Krusial | Sulut — PT Van Aroma saat ini menjadi perbincangan hangat di kalangan petani Nilam Sulawesi Utara (Sulut) karena diduga memanipulasi harga Nilam di daerah tersebut. Berikut adalah profil PT Van Aroma berdasarkan situs resminya.
PT Van Aroma didirikan pada tahun 2006 dan telah berkembang menjadi pemimpin dalam industri Minyak Atsiri Indonesia, Molekul Aroma, dan Ekstrak Botani. Perusahaan ini mengklaim bahwa kekuatan dan keunggulan mereka terletak pada transparansi penuh dengan pelanggan, pemasok, serta integrasi vertikal ke dalam sumber pasokan bahan baku dengan fasilitas di seluruh Indonesia yang menghasilkan bahan-bahan berkualitas tinggi langsung dari sumbernya.
Fasilitas pertama PT Van Aroma didirikan di kota Padang, Sumatra Barat, yang merupakan pusat pengumpulan dan standarisasi minyak atsiri. Awalnya, perusahaan ini hanya menangani dua produk, yaitu Minyak Nilam dan Minyak Pala, kemudian memperluas layanan ke produk seperti Minyak Cengkeh, Minyak Sereh, Minyak Akar Wangi, serta berbagai ekstrak alami lainnya dari Jawa dan Sulawesi.
Pada tahun 2009, PT Van Aroma menambahkan fasilitas kedua di Jakarta untuk memenuhi permintaan yang terus meningkat terhadap produk mereka. Berikut adalah perjalanan PT Van Aroma:
- 2006: Van Aroma didirikan pada 24 Mei
- 2008: Memindahkan kantor pusat ke Gunung Putri, Bogor
- 2011: Membangun fasilitas penyimpanan produk khusus dengan kontrol suhu
- 2017: Mengimplementasikan solusi ERP dan CRM untuk memperlancar aktivitas bisnis
- 2018: Memasang dan mengoperasikan sistem Ekstraksi Fluida Superkritis skala pilot yang sepenuhnya otomatis menggunakan CO₂.
- 2019: Membentuk tim Global, serta Pemasaran & Penjualan Independen
- 2021: Menerima Primaniyarta Award 2021.
- 2022: Menerima Primaniyarta Award 2022.
- 2023: Meluncurkan Van Aroma Kolaka Fase 2
PT Van Aroma telah menerima penghargaan bergengsi dari pemerintah, yaitu Primaniyarta Award, selama dua tahun berturut-turut, yaitu 2021-2022. Penghargaan ini diberikan kepada eksportir dan kepala daerah yang mendukung ekspor.
Di Sulawesi Utara, PT Van Aroma membuka tempat pengumpulan minyak atsiri di Kotamobagu pada September 2024.***
1 Komentar
Pak Sandeep dan anaknya memang pintar mainin pasar!
Mereka beli nilam di 2023 seharga 35 USD/kg, lalu jual di Eropa tahun 2024 sampai 160–180 USD/kg. Stoknya nggak main-main, 300–400 ton!
Nggak heran aset dan propertinya di mana-mana, katanya sampai di Grasse juga.
Mererka bisa hapuskan semua berita buru yg keluar dalam berapa hari dari google !!!
Hebat
BRAVOOO