Krusial.com — Demisioner DEMA STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh (TDM), Alfa Salam, mendesak pihak kampus memberikan kejelasan terkait permintaan dokumen Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan penanganan dugaan pelecehan atau kekerasan seksual yang menjadi perhatian mahasiswa.

Alfa mengatakan DEMA telah mengirim surat permintaan informasi kepada pihak kampus pada 2 September 2026 dengan Nomor 010/DEMA/STAIN TDM/09/2026. Setelah itu, pihaknya beberapa kali mendatangi kampus untuk menindaklanjuti permintaan tersebut.

Namun, menurut Alfa, hingga kini dokumen RAB maupun penjelasan yang diminta belum diterima.

“Kami sudah melayangkan surat secara resmi dan beberapa kali datang langsung ke kampus untuk meminta RAB anggaran kampus. Namun sampai detik ini, kami belum mendapatkan hasil atau dokumen yang kami minta,” ujar Alfa dalam keterangan tertulisnya, Selasa (6/10/2026).

Ia menyebut permintaan tersebut merupakan bagian dari fungsi kontrol mahasiswa dan merujuk UU Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi serta UU Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

“Yang kami minta adalah kepastian dan transparansi. Kalau memang ada informasi yang tidak bisa diberikan, sampaikan dasar dan alasannya,” katanya.

Selain persoalan anggaran, Alfa meminta kampus memberikan respons yang jelas terhadap dugaan pelecehan atau kekerasan seksual yang menjadi perhatian mahasiswa.

“Kami tidak ingin menghakimi siapa pun. Tetapi ketika ada dugaan pelecehan seksual, harus ada respons kelembagaan yang jelas. Korban atau pelapor harus mendapat perlindungan, sementara pihak yang dituduhkan tetap memiliki hak atas proses yang adil,” ujarnya.

Alfa juga mengapresiasi aksi mahasiswa Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) pada 6 Oktober 2026 di Gedung Syariah terkait dugaan tersebut.

Ia meminta kampus memastikan penanganan dilakukan secara objektif, sesuai mekanisme, membuka ruang dialog dengan mahasiswa, serta memberikan jawaban atas persoalan yang telah disampaikan melalui jalur kelembagaan.

“Kami sudah memilih jalur kelembagaan. Surat sudah kami layangkan, kampus sudah beberapa kali kami datangi. Kami hanya ingin ada jawaban dan keterbukaan,” pungkasnya. ***