Menu

Mode Gelap

Berita · 11 Jul 2022 WIB ·

Ramah Lingkungan, Reje Paya Tumpi Hadirkan “Eumpang” Pembungkus Daging Kurban


					Penggunaan Eumpang Hasil Kreasi Reje Kampung Paya Tumpi Baru Saat Pembagian Daging Kurban Perbesar

Penggunaan Eumpang Hasil Kreasi Reje Kampung Paya Tumpi Baru Saat Pembagian Daging Kurban

ACEH TENGAH – Mengurangi penggunaan kantong plastik saat pembagian daging kurban, Reje (Kepala Kampung, Kepala Desa) Kampung Paya Tumpi Baru, Kecamatan Kebayakan Kabupaten Aceh Tengah menghadirkan wadah ramah lingkungan bernama Eumpang atau Tape Kertan Bike sebagai pengganti kantong plastik.

Upaya menggunakan wadah ramah lingkungan ini merupakan suatu inovasi Reje Paya Tumpi baru, Idrus Saputra yang prihatin dan peduli dalam mengahadapi persoalan sampah plastik di tengah masyarakatnya.

“Limbah plastik adalah persoalan yang harus mendapatkan perhatian serius, karena akan sangat mengancam lingkungan sekitar kita. Kita harus memulainya dari sekarang, segera mencari solusi dengan mencari wadah alternatif selain plastik,” sebut Idrus Saputra yang dikenal sebagai Reje peduli lingkungan itu, Senin (11/7/2022).

Menurutnya sampah plastik adalah ancaman serius bagi lingkungan, sebab dapat menimbulkan pencemaran seperti kerusakan tanah, pencemaran air maupun udara. Ia menambahkan di dalam tanah plastik dapat menghalangi resapan air dan sinar matahari sehingga mengurangi kesuburan tanah dan menyebabkan banjir.

Baca Juga:  LPLA Desak Pj Gubernur Aceh Segera Coret Usulan Pokir Dewan

“Sampah plastik mencemari tanah karena tidak dapat diuraikan oleh mikroba tanah,” tuturnya.

Reje Idrus menjelaskan, membutuhkan waktu hingga ratusan tahun agar limbah plastik dapat terurai, walaupun bahan tersebut sangat mudah dan praktis ditemukan serta digunakan namun ada ancaman besar yang selalu hadir di sebaliknya.

“Lalu apa yang dapat menggantikannya, salah satunya adalah Eumpang atau Tape Kertan Bike, yakni tas tradisional Aceh yang dibuat dari anyaman daun pandan liar yang dikeringkan, produk tradisional ini biasanya digunakan sebagai tas untuk membawa beras saat melayat ke sanak famili yang sedang mengelar hajatan ataupun saat melayat ke rumah duka,” ulasnya.

Penggunaan Eumpang merupakan sebuah tradisi dalam kebudayaan masyarakat Aceh, hingga saat ini kebiasaan tersebut masih bertahan di pedalaman Aceh secara turun temurun. Wadah yang terbuat dari bahan organik dan mudah terurai ini sebenarnya dapat menjadi pengganti kantong plastik sebagai wadah untuk keperluan sehari-hari.

Baca Juga:  1 Juni 2024, Pertamina Wajibkan Pembelian LPG 3 Kg dengan KTP

“Fungsinya sebagai wadah tidak kalah menarik dengan kantong plastik, malah lebih awet digunakan, baik sebagai wadah untuk bingkisan atau bungkusan produk-produk, hanya saja perlu menggalakan kreasi baru agar semakin berguna dan menarik bagi keperluan masyarakat saat ini,” bebernya.

Penggunaan Eumpang untuk wadah pembagian daging kurban di Kampung Paya Tumpi Baru, merupakan bentuk kampanye wadah pengganti plastik ramah lingkungan. Harapannya, hal ini dapat memberi kesadaran kepada masyarakat dan memancing inovasi-inovasi baru produk-produk ramah lingkungan yang bernilai ekonomis bagi kesejahteraan masyarakat.

“Seiring meningkatnya kesadaran lingkungan, pengunaan wadah Eumpang juga akan meningkatkan tumbuhnya industri kerajinan anyaman ini di Aceh,” ulasnya.

Sementara itu, konsep pengelolaan sampah masyarakat sedang digalakkan di Kampung Paya Tumpi Baru, desa penghasil madu ternak itu, kini telah mempunyai Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R). Ditargetkan selain menjadi solusi masalah sampah juga nantinya menjadi sumber penghasilan ekonomi desa.

Baca Juga:  Kapolda Aceh: Perkokoh perdamaian, Tunjukkan Pada Dunia Bahwa Situasi Aceh Kondusif

“Bayangkan saja jika Supermarket atau swalayan-swalayan menggunakan Tape Kertan Bike pengganti plastik kresek untuk masyarakat yang berbelanja, pastinya persoalan sampah akan bisa teratasi dan industri-industri kerajinan Eumpang akan tumbuh pesat,” ucapnya.

Menurut Reje yang desanya akan menggelar Festival Panen Kopi dalam waktu dekat ini, Eumpang adalah solusi terbaik untuk melepas ketergantungan terhadap wadah plastik. Sehingga, kesuburan tanah tetap terjaga dan persoalan pencemaran lingkungan dapat teratasi.

“Sekarang tergantung bagaimana kepedulian kita terhadap lingkungan dan kemauan dalam memanfaatkan kekayaan, kearifan lokal, untuk solusi dari masalah serius yang kita hadapi dewasa ini, kelak anak cucu kita tidak akan menyalahkan bahwa rusaknya lingkungan karena ketidakpedulian dan tidak adanya upaya serius generasi pendahulu mereka,” tandas Reje Idrus Saputra.(Redaksi)

Artikel ini telah dibaca 28 kali

KRUSIAL badge-check

Penulis

Anda dapat menyiarkan ulang, menulis ulang, dan atau menyalin konten ini dengan mencantumkan sumber Krusial.com dan Ikuti Berita Lainnya di Google News
Baca Lainnya

Tgk. Muhammad Ridho Agung Wisudawan Terbaik 2024 Universitas Paramadina

19 Juni 2024 - 11:49 WIB

Ribuan Warga Padati Acara Open House Idul Adha di Kediaman Haji Mirwan

19 Juni 2024 - 11:04 WIB

Mulai Hari Ini SIM Mati Bisa Diperpanjang Tak Perlu Bikin Baru

19 Juni 2024 - 07:13 WIB

Ada Enam Strategi Nasional Kemenkes Tanggulangi DBD di Indonesia

18 Juni 2024 - 15:09 WIB

Kemenkes: Waspada DBD di Musim Kemarau

18 Juni 2024 - 15:02 WIB

Mahmuddin Terpilih Sebagai Ketua HIMPASAY Yogyakarta

16 Juni 2024 - 11:34 WIB

Trending di News