Menu

Mode Gelap

Opini · 24 Jan 2022 WIB ·

Peran Agama Dalam Menjaga Lingkungan Hidup


					Peran Agama Dalam Menjaga Lingkungan Hidup Perbesar

Peran Agama Dalam Menjaga Lingkungan Hidup

Di tulis oleh: Azi Wiranda, Mahasiswa IAIN Kota Langsa, Fakultas Ekonomi Bisnis Islam, Jurusan Manajemen Keuangan Syariah.

 

Agama dan lingkungan seringkali dipahami secara terpisah. Pemahaman tersebut berkembang selama ini di sekitaran masyarakat, karena sebagian dari mereka menganggap agama cenderung tidak memberikan kontribusi yang memadai terhadap kesadaran umat dalam menjaga lingkungan. Dan setiap orang harus melakukan usaha untuk menyelamatkan lingkungan hidup di sekitar kita sesuai dengan kapasitasnya masing-masing, dan untuk itu pula dibutuhkan kesadaran masyarakat untuk peduli pada lingkungan.

Allah SWT menciptakan alam lingkungan di dunia ini pada dasarnya digunakan untuk memenuhi hajat kebutuhan manusia. Maka sudah sepantasnyalah manusia diwajibkan untuk memelihara lingkungan tersebut. Akan tetapi seiring pesatnya ilmu pengetahuan dan teknologi yang disertai pula dengan sifat keserakahan atau ketamakan manusia dalam mengeksploitasi sumberdaya alam telah membuat lingkungan alam ini menjadi rusak tak terkendali alhasil bencana lingkungan pun terus mengalir tiada hentinya. Sudah banyak informasi atau berita yang kita dapatkan mengenai terjadinya perbaikan alam yang disertai dengan bencana lingkungan yang terjadi di seluruh nusantara/daerah bahkan dunia. Banjir, tanah longsor, pencemaran udara dan tanah, kepunahan jenis spesies, masalah sampah, penebangan hutan, dan pembakaran hutan adalah contoh bencana lingkungan yang kerap terjadi sekaligus bukti suatu keniscayaan bahwa manusia telah memperlakukan alam dengan sewenang-wenang. Tindakan seperti ini telah menjadikan alam kian rusak karena alam terus menerus dieksploitasi oleh manusia akan manfaat yang terkandung di dalamnya tanpa kesadaran manusia untuk memperbaiki atau merehabilitasi alam lingkungan sekitar.

Menjaga lingkungan sama dengan menjaga agama dan menjalankan perintah Allah untuk berlaku adil, berbuat kabajikan seperti dalam surat an-nahl ayat ke 90 yang artinya “sesunguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kabajikan, memberi bantuan pada kerabat, dan dia melarang (melakukan) perbuatan keji, kemungkaran, dan permusuhan” membangun bumi, memperbaikinya dan melarang segala bentuk perbuatan yang dapat merusak dan membinasakan bumi. Agama tidak melarang memanfaatkan alam terutama agama islam namun ada aturan mainnya. Memanfaatkan alam dengan cara yang baik, bijak dan manusia bertanggungjawab dalam melindungi alam dan lingkungannya serta larangan merusaknya. Ini menunjukkan bahwa kelestarian dan kerusakan alam berada ditangan manusia. Karena itu Rasul SAW meletakkan prinsip umum dalam melestarikan lingkungan berupa larangan melakukan perusakan di muka bumi. Rasullullaah SAW juga menyuruh kita untuk menanam kembali apa yang sudah kita rusak dari hutan yang telah ditebang atau dirusak. Menjaga kelestarian lingkungan hidup merupakan bagian dari akhlak mulia yang harus diterapkan oleh seluruh umat manusia. Hal ini untuk menjaga keberlangsungan kehidupan didunia dan menjauhkan kerusakan dan bencana yang terjadi karena ulah dari sebagian manusia yang jahil tangannya. Rasullullah SAW memerintahkan agar kita mengetahui cara-cara untuk menjaga kelestarian hidup dan manfaat dari menjaga pelestarian alam serta mengetahui baagaimana cara menjaga kelestarian lingkungan hidup dan apa manfaat dari menjaga pelestarian lingkugan hidup. Tidak hanya menjaga kebersihan lingkungan rasullullah pun menganjurkan kita umat islam untuk menjaga kelestarian hidup seperti menanam pohon atau melakukan penghijauan, yang mana manfaatnya sangat banyak untuk manusia.

Baca Juga:  Seni Merayakan Keberagaman

Selain itu dalam ajaran islam terdapat nilai manfaat atau kebaikan dan mudharat atau kerusakan yang menjadi landasan suatu pijakan manusia dalam melakukan perbuatan sehari-hari. Nilai manfaat harus jauh lebih besar dari pada nilai mudharat di dalam melakukan sebuah aktifitas kehidupan dimanapun kita berada kaitannya dalam pengelolaan dan pemanfaatan lingkungan maka aspek maanfaat dan mudharat menjadi suatu referensi yang tidak boleh diabaikan. Peran agama dalam menjaga lingkungan sebenarnya telah dinyatakan dalam Al-Qur’an namun kadangkala manusia menjadi makhluk religius ketika bencana sudah didepan mata. Manusia memang cenderung lupa diri dan sombong ketika mendapat bencana selalu merasa diuji atau sedang mendapat hukuman. Padahal kita semua tahu bahwa Allah tidak akan menguji umatnya diluar batas kemampuannya. Ungkapan ini seolah olah menutupi rasa bersalah manusia terhadap ciptaan tuhan lain yakni alam semesta. Melakukan penghijauan bisa juga dilakukan di sekitar lingkungan rumah, ditanam di pinggiran jalan dan di lingkungan lainnya. Manfaat dari penanaman ini adalah kita bisa menghirup udara yang segar, menghasilkan oksigen dari pepohonan tersebut, menyerap karbondioksida, menyerap panas, menyaring debu, meredam kebisingan, menjaga kestabilan tanah, mengikat air di pori tanah dengan mekanisme kapilaritas dan tegangan permukaan sehingga bermanfaat untuk menyimpan air pada musim hujan dan memberikan air pada musim kemarau.

Baca Juga:  SEMMI Cabang Aceh Barat Daya : Abdya Berwasiat, Bukti Kegagalan Akmal-Muslizar

Lingkungan hidup merupakan suatu upaya pengalian pengetahuan tentang bagaimana alam ini bekerja artinya adalah bagaimana manusia mempengaruhi lingkungan dan menyelesaikan masalah lingkungan yang sedang dihadapi manusia untuk menuju masyarakat yang berkelanjutan agar dapat bertahan hidup semua makhluk hidup harus cukup mendapatkan makanan, udara bersih, air bersih dan perlindungan yang dibutuhkan sebagai kebutuhan dasarnya. Lingkungan hidup adalah jumlah semua benda yang hidup dan tidak hidup serta kondisi yang ada dalam ruang yang kita tempati. Manusia di sekitar kita adalah bagian dari lingkungan hidup kita masing-masing. Oleh karena itu kelakuan manusia merupakan unsur lingkungan hidup kita.

Baca Juga:  Teknologi Sangat Dibutuhkan Bagi Melenial Yang Taat Beragama

Lingkungan hidup yang luas memiliki manfaat dalam jangka panjang serta pengaruhnya terhadap kelangsungan hidup manusia. Alam juga memiliki potensi dan sumber daya yang melimpah untuk dinikmati oleh manusia seluruhnya namun tentunya ada batasan batasan yang dijaga. Kesadaran dari masyarakat lah yang harus ditegakkan seperti ikut serta dalam menjaga lingkungan, tidak membakar sampah sembarangan, tidak membuang sampah sembarangan, menganti dengan pohon yang baru apabila akan melakukan penebangan, ikut serta dalam mengatur lingkungan hidup sekitar. Oleh karena itu dilakukan program penanaman pohon dan larangan menebang pohon. Adapun yang dimaksud kesadaran hidup adalah upaya menumbuhkan kesadaran agar tidak hanya tahu tentang sampah, pencemaran, penghijauan dan perlindungan satwa langka, tetapi lebih dari itu semua membangkitkan kesadaran lingkungan manusia khususnya pemuda masa kini. Karena pada dasarnya penyebab kesadaran lingkungan pada masyarakat adalah etika lingkungan. Dari penjelasan di atas dapat kita mengerti bahwa sesungguhnya agama terutama agama islam dan lingkungan hidup ialah satu tidak bisa terpisahkan. Marilah kita menjadi umat beragama terutama muslim yang lebih bertanggung jawab lagi karena lingkungan hidup adalah cermin dari sikap kita. Jika kita memperlakukan lingkungan dengan ramah maka alam pun akan memberikan banyak kebaikan pada manusia. Semoga segala aktifitas yang kita lakukan memberikan dampak kebaikan bagi kehidupan manusia, rahmat bagi seluruh alam, semoga Allah meridhoi kita semua dalam lindungannya.

Artikel ini telah dibaca 569 kali

KRUSIAL badge-check

Penulis

Anda dapat menyiarkan ulang, menulis ulang, dan atau menyalin konten ini dengan mencantumkan sumber Krusial.com dan Ikuti Berita Lainnya di Google News
Baca Lainnya

Syair Ramadhan Tgk. Dailami, Ku Merindukannya

22 Maret 2024 - 10:09 WIB

Sarjana Pengangguran, Ku Tak Berpangku Tangan

20 Maret 2024 - 18:06 WIB

Satu Jam Lebih Dekat Bersama Abu Ketua Tastafi Aceh Selatan

20 Maret 2024 - 07:33 WIB

Kenapa Harus Leuser?

29 Februari 2024 - 05:47 WIB

Kupu-kupu di Kawasan Leuser bagai Malaikat dari Surga Berba

26 Februari 2024 - 07:12 WIB

Bangkai Si Bunga Bangkai

25 Februari 2024 - 16:08 WIB

Trending di Opini