan berat. Warga menilai kondisi jalan tersebut membahayakan pengguna jalan dan berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan.
Ketiga, pembangunan tanggul pengaman Sungai Krueng Kluet untuk mengantisipasi luapan air sungai serta melindungi kawasan permukiman dan lahan masyarakat dari ancaman banjir.
Masyarakat berharap usulan tersebut dapat ditindaklanjuti melalui program pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi di lapangan.
Jalan dan Irigasi Pasi Kuala Bau Jadi Perhatian
Selain menyerap aspirasi masyarakat Kluet Timur, Abu Heri juga menerima usulan dari warga Gampong Pasi Kuala Bau, Kecamatan Kluet Utara.
Warga meminta Pemerintah Aceh memprioritaskan peningkatan Jalan Pasi Kuala Bau yang mengalami kerusakan parah. Perbaikan jalan dinilai penting untuk memperlancar transportasi, mendukung aktivitas masyarakat, serta mempermudah distribusi hasil pertanian.
Persoalan lain yang turut disampaikan adalah kerusakan jaringan Irigasi Gunung Pudung di Kecamatan Kluet Utara.
Menurut aspirasi masyarakat, kerusakan jaringan tersebut menyebabkan pasokan air tidak mengalir ke areal persawahan Pasi Kuala Bau. Kondisi ini menyulitkan petani melakukan penanaman dan meningkatkan risiko gagal tanam.
Warga berharap jaringan irigasi tersebut segera direhabilitasi agar distribusi air kembali berjalan dan aktivitas pertanian dapat berlangsung dengan baik.
Ketersediaan air menjadi faktor penting bagi petani untuk menjaga produktivitas lahan, mempertahankan pendapatan, serta mendukung ketahanan pangan masyarakat setempat.
Abu Heri Harapkan Aspirasi Ditindaklanjuti
Menanggapi berbagai usulan tersebut, Abu Heri berharap Pemerintah Aceh melalui dinas dan instansi terkait memberikan perhatian serius serta menindaklanjutinya sesuai kewenangan dan skala prioritas pembangunan.
Menurutnya, kegiatan reses merupakan kesempatan bagi anggota legislatif untuk mendengarkan langsung persoalan yang dihadapi masyarakat sekaligus menghimpun masukan sebagai bahan perjuangan pembangunan daerah.
Ia berharap usulan perbaikan jalan, pembangunan tanggul pengaman Sungai Krueng Kluet, dan rehabilitasi jaringan Irigasi Gunung Pudung dapat menjadi perhatian pemerintah.
Melalui Reses III Tahun 2026, Abu Heri menegaskan pentingnya memperjuangkan pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, baik untuk meningkatkan keselamatan dan kelancaran mobilitas warga maupun mendukung keberlangsungan sektor pertanian.
Masyarakat Kluet Utara dan Kluet Timur berharap aspirasi yang telah disampaikan tersebut dapat ditindaklanjuti secara konkret sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan langsung oleh warga.***

Tinggalkan Balasan