Menu

Mode Gelap

Berita · 21 Jul 2022 WIB ·

Tekan Angka Pernikahan Anak Di Bawah Umur, Mahkamah Syari’ah Tapaktuan Dan Pemkab Aceh Selatan Teken MOU


					Bupati Aceh Selatan, Tgk.Amran dan Ketua Mahkamah Syar'iyah Tapaktuan, Ervy Sukmawarti S.H.I, MH serta SKPK lainnya Photo Bersama Usia Penandatanganan MOU Upaya Penekanan Pernikahan Anak Di Bawah Umur, Tapaktuan, (21/7/2022). Photo : HO Perbesar

Bupati Aceh Selatan, Tgk.Amran dan Ketua Mahkamah Syar'iyah Tapaktuan, Ervy Sukmawarti S.H.I, MH serta SKPK lainnya Photo Bersama Usia Penandatanganan MOU Upaya Penekanan Pernikahan Anak Di Bawah Umur, Tapaktuan, (21/7/2022). Photo : HO

ACEH SELATAN – Tekan upaya pernikahan anak di bawah umur, Mahkamah Syari’ah Tapaktuan melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MOU) dan Perjanjian Kerjasama (PKS) dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan di Rumoh Inong Tapaktuan, Kamis (21/7/2022).

Bupati Aceh Selatan, Tgk.Amran mengatakan, bahwa pernikahan bukanlah sekedar menjalin ikatan yang sah antara seorang laki-laki dan perempuan, namun lebih dari pada itu, berdasarkan Undang-undang nomor 16 Tahun 2019, pernikahan diizinkan apabila mempelai laki-laki dan perempuan sudah berusia di atas 19 tahun.

Baca Juga:  Sambut Operasi Pasar, Warga Kluet Utara Padati Pasar Ikan Simpang Empat

“Maka dengan telah terbitnya undang-undang ini dan pembatasan usia pernikahan, dapat menurunkan angka pernikahan usia dibawah umur,” ucap Tgk. Amran.

Bupati menyayangkan angka pernikahan anak di Indonesia yang masih tinggi berdasarkan data Badan Pusat Statistik serta Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

“Kondisi ini tidak terkecuali di Kabupaten Aceh Selatan, penandatangan pada hari ini merupakan, salah satu upaya Pemerintah Daerah bersama Mahkamah Syar’iyah Tapaktuan dan Instansi serta SKPK terkait untuk menekan angka pernikahan usia anak,” lanjutnya.

Baca Juga:  HAMAS Dukung Pengembangan Objek Wisata Baru Di Aceh Selatan

Sementara itu, Ketua Mahkamah Syar’iyah, Ervy Sukmawarti S.H.I, MH menyebut terjadinya pernikahan anak dibawah umur disebabkan 4 faktor yaitu, faktor budaya, faktor pendidikan, faktor ekonomi dan faktor sosial.

“Mudah-mudahan dengan adanya MoU ini kita bersama bisa menekan angka pernikahan anak dibawah umur dan mengembalikan hak-hak anak, hak pendidikan serta hak kesehatan anak”, ucapnya.

Senada dengan itu, Kepala Dinas Kesehatan Aceh Selatan, Fachrizal menyampaikan masalah perkawinan anak dibawah umur sangat memprihatinkan karena dampaknya banyak kegagalan yang dialami oleh pasangan usia dini, serta pihak keluarganya.

Baca Juga:  Gunakan Metode Problem Solving, Polsek Tapaktuan Damaikan Perkelahian Penonton Final Piala Dunia

“Dengan adanya regulasi peningkatan batas usia perkawinan, maka akan membuat praktik perkawinan anak dibawah umur berkurang atau bahkan tidak ada sama sekali,” harap Kadiskes Aceh Selatan itu.(Redaksi)

Artikel ini telah dibaca 118 kali

KRUSIAL badge-check

Penulis

Anda dapat menyiarkan ulang, menulis ulang, dan atau menyalin konten ini dengan mencantumkan sumber Krusial.com dan Ikuti Berita Lainnya di Google News
Baca Lainnya

Ketua LPPM USK Apresiasi Aktivitas PR-ITP

20 Juni 2024 - 08:36 WIB

Tgk. Muhammad Ridho Agung Wisudawan Terbaik 2024 Universitas Paramadina

19 Juni 2024 - 11:49 WIB

Ribuan Warga Padati Acara Open House Idul Adha di Kediaman Haji Mirwan

19 Juni 2024 - 11:04 WIB

Mulai Hari Ini SIM Mati Bisa Diperpanjang Tak Perlu Bikin Baru

19 Juni 2024 - 07:13 WIB

Ada Enam Strategi Nasional Kemenkes Tanggulangi DBD di Indonesia

18 Juni 2024 - 15:09 WIB

Kemenkes: Waspada DBD di Musim Kemarau

18 Juni 2024 - 15:02 WIB

Trending di Kesehatan