Menu

Mode Gelap

Berita · 9 Apr 2022 WIB ·

Pj Gubernur Aceh dari Sipil atau Militer, Kebijaksanaannya pada Presiden Jangan Terlalu Memaksakan Kehendak


					Pj Gubernur Aceh dari Sipil atau Militer, Kebijaksanaannya pada Presiden Jangan Terlalu Memaksakan Kehendak Perbesar

BANDA ACEH – Munculnya polemik tolak tarik terkait calon Pj Gubernur Aceh yang tepat akhir-akhir ini apakah dari kalangan sipil atau militer, dari orang Aceh atau luar Aceh semakin menarik tentunya. Adanya perdebatan di media-media terkait hal tersebut tentunya hanya sebatas narasi dan bahkan terkesan memaksakan kehendak.

Sekretaris Umum PW SEMMI Aceh, Muhammad Hasbar, Sabtu (09/04/2022) mengatakan, sebenarnya jika bicara dari sipil atau militer, tentunya kita harus mendukung pernyataan presiden pada 19 januari 2022 silam yang menegaskan bahwa “Pejabat TNI-Polri aktif tidak mungkin menjadi penjabat kepala daerah tingkat I (Gubernur), UU-nya tidak memungkinkan.

“Dari hal tersebut tentunya masih ada peluang TNI Polri aktif untuk menjabat dengan cara dinon-aktifkan, namun kemungkinan itu relatif kecil dan kesannya terlalu memaksakan kehendak sehingga mengabaikan kebijaksanaan yang telah dibuat oleh presiden,” kata Muhammad Hasbar dalam rilis yang diterima Krusial.com, Sabtu (09/04).

Baca Juga:  Nuzuli Fitriadi Dilantik Sebagai Direktur Poltas Periode 2023-2027

Menurut Hasbar, pada dasarnya tidak ada istilah dikotomi sipil dan militer, hanya saja kebijakan dan kebijaksanaan presiden tentunya harus di dukung secara seksama tanpa terkecuali untuk Aceh.

“Justeru karena kondisi keamanan Aceh pada dasarnya baik-baik saja, maka tidak ada keharusan dikhususkan untuk Aceh harus dari militer, bahkan jika melihat dari kondisi sebelumnya pasca damai, pihak sipil yang ditunjuk sebagai Pj Gubernur Aceh seperti Dr Mustafa Abu Bakar dan Ir Tarmizi Karim juga mampu membuat stabilitas keamanan Aceh tetap aman dan kedamaian Aceh dirawat,” ujarnya.

Jadi, kata Hasbar, bukan persoalan dikotomi tapi bukan pula keharusan dari militer yang dipaksakan, sementara kebijaksanaan presiden sudah sangat jelas. Tentunya karena Aceh bukan daerah darurat militer, sah-sah saja jika Presiden menunjuk Pj Gubernur dari kalangan sipil, namun juga alangkah lebih bijaksananya jika dari kalangan sipil yang memiliki kemampuan manajemen konflik, sehingga benih-benih konflik pun dapat terminimalisir.

Baca Juga:  Dihadiri Dandim 0107/Aceh Selatan Dan Unsur Forkompinda Lainnya, MPC PP Aceh Selatan Serahkan Ambulans Air Kepada PAC Kluet Tengah

Hasbar mengatakan, Pada dasarnya sipil atau militer tidak ada jaminan akan berdampak signifikan terhadap ekonomi Aceh, kecuali pj. Gubernur yang ditunjuk memiliki visi, konsep dan mengerti kondisi riil masyarakat Aceh.

“Memang tidak ada keharusan Pj. Gubernur Aceh harus orang Aceh, namun alangkah lebih bijaknya jika ada orang Aceh karena tentunya lebih memahami kondisi riil Aceh, apalagi jika sosok tersebut orang lapangan yang mengerti kondisi dan memiliki visi untuk membangun sektor ekonomi Aceh. Jika yang diamanahkan presiden untuk Pj Gubernur Aceh adalah orang Aceh yang tepat, itu akan jadi bonus tersendiri bagi masyarakat Aceh dari presiden,” ucapnya.

Menurut Hasbar, adanya upaya lobi-lobi untuk orang luar Aceh atau lobi agar kalangan militer maupun sipil itu sah-sah saja, namun juga kalau terlalu berlebihan memaksa pihak luar itu juga tak elok.

Baca Juga:  Senat Poltas Gelar Pemilihan Calon Direktur, Nuzuli Fitriadi Ungguli Devi Satria Saputra

“Aceh punya banyak tokoh yang mampu mengemban amanah untuk perpanjangan tangan presiden di Aceh. Kita yakin dan percaya, Pak presiden Jokowi yang pernah lama tinggal di Aceh paham betul siapa sosok yang dibutuhkan dan tepat bagi masyarakat Aceh. Bisa sajakan presiden dengan kebijaksanaannya memberikan bonus kepada masyarakat Aceh menunjuk sosok yang berasal dari sipil, orang Aceh yang memahami betul pengelolaan/manajemen konflik, lahir bahkan day to day di Aceh sehingga memahami karakter masyarakat Aceh dan memiliki visi serta konsep untuk membangun ekonomi Aceh,” bebernya.

“Intinya, semua kebijakan dan kebijaksanaan presiden tentunya kita harapkan yang terbaik, dan beliau pastinya sangat paham tentang Aceh yang merupakan kampung halaman keduanya,” tutupnya. (*)

Artikel ini telah dibaca 46 kali

KRUSIAL badge-check

Penulis

Anda dapat menyiarkan ulang, menulis ulang, dan atau menyalin konten ini dengan mencantumkan sumber Krusial.com dan Ikuti Berita Lainnya di Google News
Baca Lainnya

Haji Mirwan Dan Kesiapan Relawan Untuk Pilbup Aceh Selatan 2024

12 Mei 2024 - 18:49 WIB

Petualangan Outbound di Bandung: Wisata Aktivitas Terbuka yang Tak Terlupakan

15 April 2024 - 03:19 WIB

outbound bandung

Dunia Farmasi: Pengertian, Peran, dan Komunitasnya

12 April 2024 - 03:44 WIB

Sebuah Panduan Word of Mouth Marketing untuk Brand Owner

4 April 2024 - 01:01 WIB

JNE Berbagi Keberkahan di Ramadan 2024 

27 Maret 2024 - 05:27 WIB

Hal yang Perlu Diperhatikan sebelum Pakai Jasa Instalasi AC Gedung dan Pabrik

27 Maret 2024 - 00:22 WIB

instalasi ac central
Trending di Berita