Krusial — Secara historis, pasokan uang yang beredar alias M2 money supply di Amerika Serikat (AS) terus meningkat dari tahun ke tahun. Meski di tahun 1960 uang yang dicetak masih sedikit, tetapi angka peredarannya meningkat sangat tajam hingga tahun 2022 tembus US$21,7 triliun.
Peredaran mata uang fiat yang masih tinggi itu menunjukkan kebutuhannya akan dolar semakin besar, terutama dalam situasi darurat atau genting seperi krisis keuangan, pandemi, perang, atau ancaman dari negara lain.
Namun, dalam beberapa tahun terakhir, dolar AS yang dicetak terus meningkat. Artinya, pencetakan mata uang fiat terus dilakukan tanpa batas.
Adapun revolusi industri keuangan berubah dengan adanya Bitcoin (BTC), Di mana, Bitcoin menjadi alternatif masyarakat menggantikan nilai mata uang fiat sebab pasokannya terbatas dan nilainya semakin tinggi.
Bagaimana tidak, sejak tahun 2009 diciptakannya Bitcoin, pasokannya tidak pernan berubah yakni 21 juta koin. Walau sudah 19 juta koin ditambang, namun sisanya diproyeksikan baru akan habis ditambang pada tahun 2140.
Ketersediaan Bitcoin yang tampak stagnan selama beberapa tahun mendatang itu menunjukkan bahwa aset digital tersebut tidak akan terpengaruh oleh inflasi, perang dagang, atau faktor ekonomi lainnya.
Sementara dolar AS menjadi aset yang sangat terpengaruh pergerakannya terhadap aktivitas pasar ekonomi.
Maka dari itu, kelangkaan jumlah Bitcoin di masa depan yang sangat minim membuat aset tersebut mulai dilirik.***
Tinggalkan Balasan