Menu

Mode Gelap

Berita · 23 Nov 2023 WIB ·

Mengejutkan, Al Qudri STP Beberkan Alasan Rakyat Aceh Perlu Beri Mandat DPR RI Melalui PSI


					Mengejutkan, Al Qudri STP Beberkan Alasan Rakyat Aceh Perlu Beri Mandat DPR RI Melalui PSI Perbesar

Krusial  | Banda Aceh – Stagnannya komunikasi Aceh dan pusat membuat realisasi MoU Helsinki dan UUPA jalan di tempat. Hal ini mengharuskan Aceh mengirim perwakilan yang mampu bersinergi, memiliki semangat optimisme, progresif dan realistis dengan situasi nasional saat ini. Walaupun belum memiliki perwakilan parlemen Partai Solidaritas Imdonesia (PSI) telah mampu menunjukkan komitmennya dalam memperjuangkan poin dalam UUPA berupa pembagian tanah untuk mantan kembaran GAM dengan menghadirkan langsung Sekjen DPP PSI Raja Juli Antoni yang juga wakil menteri ATR/BPN RI untuk menjawab persoalan itu dengan action nyata.

“Alhamdulillah, atas arahan Bapak Presiden Jokowi dan persetujuan menteri ATR/BPN RI Bapak Jendral TNI (Purn) Hadi Tjahjanto, Mas bro Juli Antoni setelah menerima masukan dari kader PSI dan rakyat Aceh, pada 15 agustus 2022 silam sudah menyerahkan sertifikat lahan kombatan secara simbolis sebagai tanda bahwa program tersebut siap dijalankan di Aceh. Ini bukti nyata komitmen kita memperjuangkan poin-poin UUPA hingga ke pemerintah pusat melalui kader-kader yang ada di dalam sistem pemerintahan,” ungkap Sekretaris DPW PSI Aceh, Al Qudri STP, Kamis 23 November 2023.

Menurut mantan Sekjen Forum Paguyuban Mahasiswa dan Pemuda Aceh (FPMPA) itu, agar perjuangan tentang realisasi butir-butir UUPA itu dapat terus dilakukan dan dimaksimalkan maka sudah seyogyanya rakyat Aceh membuka hati memberi mandat kepada generasi muda peduli yang kini maju ke DPR RI melalui PSI.

“Agar perjuangan yang sudah dilakukan itu tidak terputus bahkan dapat dimaksimalkan lagi ke depan termasuk butir-butir lainnya dalam UUPA yang penting demi kemaslahatan Aceh, maka tentunya perlu ada perwakilan PSI di parlemen untuk mengawal persoalan tersebut,” bebernya.

Baca Juga:  Diduga Ikan Kerling Mulai Langka

Al Qudri melanjutkan, dengan kondisi alokasi anggaran Otsus yang makin mengecil saat ini, pada tahun 2023 hanya Rp. 3,9 T dan 2024 hanya Rp 3,3 T maka untuk ke depannya perjalanan JKA juga berpotensi mengalami stagnan karena persoalan anggaran. Sementara otsus Aceh selain untuk kesehatan juga digunakan untuk 5 sektor lainnya. “Dalam hal ini, PSI hadir sebagai Partai yang berkomitmen menggratiskan layanan kesehatan bagi rakyat melalui program BPJS gratis. Insya Allah jika PSI ditakdirkan mendapat mandat rakyat dan menang pada pemilu 2024 mendatang, maka keberlangsungan program kesehatan gratis masyarakat akan jadi prioritas,”jelas caleg DPR RI Dapil Aceh 1 itu.

Tak berhenti sampai disitu, salah satu persoalan lain yang serius di Aceh khususnya di Aceh dan Indonesia pada umumnya adalah persoalan korupsi yang kian memprihatinkan. Dalam hal ini, PSI juga secara nyata menjadi Partai yang selama ini secara tegas mengusulkan dan memperjuangkan hadirnya Undang -undang perampasan Aset bagi Pelaku Korupsi. “Jadi, PSI selama ini telah berjuang agar UU ini dapat disahkan, sehingga para koruptor yang terbukti bersalah nantinya dimiskinkan. Hanya saja agar hal ini dapat diperjuangkan lebih maksimal agar disahkan, maka diperlukan mandat rakyat kepada kader PSI untuk ke DPR RI,” tegasnya.

Al Qudri mengatakan, pasca PSI dikomandoi putra bungsu Presiden Jokowi, Bro Kaesang Pangarep trend PSI secara nasional meningkat pesat dan parlementary tresold (PT) bukan lagi sebuah persoalan. Bahkan, melihat trend positif itu PSI secara nasional menetapkan target minimal 8% perolehan suara se-Indonesia.

Baca Juga:  WALHI Sambut Baik Respon Cepat KLHK Tangani Kebauan di PT Medco E&P Malaka

“Alhamdulillah dari hari ke hari trend PSI semakin meningkat pesat secara nasional dan insya Allah PSI akan mengirim kader-kadernya ke Senayan. Tinggal lagi, kita berharap rakyat Aceh turut memberikan mandat kepada perwakilan Partai anak muda ini ke DPR RI sehingga dapat memaksimalkan perjuangan rakyat Aceh di Senayan,” sebutnya.

Qudri menambahkan, diakui ataupun tidak keluarga Presiden Jokowi memiliki hubungan yang cukup melekat dengan Aceh. Bahkan, ketika Pilpres 2019 rakyat Aceh belum berkenan memberikan suaranya, beliau tetap sering mengunjungi dan memberikan perhatiannya kepada Aceh sebagai kampung keduanya. Bahkan Presiden Jokowi merupakan kepala negara yang paling sering berkunjung ke Aceh. Bahkan, kata Qudri, di tengah kesibukannya ketum PSI Kaesang Pangarep menyempatkan diri untuk menyapa masyarakat Aceh melalui videonya pada PKA 8 yang baru saja berlangsung.

“Ini membuktikan keluarga Presiden Jokowi, termasuk mas Bro Kaesang yang kini memimpin PSI memiliki hubungan bathin yang kuat dengan Aceh. Sehingga, dengan penuh kerendahan hati kami mengetuk pintu hati rakyat Aceh untuk memberikan amanah kepada PSI yang dikomandoi langsung oleh putera bungsu Pak Presiden Jokowi ini. Insya Allah sebagai partai anak muda kita memiliki semangat, tekad dan komitmen yang untuk memperjuangkan harapan rakyat,” ujarnya.

Baca Juga:  Pemerintah Aceh Cabut Izin Tambang PT BMU di Aceh Selatan

Al Qudri juga menyebutkan PSI sebagai partai anak muda siap memperjuangkan realisasi qanun pembangunan kepemudaan Aceh. “Ada beberapa aturan pelaksana qanun nomor 4 tahun 2018 tentang pembangunan kepemudaan Aceh yang memang harus direalisasikan sehingga pembinaan dan pemberdayaan kalangan muda di Aceh berjalan maksimal, sehingga para pemuda lebih memiliki ruang berpartisipasi aktif dalam membangun Aceh,” tegasnya.

Tak hanya itu, Al Qudri juga menegaskan bahwa PSI adalah partai yang sangat menghargai dan menjunjung tinggi kearifan lokal termasuk persoalan penegakan Syariat Islam. “Masyarakat bisa lihat selama ini PSI Aceh turut bersuara untuk penegakan Syariat Islam, ini bukti nyata PSI menjunjung tinggi dan berjuang untuk menjaga nilai-nilai kearifan lokal Aceh itu, apalagi di PSI Aceh juga banyak anak muda alumni dayah yang terlibat saat ini,” kata Al Qudri yang juga pernah belajar di Pondok Pesantren Ar-Raudhatul Hasanah, Sumatera Utara pada tahun 2002-2005 silam.

Terakhir, Al Qudri juga mengajak masyarakat Aceh untuk menyambut pemilu 2024 dengan politik riang gembira, santai dan santui demi proses demokrasi yang lebih baik.

“Beu slow, beu tenang bek panik (yang santai, yang tenang, jangan panik), gunakan hak suara berikan kesempatan kepada anak muda. Jok amanah bak aneuk muda, insya Allah nasihat na bak untung tuha (berikan amanah kepada anak muda, kalangan tua memberikan nasehat), mudah-mudahan perjuangan kerinduan rakyat Aceh akan tertawa nantinya,” demikian tutup Al Qudri.***

Artikel ini telah dibaca 59 kali

KRUSIAL badge-check

Penulis

Anda dapat menyiarkan ulang, menulis ulang, dan atau menyalin konten ini dengan mencantumkan sumber Krusial.com dan Ikuti Berita Lainnya di Google News
Baca Lainnya

PERMAS For PALA Desak Bustami Hamzah Mencalonkan Diri Menjadi Gubernur Aceh

20 Juli 2024 - 11:05 WIB

Pemerintah Aceh Gelar Pemeriksaan Fisik Mobil Dinas untuk Transportasi PON XXI

20 Juli 2024 - 08:56 WIB

SMAN 1 Blangjerango dan Koramil Gotong Royong Bersihkan Lingkungan

20 Juli 2024 - 08:39 WIB

PBNU Terbitkan Larangan Kerja Sama dengan Lembaga Berafiliasi Israel

20 Juli 2024 - 06:29 WIB

SMP Negeri 4 Kluet Timur Laksanakan Pemilihan Ketua OSIS Tahun Ajaran 2024/2025

20 Juli 2024 - 04:47 WIB

Pj Gubernur: Festival Rapai Aceh, Sarana Pelestarian Budaya

20 Juli 2024 - 04:09 WIB

Trending di News