Krusial.com — Semangat kepedulian sosial terhadap masyarakat kecil dan pasien yang membutuhkan bantuan terus tumbuh di Kabupaten Aceh Selatan.
Pemberitaan tersebut mendapat respons positif dari masyarakat, khususnya di media sosial. Salah satu pemilik akun Facebook bernama Ujank Kasim memberikan komentar singkat namun penuh makna.
“Ambo siap bantu pak ketua…” tulisnya.
Komentar itu kemudian langsung ditanggapi Ketua Blood For Life Foundation (BFLF) Aceh Selatan, Gusmawi Mustafa atau yang akrab disapa Ogek Agus.
“Alhamdulillah. Makasih banyak bang. Semoga berkah ya Allah,” balas Gusmawi.
Percakapan sederhana di media sosial tersebut kemudian berkembang menjadi komunikasi lanjutan melalui jaringan seluler yang membahas berbagai kebutuhan mendesak bagi pasien dan masyarakat kurang mampu di Aceh Selatan.
Dalam komunikasi tersebut, Gusmawi Mustafa menyampaikan bahwa salah satu kebutuhan yang sangat mendesak saat ini adalah tersedianya layanan mobil ambulans, termasuk ambulans bekas yang masih layak pakai, guna membantu transportasi pasien rawat jalan dari berbagai kecamatan menuju dan dari Rumah Sakit Umum Daerah dr. H. Yuliddin Away Tapaktuan.
Menurutnya, masih banyak pasien dari wilayah kecamatan yang harus menempuh perjalanan jauh untuk menjalani kontrol kesehatan, pemeriksaan rutin, cuci darah, pengobatan, maupun tindakan medis lainnya.
“Kadang yang menjadi persoalan bukan hanya biaya berobat, tetapi bagaimana pasien bisa sampai ke rumah sakit dan kembali pulang dengan aman. Banyak keluarga pasien mengalami kesulitan transportasi, terutama pasien lansia, pasien stroke, pasien pasca operasi, dan pasien yang kondisi fisiknya sudah lemah,” ungkap Gusmawi Mustafa.
Selain layanan ambulans, turut dibahas pengembangan program sosial kemanusiaan bertajuk “Titip Kursi Roda – Titip Kepedulian.”
Program tersebut merupakan gerakan sosial yang mengajak masyarakat menitipkan kursi roda baru maupun bekas layak pakai agar dapat digunakan secara bergantian oleh pasien yang membutuhkan di rumah sakit.
Program ini difokuskan membantu pasien rawat jalan yang mengalami kesulitan berjalan saat menjalani pemeriksaan, pengobatan, maupun kontrol kesehatan.
Melalui program tersebut, kursi roda yang dititipkan masyarakat akan dijemput, dibersihkan, diperbaiki bila diperlukan, lalu dipinjamkan kepada pasien yang membutuhkan. Setelah selesai digunakan, kursi roda akan dikembalikan ke posko layanan agar dapat dimanfaatkan kembali oleh pasien lainnya.
Menurut Gusmawi Mustafa, program itu lahir dari keprihatinan terhadap kondisi pasien yang harus berjalan jauh dari area parkir menuju poli, laboratorium, maupun ruang tindakan medis di rumah sakit.
“Bagi sebagian orang, kursi roda mungkin hanya alat bantu biasa. Tetapi bagi pasien yang sedang sakit, kursi roda adalah kemudahan, kenyamanan, bahkan harapan agar mereka tetap bisa berobat dengan baik,” ujarnya.
Ia menilai kepedulian sosial masyarakat Aceh Selatan terus hidup dan berkembang dalam berbagai bentuk bantuan kemanusiaan.
“Alhamdulillah, ternyata masih banyak orang baik yang peduli terhadap masyarakat kecil dan pasien yang membutuhkan bantuan. Kepedulian itu terus lahir dan berkembang di tengah masyarakat kita,” katanya.
Respons cepat kemudian ditunjukkan oleh Ujank Kasim yang membantu empat unit kursi roda untuk mendukung program “Titip Kursi Roda – Titip Kepedulian.”
Dengan tambahan bantuan tersebut, jumlah kursi roda yang tersedia kini bertambah menjadi 10 unit, termasuk beberapa kursi roda lain yang akan diberikan sejumlah pihak yang telah menyampaikan komitmennya secara langsung, baik berupa kursi roda baru maupun bekas layak pakai.
“Alhamdulillah, setelah adanya komunikasi dan ajakan kepedulian bersama, Bapak Ujank Kasim langsung merespons dengan membantu empat unit kursi roda. Ditambah beberapa bantuan lain yang sedang dalam proses, saat ini ketersediaan kursi roda sudah mencapai 10 unit,” jelas Gusmawi Mustafa.
Meski demikian, dirinya menyampaikan target yang ingin dicapai ke depan adalah tersedianya hingga 25 unit kursi roda agar kebutuhan pasien rawat jalan di rumah sakit dapat terbantu secara maksimal.
“Target kita ke depan minimal tersedia 25 unit kursi roda. Karena semakin banyak kursi roda yang tersedia, semakin banyak pula pasien yang bisa terbantu setiap harinya,” ujarnya.
Tidak hanya membantu penyediaan kursi roda, Ujank Kasim juga disebut turut berupaya membantu mencarikan solusi agar tersedia layanan mobil ambulans bagi kebutuhan pasien rawat jalan maupun pasien rawat inap yang telah diizinkan pulang ke rumah masing-masing.
Di akhir keterangannya, Gusmawi Mustafa menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas tumbuhnya kepedulian sosial di tengah masyarakat Aceh Selatan.
“Kebaikan kecil yang dilakukan dengan ikhlas bisa menjadi harapan besar bagi orang lain yang sedang sakit dan membutuhkan bantuan. Semoga semangat gotong royong dan kepedulian seperti ini terus tumbuh dan menjadi amal kebaikan bagi kita semua,” tutupnya.***
Tinggalkan Balasan