Krusial.com — Tertidur di depan televisi mungkin terasa sepele, apalagi setelah menjalani aktivitas yang melelahkan. Namun, perlu sahabat Krusial ketahui, kebiasaan membiarkan TV tetap menyala sepanjang malam ternyata dapat mengganggu kualitas tidur, baik karena paparan cahaya maupun suara yang terus berubah.

Dilansir dari Self.com, cahaya televisi menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi mekanisme alami tubuh dalam mengatur waktu tidur. Paparan cahaya pada malam hari berpotensi menghambat produksi melatonin, hormon yang membantu tubuh merasa mengantuk.

Secara alami, tubuh memiliki jam biologis atau ritme sirkadian yang mengatur waktu tidur dan bangun. Ketika malam tiba, bagian otak bernama hipotalamus membantu mengatur respons tubuh terhadap kondisi gelap, termasuk memberi sinyal kepada kelenjar pineal untuk memproduksi melatonin.

Namun, kondisi tersebut bisa terganggu ketika tubuh terus terpapar cahaya dari layar televisi. Bahkan saat mata terpejam, sebagian cahaya masih dapat menembus kelopak mata yang relatif tipis.

Akibatnya, paparan cahaya selama tidur berpotensi mengganggu sinyal biologis yang membantu tubuh memasuki fase istirahat.

Suara TV Bisa Mengganggu Tidur

Selain cahaya, suara televisi yang terus menyala juga dapat memengaruhi kenyamanan tidur.

Sebagian orang memang terbiasa menyalakan TV sebagai teman sebelum terlelap. Suara dari tayangan tertentu dianggap membantu mengalihkan pikiran atau mengurangi rasa tidak nyaman ketika suasana kamar terlalu sunyi.

Meski demikian, suara televisi cenderung berubah-ubah mengikuti tayangan. Pergantian dialog, musik, iklan, hingga suara keras yang muncul tiba-tiba dapat mengganggu tidur dan membuat seseorang terbangun tanpa disadari.

Kondisi tersebut berpotensi membuat tidur tidak berlangsung optimal, meskipun seseorang merasa telah beristirahat selama beberapa jam.

Padahal, tidur berkualitas memiliki peran penting bagi kesehatan. Saat tidur, tubuh menjalankan berbagai proses pemulihan, termasuk perbaikan jaringan, regenerasi sel, serta pemulihan fungsi otak setelah beraktivitas.

Karena itu, membiasakan diri mematikan televisi sebelum tidur dapat menjadi langkah sederhana untuk menciptakan lingkungan istirahat yang lebih nyaman. Jika membutuhkan suara sebagai pengantar tidur, pilih suara yang lembut dan stabil dengan volume rendah serta gunakan pengatur waktu agar perangkat tidak menyala sepanjang malam. ***