Menu

Mode Gelap

Berita · 24 Jan 2022 WIB ·

DPP GMI Akan Melaporkan Queens Beauty Clinik ke Kemenkes Terkait BPOM dan Dugaan Praktik Ilegal


					DPP GMI Akan Melaporkan Queens Beauty Clinik ke Kemenkes Terkait BPOM dan Dugaan Praktik Ilegal Perbesar

JAKARTA – Klinik Kecantikan Queen Beauty Clinic yang berlokasi di Sunter Agung, Jakarta Utara digerebek polisi karena tidak punya izin alias ilegal. Klinik ini telah beroperasi sejak tahun 2000, namun hingga kini tidak memiliki izin praktek.

Ketua Umum DPP GMI Albar, Senin (24/01/2022), menyampaikan juga akan melaporkan Queen Beauty Clinic ke Kemenkes terkait BPOM dan Praktek Illegal.

“Klinik ini tidak memiliki izin usaha untuk praktik kecantikan. Obat-obatan yang ada di klinik ini juga disebut tidak memiliki izin edar,” ujarnya.

Baca Juga:  Nama Baik Paspampres Tercoreng, Ketua Komite I Fachrul Razi Minta Panglima TNI Pecat Pelaku Penganiayaan Warga Aceh di Jakarta

Lanjunya, ini telah melanggar Undang-Undang Kesehatan Nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan, Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen dan Undang-Undang Nomor 29 tahun 2004 tentang praktik kedokteran.

Pemilik Queen Beauty Clinic yang telah ditetapkan sebagai tersangka selama ini menggabungkan kegiatan Queen Beauty Clinic dengan Klinik Utama Queen yang memiliki izin. Klinik ini juga mengelabui pasien dengan menorehkan metode dari Jepang dan Jerman dalam brosur. Klinik ini juga menggunakan gelar Profesor Doktor agar konsumen yakin melakukan perawatan.

Baca Juga:  Anak Muda Bergerak, Paragon dan Youth.id Lakukan Ekspedisi Ke Pulau Terluar di Provinsi Aceh

DPP GMI berharap agar praktek illegal seperti ini tidak terjadi lagi dan Kemenkes sigap menutup praktek ini juga teliti dengan aktivitas praktek yang ada di klinik kecantikan yang beredar.

“Pemilik klinik kecantikan ini telah di tahan pada tahun 2016 dan tetap beroperasi aktiv sampai sekarang sedangkan kita ketahui pemilik queen beauty clinik baru bebas per januari ditahun ini,” katanya.

Albar mengatakan, ktivitas illegal seperti ini sangat merugikan pasien, karena izinnya tidak ada dan obat – obatannya juga tidak memiliki izin BPOM.

Baca Juga:  Kemenhub Ingatkan Pentingnya Uji Berkala Kendaraan dan Selektif Memilih Bus

“Agar tidak terjadi banyak korban di kemudian hari, kami melaporkan ke Kemenkes agar praktek yang beredar dapat beraktivitas sesuai izin dan aturan yang ada” tutupnya.

Artikel ini telah dibaca 112 kali

KRUSIAL badge-check

Penulis

Anda dapat menyiarkan ulang, menulis ulang, dan atau menyalin konten ini dengan mencantumkan sumber Krusial.com dan Ikuti Berita Lainnya di Google News
Baca Lainnya

Bank Aceh dan PT. Pegadaian Tandatangani MoU Tingkatkan Layanan Digital

17 Juli 2024 - 23:00 WIB

Maraknya Kasus Korupsi di Aceh, GPI Aceh Demonstrasi di Kejati Aceh

17 Juli 2024 - 12:03 WIB

Promosi Judi Online, Seorang Selebgram Asal Aceh Jaya Ditetapkan sebagai Tersangka

17 Juli 2024 - 11:28 WIB

Kajari Aceh Selatan Gelar Coffee Morning dengan Wartawan

17 Juli 2024 - 07:55 WIB

T. Bustami, Eks GAM Ajak Masyarakat Aceh Barat Pelihara Perdamaian

17 Juli 2024 - 02:50 WIB

Pertukaran Budaya Friendship Force Internasional, AAA Sambut Tamu dari Australia

16 Juli 2024 - 11:33 WIB

Trending di News