Menu

Mode Gelap

Berita · 24 Feb 2022 WIB ·

Pernyataan Sikap MPU Aceh Selatan Terkait Pernyataan Menteri Agama


					Pernyataan Sikap MPU Aceh Selatan Terkait Pernyataan Menteri Agama Perbesar

ACEH SELATAN – Surat Edaran Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 05 Tahun 2022 Tentang Pedoman Penggunaan Pengeras Suara di Mesjid dan Musalla yang mengatur volume pengeras suara mesjid atau musalla diatur sesuai kebutuhan dan yang paling besar 100 desibel. Selain itu juga mengatur tentang durasi takbiran Idul Fitri 1 Syawal dan Idul Adha 10 Zulhijjah, dengan maksimal penggunaan speaker luar sampai pukul 22.00 waktu setempat.

Terkait dengan SE tersebut, dalam sebuah video wawancara Menteri Agama Republik Indonesia Yaqut Cholil Qoumas (YCQ) dengan durasi 01,01 menit dan tersebar dalam berbagai media sosial telah menyinggung perasaan umat Islam karena membandingakan volume suara azan di mesjid dan musalla dengan suara anjing menggonggong.

Baca Juga:  Polda Aceh Limpahkan 6 Tersangka Beserta Brang Bukti Kasus Korupsi Proyek Jalan di Simeulue

“Ironi, saat sedang terjadi pembantaian dan pelanggaran HAM berat yang dialami oleh kelompok muslim di India, seharusnya kita bisa membantu dan memberikan sikap solidaritas sesama muslim dalam menyelesaikan dan menghentikan pembantaian tersebut, namun sikap kontroversi dan pembatasan dalam ibadah umat terjadi dalam negeri sendiri,” hal ini disampaikan ketua komisi fatwa MPU Aceh Selatan, Tgk. Muhibbut Thibri dalam pers releasenya, Kamis (24/2/2022).

Baca Juga:  Sempat Bertahan Diharga Rp.1.700, Harga TBS Sawit Di Aceh Selatan Kembali Anjlok

Menyikapi situasi ini, lanjutnya Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kabupaten Aceh Selatan menyatakan mendukung penyataan Ketua MUI Pusat KH. Cholil Nafis yang menyesalkan atas penyataan Menteri Agama Republik Indonesia Yaqut Cholil Qoumas dengan membandingkan volume suara azan di mesjid dan musalla dengan gonggongan suara anjing.

MPU Aceh Selatan meminta menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas untuk meralat dan mencabut kembali sekaligus meminta maaf atas pernyataan yang menyinggung perasaan ummat Islam, dengan membandingkan volume suara azan di mesjid dan musalla dengan gonggongan suara anjing.

Baca Juga:  Jalani Vaksinasi Tahap III, Dandim 0107/Asel Himbau Tetap Menerapkan Protokol Kesehatan

“Kami meminta kepada Menteri Agama Republik Indonesia Yaqut Cholil Qoumas agar jangan mengeluarkan pernyataan-pernyataan tanpa memperhatikan dengan selektif terhadap perasaan ummat Islam yang mengakibatkan munculnya keresahan dan terganggunya kenyamanan dan ketenangan ummat Islam dalam melaksanakan ibadah sesuai dengan tuntunan syariat Islam,” tegasnya.

MPU Aceh Selatan juga menghimbau kepada seluruh ormas Islam dan ummat Islam untuk bersatu padu dalam menegakkan amar makruf nahi mungkar dalam kehidupan beragama dalam bingkai NKRI. (Safdar)

Artikel ini telah dibaca 50 kali

KRUSIAL badge-check

Penulis

Anda dapat menyiarkan ulang, menulis ulang, dan atau menyalin konten ini dengan mencantumkan sumber Krusial.com dan Ikuti Berita Lainnya di Google News
Baca Lainnya

Wali Santri MUQ Aceh Selatan Menangis Bahagia, Ucapakan Terimakasih Pada Direktur dan Seluruh Guru

19 Mei 2024 - 17:11 WIB

Menkominfo: Starlink Tak Dapat Insentif dari Pemerintah

19 Mei 2024 - 16:48 WIB

Elon Musk Resmikan Starlink di Puskesmas Bali, Jokowi Batal Hadir

19 Mei 2024 - 15:05 WIB

Presiden Jokowi ke Bali Buka KTT World Water Forum Ke-10

19 Mei 2024 - 14:08 WIB

BNPT Pastikan Keamanan World Water Forum ke-10 dari Aksi Terorisme

19 Mei 2024 - 08:15 WIB

Ada Dugaan Intervensi di Kasus Vina Cirebon, DPP GMI Kepolisian Minta Segera Propam Turun Tangan

19 Mei 2024 - 07:27 WIB

Trending di Kriminal