Krusial.com — Status kebencanaan sebagian daerah di Provinsi Aceh telah beralih dari masa tanggap darurat ke fase transisi darurat. Ada 14 kabupaten menyatakan pergeseran status.
“Per hari ini terdapat 14 kabupaten di Provinsi Aceh yang telah menyatakan pergeseran status dari tanggap darurat ke transisi darurat. Wilayah-wilayah tersebut masih menjadi fokus utama kami,” ucap Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari saat konferensi pers di kantor BNPB, Jakarta, Jumat (9/1/2026).
“Terutama dalam pemulihan akses jalan darat. Juga distribusi logistik ke titik-titik masyarakat yang lokasinya cukup jauh dari poskon,” ujarnya.
Abdul menyampaikan, saat ini warga yang masih mengungsi tercatat mencapai 238.627 jiwa, tersebar di berbagai wilayah terdampak. Terkait korban jiwa, BNPB mencatat adanya penambahan korban jiwa.
“Satu jiwa di Aceh Utara kemudian, terdapat dua korban jiwa di Kabupaten Langkat serta satu korban jiwa di Tapanuli Tengah. Sehingga total korban meninggal dunia kini menjadi 1.182 jiwa,” kata Abdul Muhari.
Ia menyampaikan simpati dan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban atas musibah tersebut. Selain itu, Abdul menyampaikan BNPB juga memperbarui data korban hilang yang hingga saat ini masih dalam proses validasi.
“Sekali lagi, tentu saja simpati dan belasungkawa yang mendalam kami sampaikan kepada seluruh keluarga korban. Untuk korban hilang, per 9 Januari 2026 ini telah kami sesuaikan dan tervalidasi sebanyak 145 jiwa,” ucap Abdul Muhari.
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menjelaskan terdapat 52 kabupaten/kota di tiga provinsi yang terdampak bencana. Sejak awal, Tito menyampaikan bahwa pemerintah telah melakukan mobilisasi besar-besaran untuk penanganan tanggap darurat.
“Pemulihan kami fokus membuka akses jalan, membangun jembatan, menyediakan layanan kesehatan, serta memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi segera. Dari 52 kabupaten kota terdampak, sebagian besar menunjukkan kemajuan, pemerintahan berjalan, konektivitas pulih, layanan dasar aktif kembali ekonomi,” kata Tito Karnavian.***
Tinggalkan Balasan