Menu

Mode Gelap

Kesehatan · 4 Jun 2024 WIB ·

Kemenkes Tindak Tegas Named dan Nakes yang Jadi Calo untuk Dapatkan SKP


					Kemenkes Tindak Tegas Named dan Nakes yang Jadi Calo untuk Dapatkan SKP. Perbesar

Kemenkes Tindak Tegas Named dan Nakes yang Jadi Calo untuk Dapatkan SKP.

Krusial | Jakarta – Kementerian Kesehatan akan menindak tiga tenaga kesehatan (nakes) yang diduga menjadi calo untuk tenaga medis (named) dan nakes untuk mendapatkan Satuan Kredit Profesi (SKP) yang dibutuhkan untuk memperpanjang Surat Izin Praktik (SIP) setiap lima tahun.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan untuk named dan nakes yang terbukti menjadi calo SKP akan dicabut sementara Surat Tanda Registrasi (STR) dan SIP selama 12 bulan.

“Jika terbukti berulang dua kali, STR dan SIP akan dicabut seumur hidup,” kata Menkes Budi dikutip dari InfoPublik, pada Selasa, 04 Juni 2024.

Sementara itu, named dan nakes yang terbukti memakai jasa calo SKP akan dicabut sementara STR dan SIP selama enam bulan. Jika terbukti berulang dua kali, STR dan SIP akan dicabut seumur hidup.

Baca Juga:  Tindak Lanjut Ratas dengan Presiden, Penjabat Gubernur Aceh dan Sumatera Utara Sambangi Menpora Bersama KONI Pusat

Selain melalui regulasi, pencegahan praktek percaloan juga akan dilakukan melalui sistem, yaitu menambahkan proses verifikasi pengenal wajah atau face recognition pada sistem Pelataran Sehat (portal untuk kegiatan pembelajaran berkelanjutan) yang akan siap di September 2024.

Paralel menunggu infrastruktur face-recognition diterapkan, tim Kemenkes akan memantau anomali-anomali dalam pembelajaran online.

Juru Bicara Kemenkes Mohammad Syahril mengatakan keamanan pasien adalah yang utama. Ia menyayangkan ada oknum menggunakan jasa calo karena akan berdampak pada layanan ke masyarakat.

Baca Juga:  Patroli Antisipasi Gangguan Kamtibmas, Polisi Amankan Senpi Rakitan, Sabu dan Ganja

“Sangat disayangkan ada oknum-oknum named dan nakes yang menggunakan jasa calo untuk seolah-olah meningkatkan kompetensi mereka secara berkala. Yang dirugikan nanti masyarakat karena dilayani oleh named/nakes yang tidak kompeten,” kata Syahril.

Pendeteksian dan penindakan terhadap praktek percaloan saat ini semakin mudah seiring dengan pembenahan sistem pembelajaran berkelanjutan SKP berbasis online, dibanding sistem sebelum terbitnya Undang-Undang Kesehatan No 17/2023 yang diduga marak praktek percaloan karena berbasis manual dan tidak terintegrasi.

Tiga oknum yang akan ditindak berasal dari Jakarta, Semarang, dan Surabaya. Sistem berhasil melacak praktek anomali di tiga kota tersebut. Mereka menyamar seolah-olah menjadi named/nakes yang sedang mengikuti pembelajaran berkala secara online.

Kemudian berhasil mendapatkan SKP dari pembelajaran tersebut. Para calo ini menawarkan jasa mereka melalui sosial media dan WA group dengan bayaran tertentu.

Baca Juga:  Bank Aceh dan PT. Pegadaian Tandatangani MoU Tingkatkan Layanan Digital

Sistem pembelajaran berkala untuk mendapatkan SKP sangat penting untuk menjaga kualitas tenaga kesehatan dalam melayani masyarakt.

SKP dapat diperoleh antara lain melalui proses pembelajaran berkelanjutan atau seminar atau workshop yang diselenggarakan oleh lembaga penyelenggara pendidikan, RS, dinas kesehatan, dan organisasi profesi yang telah terakreditasi oleh Kemenkes melalui Plataran Sehat di laman laman https://lms.kemkes.go.id/.***

Artikel ini telah dibaca 68 kali

KRUSIAL badge-check

Penulis

Anda dapat menyiarkan ulang, menulis ulang, dan atau menyalin konten ini dengan mencantumkan sumber Krusial.com dan Ikuti Berita Lainnya di Google News
Baca Lainnya

PERMAS For PALA Desak Bustami Hamzah Mencalonkan Diri Menjadi Gubernur Aceh

20 Juli 2024 - 11:05 WIB

Pemerintah Aceh Gelar Pemeriksaan Fisik Mobil Dinas untuk Transportasi PON XXI

20 Juli 2024 - 08:56 WIB

SMAN 1 Blangjerango dan Koramil Gotong Royong Bersihkan Lingkungan

20 Juli 2024 - 08:39 WIB

PBNU Terbitkan Larangan Kerja Sama dengan Lembaga Berafiliasi Israel

20 Juli 2024 - 06:29 WIB

SMP Negeri 4 Kluet Timur Laksanakan Pemilihan Ketua OSIS Tahun Ajaran 2024/2025

20 Juli 2024 - 04:47 WIB

Pj Gubernur: Festival Rapai Aceh, Sarana Pelestarian Budaya

20 Juli 2024 - 04:09 WIB

Trending di News