Menu

Mode Gelap

Daerah · 6 Jun 2024 WIB ·

Gempur Datangi PLN UP3 Meulaboh, Minta Ganti Rugi Kerusakan Elektronik


					Gempur melakukan aksi unjuk rasa di Kantor PLN UP3 Meulaboh, Kamis, 6 Juni 2024. (Foto: Krusial/Reza). Perbesar

Gempur melakukan aksi unjuk rasa di Kantor PLN UP3 Meulaboh, Kamis, 6 Juni 2024. (Foto: Krusial/Reza).

Krusial | Meulaboh – Puluhan masyarakat dan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Umum Raya (Gempur) melakukan aksi unjuk rasa di Kantor Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Meulaboh, Aceh Barat. Gempur mengungkapkan kekecewaannya atas kerusakan elektronik milik sejumlah masyarakat akibat pemadaman listrik.

“Kita perwakilan masyarakat bersama mahasiswa hari ini melakukan aksi terkait pemadaman listrik pada tanggal 3-5 Juni 2024 dengan kondisi listrik hidup mati, sehingga imbasnya elektronik masyarakat di Aceh Barat rusak,” ungkap Korlap Aksi Gempur, Deni Setiawan, pada Kamis, 06 Juni 2024.

Baca Juga:  Yayasan HAkA & Canopy Planet Bantu Pengembangan Ekowisata Aceh Timur

Ia mengatakan, tujuan utama dilakukan aksi unjuk rasa yaitu menuntut ganti rugi atas kerusakan barang elektronik milik masyarakat sebagaimana diatur dalam Pasal 42 Nomor 20 Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker) perubahan Pasal 29 Ayat (1) UU Ciptaker tahun 2020 tentang ketenaga listrikan.

Selain itu, pihaknya juga meminta untuk memberikan kompensasi dalam hal pemotongan tagihan listrik sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Energi Sumber Daya Mineral (Permen ESDM) Nomor 18 tahun 2019 perubahan atas Permen Nomor 27 tahun 2017 tentang Tingkat Mutu Pelayanan.

“Kita minta agar PLN UP3 Meulaboh segera melakukan eksekusi terkait ganti rugi dan kompensasi sebagaimana disebutkan kedua aturan itu kepada masyarakat yang merasa dirugikan. Menurut pihak PLN UP3 Meulaboh, kedua tuntutan tersebut akan dijawab pada Senin, 10 Juni 2024,” katanya.

Baca Juga:  Pasien RSUD Yuliddin Away Keluhkan Ketersediaan Kursi Roda

Selain kedua tuntutan tersebut, jelas Deni, terdapat tuntutan lainnya tertuju kepada Pemerintah Aceh agar membangun pusat unit pengaturan energi kelistrikan di Provinsi Aceh.

Menurutnya, hal itu diminta supaya Aceh tidak lagi berharap atau tidak diatur tentang kelistrikan oleh Sumatera Utara (Sumut).

“Jadi Aceh untuk menerangi Sumut itu cukup. Namun apa, hari ini Aceh membeli arus listrik dari Sumut, padahal pembangkitnya ada di Aceh. Kita berharap pemerintah Aceh tidak tertidur dan dapat menindaklanjutinya,” ujar Deni.

Baca Juga:  Izil Azhar Mantan Panglima GAM "dibeurkah" KPK

Tempat sama, Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Universitas Teuku Umar (UTU) Meulaboh, Dede mengatakan, Gempur yang terdiri dari mahasiswa akan mendirikan posko pengaduan untuk menyerap kerusakan elektronik milik masyarakat imbas dari pemadaman listrik.

“Kita mendirikan posko di halaman Kantor PLN UP3 Meulaboh. Apabila ada masyarakat yang merasa dirugikan atas kerusakan elektroniknya, maka boleh mengadu kepada kami hingga Minggu, 9 Juni 2024, untuk diperjuangkan menggantikan kerugian,” kata Dede.***

Artikel ini telah dibaca 72 kali

Reza Alatif badge-check

Penulis

Anda dapat menyiarkan ulang, menulis ulang, dan atau menyalin konten ini dengan mencantumkan sumber Krusial.com dan Ikuti Berita Lainnya di Google News
Baca Lainnya

PERMAS For PALA Desak Bustami Hamzah Mencalonkan Diri Menjadi Gubernur Aceh

20 Juli 2024 - 11:05 WIB

Pemerintah Aceh Gelar Pemeriksaan Fisik Mobil Dinas untuk Transportasi PON XXI

20 Juli 2024 - 08:56 WIB

SMAN 1 Blangjerango dan Koramil Gotong Royong Bersihkan Lingkungan

20 Juli 2024 - 08:39 WIB

PBNU Terbitkan Larangan Kerja Sama dengan Lembaga Berafiliasi Israel

20 Juli 2024 - 06:29 WIB

SMP Negeri 4 Kluet Timur Laksanakan Pemilihan Ketua OSIS Tahun Ajaran 2024/2025

20 Juli 2024 - 04:47 WIB

Pj Gubernur: Festival Rapai Aceh, Sarana Pelestarian Budaya

20 Juli 2024 - 04:09 WIB

Trending di News