Krusial.com — Memenuhi kebutuhan gizi anak bukan sekadar memastikan perutnya kenyang. Orangtua perlu memperhatikan keseimbangan nutrisi, variasi makanan, hingga porsi yang sesuai dengan usia dan tahap pertumbuhan anak. Salah satu cara yang dapat diterapkan untuk membangun pola makan sehat adalah melalui panduan Isi Piringku.

Konsep Isi Piringku mengatur komposisi makanan dalam satu kali makan dengan membagi setengah bagian piring untuk sayuran dan buah-buahan, sedangkan setengah lainnya diisi makanan pokok dan lauk-pauk. Pola ini membantu anak memperoleh asupan energi, protein, vitamin, mineral, serta serat yang dibutuhkan tubuh.

Pemenuhan nutrisi sejak dini menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak, termasuk mengurangi risiko stunting. Kondisi tersebut ditandai dengan tinggi badan anak yang lebih pendek dibandingkan standar usianya akibat kekurangan gizi kronis dan faktor lain yang memengaruhi pertumbuhan.

Dilansir dari World Health Organization (WHO), bayi perlu mulai mendapatkan makanan pendamping ASI (MPASI) ketika memasuki usia enam bulan. Pada periode tersebut, kebutuhan energi dan zat gizi bayi mulai meningkat sehingga tidak lagi dapat dipenuhi hanya melalui ASI.

WHO juga menekankan pentingnya pemberian makanan yang beragam, termasuk sumber protein hewani, sayuran, dan buah-buahan untuk mendukung kebutuhan nutrisi anak selama masa pertumbuhan.

Mengatur Porsi Makan Anak Sesuai Usia

Penerapan Isi Piringku tidak berarti orangtua harus memberikan makanan dalam jumlah besar. Hal utama yang perlu diperhatikan adalah keseimbangan jenis makanan dan kecukupan nutrisi sesuai kebutuhan masing-masing anak.

Makanan pokok seperti nasi, kentang, dan jagung berfungsi sebagai sumber energi untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Sementara itu, protein dapat diperoleh dari telur, ikan, daging ayam, tahu, maupun tempe yang berperan dalam pembentukan dan perbaikan jaringan tubuh.

Adapun sayuran dan buah-buahan menjadi sumber vitamin, mineral, serta serat yang membantu menjaga kesehatan tubuh dan mendukung fungsi pencernaan.

Meski demikian, jumlah makanan yang diberikan perlu disesuaikan dengan usia, tingkat aktivitas, nafsu makan, dan perkembangan anak. Anak usia dini umumnya membutuhkan porsi lebih kecil dibandingkan anak yang lebih besar, dengan frekuensi makan yang disesuaikan kebutuhannya.

Bagi bayi berusia enam bulan ke atas yang mulai menerima MPASI, orangtua juga perlu memperhatikan tekstur makanan. Pemberian makanan dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan anak dalam mengunyah dan menelan.

Orangtua sebaiknya tidak memaksa anak menghabiskan makanan ketika sudah menunjukkan tanda kenyang. Suasana makan yang nyaman serta variasi menu dapat membantu anak mengenal berbagai jenis makanan dan membangun kebiasaan makan sehat.

Kebiasaan Makan Sehat untuk Mencegah Stunting

Selain mengatur komposisi makanan, konsistensi dalam membangun pola makan sehat juga berperan penting dalam mendukung tumbuh kembang anak.

Orangtua dapat memulainya dengan menyediakan menu yang bervariasi, menerapkan jadwal makan teratur, serta memperkenalkan sayuran, buah-buahan, dan sumber protein sejak dini. Keragaman makanan membantu memenuhi kebutuhan berbagai zat gizi yang diperlukan tubuh.

Pendampingan saat anak makan juga tidak kalah penting. Orangtua dianjurkan menghindari cara memaksa, mengancam, atau menjadikan makanan sebagai hadiah agar anak mau menghabiskan hidangannya.

Jika anak menolak jenis makanan tertentu, orangtua dapat kembali menawarkannya pada kesempatan lain dengan bentuk penyajian atau cara pengolahan berbeda. Pendekatan tersebut dapat membantu anak mengenal berbagai rasa tanpa menciptakan pengalaman makan yang tidak menyenangkan.

Di samping pemenuhan nutrisi, pertumbuhan anak perlu dipantau secara berkala melalui posyandu maupun fasilitas pelayanan kesehatan. Pengukuran berat badan dan tinggi badan sesuai usia dapat membantu mendeteksi lebih awal apabila terdapat gangguan pertumbuhan atau masalah gizi.

Pencegahan stunting juga tidak hanya bergantung pada pola makan anak. Kecukupan gizi ibu sejak masa kehamilan, pemberian ASI, MPASI sesuai anjuran, sanitasi lingkungan, serta akses terhadap layanan kesehatan merupakan bagian penting dari upaya tersebut.

Dengan memperhatikan keseimbangan makanan, menyesuaikan porsi berdasarkan usia, dan memantau pertumbuhan secara rutin, orangtua dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi anak sekaligus mendukung tumbuh kembang yang optimal. ***