Krusial | Jakarta – Politeknik Aceh Selatan adalah satu-satunya perguruan tinggi vokasi yang berada di wilayah Pantai Barat Selatan Aceh yang mengemban tugas dan fungsi untuk menyelenggarakan pendidikan vokasi.

Sebagai Perguruan Tinggi Vokasi, Politeknik Aceh Selatan dituntut untuk mampu menghasilkan lulusan yang siap bekerja di dunia industri dan dunia kerja demi meningkatkan taraf kehidupan masyarakat untuk menggapai Indonesia emas 2045.

Dalam setahun tahun terakhir ada sebanyak 81 dokumen kemitraan yang telah dilakukan oleh Politeknik Aceh Selatan dalam bentuk dokumen MoU dan 42 dokumen kemitraan yang telah terealisasi dalam bentuk aktifitas kemitraan baik dalam bentuk PKS/MoA/IA.

Aktifitas kemitraan ini telah menjadi perhatian utama Politeknik Aceh Selatan. Implementasi kemitraan yang telah terjalin terus dikerjakan dan tuntutan adanya kemitraan baru yang harus dilaksanakan oleh institusi telah menjadi konsekuensi dari adanya perubahan rencana strategis institusi ke pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Industri Kelapa Sawit.

Politeknik Aceh Selatan telah memenangkan hibah pendanaan dalam program Optimasi Kemitraan Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI). Dalam program ini telah ditunjuk Politeknik Negeri Medan sebagai Perguruan Tinggi Vokasi Sumber (Pertivsum) atau sebagai pendamping Poltas untuk memperbaiki kelembagaan kerjasama dan mengakuisisi mitra strategis mereka ke Poltas.

Program ini juga akan menghasilkan rencana strategis, revisi panduan dan SOP dalam kemitraan sehingga kerjasama Poltas dengan DUDI ke depan akan semakin baik, terencana dan terukur khususnya kemitraan bidang Industri Pengolahan Kelapa Sawit.

Direktur Poltas Ir Nuzuli Fitriadi ST MT mengatakan kepada Krusial.com Kamis 29/08/24, Politeknik Aceh Selatan berterimakasih kepada Direktorat Mitra DUDI yang telah memilih Poltas sebagai salah satu penerima manfaat dalam program yang luar biasa ini, kami optimis tata kelola dan penguatan kelembagaan kemitraan di Politeknik Aceh Selatan mejadi lebih baik lagi.

“Program ini akan dilaksanakan selama 3 bulan dengan kegiatan penyusunan rencana strategis, pemetaan kerjasama, revisi panduan dan SOP kemitraan, pelatihan SDM, roadshow ke industri sawit dan penandatanganan MoU dengan perusahaan-perusahaan sawit di Indonesia. Semua kegiatan tersebut akan didampingi oleh Politeknik Negeri Medan sebagai “sister campus” sehingga output yang direncanakan akan teralisasi dan tepat sasaran,” kata Nuzuli.

Pencapaian akreditasi Baik Sekali pada tahun 2024 ini, seluruh program studi di Politeknik Aceh Selatan menjadi indikator kuat akan kualitas pendidikan yang diselenggarakan.

Hal ini juga menjadi daya tarik tersendiri bagi mitra potensial untuk menjalin kerjasama karena menjamin kualitas lulusan dan proses pendidikan yang dijalankan, cetusnya.

Beberapa potensi yang dimiliki oleh Politeknik Aceh Selatan adalah sebagai berikut :

Lokasi strategis, Fokus kepada industri sawit, Akreditasi Program Studi Baik Sekali.
dan Jejaring kemitraan yang sudah terbangun yaitu 81 kerjasama yang sudah terjalin dalam bentuk MoU dan PKS dan 42 aktivitas kemitraan yang telah terealisasi, Politeknik Aceh Selatan memiliki basis yang kuat untuk mengembangkan dan memperdalam kemitraan yang ada, serta memanfaatkannya untuk membuka peluang kerjasama baru.