Krusial.com — BP/LPQ Tahfidz Qur’an Munawarah Al-Aziziyah Kotafajar resmi memulai pembangunan mushala dengan ditandai peletakan batu pertama, Selasa (21/01/2026).
Kegiatan ini dihadiri Tgk Imum Kotafajar, Tgk Yuspikar selaku pimpinan BP/LPQ Tahfidz Qur’an, aparatur gampong, anggota Tuha Peut, serta pengurus lembaga.
Peletakan batu pertama ini menjadi langkah awal terwujudnya mushala yang nantinya difungsikan sebagai pusat pembinaan keagamaan dan pendidikan bagi para santri dan santriwati di lingkungan BP/LPQ Tahfidz Qur’an.
Saat ini, BP/LPQ Tahfidz Qur’an membina sekitar 150 santri dan santriwati dengan dukungan delapan orang dewan guru. Kegiatan belajar mengajar berlangsung setiap hari mulai pukul 13.30–17.00 Wib pada siang hari, dilanjutkan sesi malam pukul 17.00–21.00 Wib, serta pelaksanaan shalat berjamaah Ashar, Magrib, dan Isya.
Ketua panitia pembangunan menyampaikan harapannya agar mushala ini dapat menjadi sarana pembinaan akhlak dan keilmuan agama yang lebih baik bagi generasi muda.
“Kami berharap mushala ini menjadi pusat kegiatan keagamaan dan pendidikan yang berkualitas bagi anak-anak kita,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Tgk Imum Kotafajar yang mengapresiasi inisiatif pembangunan mushala tersebut. Menurutnya, keberadaan mushala sangat penting dalam mendukung peningkatan pendidikan agama sejak usia dini.
Sementara itu, Pimpinan BP/LPQ Tahfidz Qur’an, Tgk Yuspikar, menegaskan bahwa pembangunan mushala merupakan bagian dari komitmen lembaganya dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan pembinaan keagamaan.
“Kami terus berupaya menciptakan lingkungan pendidikan yang baik agar anak-anak tumbuh menjadi generasi beriman, berilmu, dan berakhlak mulia,” ungkapnya.
Ia juga menjelaskan bahwa BP/LPQ Tahfidz Qur’an selama ini telah melakukan berbagai langkah penguatan, mulai dari peningkatan kualitas tenaga pengajar, pembenahan fasilitas belajar, hingga pengembangan kegiatan ekstrakurikuler.
“Dengan adanya mushala ini, kami berharap pembinaan keagamaan dapat berjalan lebih maksimal dan melahirkan generasi yang berprestasi,” tambahnya.
Acara peletakan batu pertama ditutup dengan doa bersama serta penandatanganan prasasti sebagai simbol dimulainya pembangunan mushala.***
Tinggalkan Balasan