Menu

Mode Gelap

Berita · 22 Jul 2022 WIB ·

Terkait Tumpahan Minyak Di Badan Jalan, Koordinator For-PAS Minta Dishub Aceh Selatan Bersikap Tegas


					Pengendara Sepeda Motor Alami Kecelakaan Akibat Melintasi Tumpahan Minyak Di Gunung Panjupian Aceh Selatan, Kamis (21/7/2022) Photo HO Perbesar

Pengendara Sepeda Motor Alami Kecelakaan Akibat Melintasi Tumpahan Minyak Di Gunung Panjupian Aceh Selatan, Kamis (21/7/2022) Photo HO

ACEH SELATAN – Koordinator For-PAS Aceh Selatan, Teuku Sukandi akhirnya angkat suara terkait ceceran tumpahan minyak sawit (cpo) yang diduga berasal dari arah Nagan Raya di jalan negara Kabupaten Aceh Selatan, pasalnya kondisi itu beresiko mengundang kecelakaan maut yang akan merenggut nyawa manusia.

“Mencermati Berita di Media Krusial Com Edisi Kamis Tanggal 21/7/2022, bahwa ceceran tumpahan minyak sawit mulai dari ruas jalan negara Kecamatan Labuhan Haji sampai dengan ruas jalan negara Kecamatan Trumon telah mengakibatkan terjadinya kecelakaan di beberapa titik,” tulisnya dalam siaran pers yang diterima redaksi Krusial.com, Jumat (22/7/2022) sore.

Baca Juga:  Dihadapan Ribuan Pengunjung, Pj TP PKK Aceh Selatan Sebut Penyantunan Anak Yatim Sebagai Inspirasi

Sukandi menyoroti konfirmasi Kadishub Aceh Selatan kepada Krusial.Com telah memberikan keterangan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan Satlantas sekaligus Kadishub juga akan mempelajari kembali UU RI No 22 Tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan dengan alasan rekomendasi izin operasional pengangkutan itu bukan wewenang kabupaten.

“Bila pemahaman regulasi ini dipedomani dengan sempit maka akan terjadi kekakuan penafsiran yang resikonya akan berakibat fatal yang mengakibatkan penguna jalan kehilangan nyawa,” ulasnya.

Baca Juga:  Dua Unit Rumah Semi Permanen Hangus Terbakar Ludes Dilalap Si Jago Merah

Oleh sebab itu, Teuku Sukandi menyarankan agar Kadishub dan Satlantas pelajari, PP no 37 tahun 2017 (PP ini adalah juklak dan juknis dari UU) tentang keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan.

“Ini adalah satu keadaan terhindarnya setiap orang dari resiko kecelakaan yang disebabkan oleh manusia, kendaraan, jalan dan atau lingkungan,” tukasnya.

Sukandi melanjutkan berdasarkan aturan ini maka kendaraan yang mengakibatkan ceceran minyak sawit mesti segera di antispasi dengan tindakan preventif dan komprehensif dengan dimintakan pertanggungjawabannya.

Baca Juga:  Pembangunan RS Pratama di Kedai Runding Kecamatan Kluet Selatan Telan Dana Rp. 44 Milyar

“Kiranya saran ini dapat diindahkan pihak terkait (Dishub dan Satlantas) supaya masyarakat tidak melakukan tindakan hukum rimba,” pungkas Teuku Sukandi.(Safdar.S/Red)

Artikel ini telah dibaca 187 kali

KRUSIAL badge-check

Penulis

Anda dapat menyiarkan ulang, menulis ulang, dan atau menyalin konten ini dengan mencantumkan sumber Krusial.com dan Ikuti Berita Lainnya di Google News
Baca Lainnya

Tgk. Muhammad Ridho Agung Wisudawan Terbaik 2024 Universitas Paramadina

19 Juni 2024 - 11:49 WIB

Ribuan Warga Padati Acara Open House Idul Adha di Kediaman Haji Mirwan

19 Juni 2024 - 11:04 WIB

Mulai Hari Ini SIM Mati Bisa Diperpanjang Tak Perlu Bikin Baru

19 Juni 2024 - 07:13 WIB

Ada Enam Strategi Nasional Kemenkes Tanggulangi DBD di Indonesia

18 Juni 2024 - 15:09 WIB

Kemenkes: Waspada DBD di Musim Kemarau

18 Juni 2024 - 15:02 WIB

Mahmuddin Terpilih Sebagai Ketua HIMPASAY Yogyakarta

16 Juni 2024 - 11:34 WIB

Trending di News