Menu

Mode Gelap

Berita · 4 Mar 2022 WIB ·

Penetapan Tersangka Korupsi Beasiswa, FPA Mengajak semua Elemen Mendukung Dan Menghargai Keputusan Polda Aceh


					Penetapan Tersangka Korupsi Beasiswa, FPA Mengajak semua Elemen Mendukung Dan Menghargai Keputusan Polda Aceh Perbesar

BANDA ACEH – ketua Umum Forum pemuda Aceh (FPA) Syarbaini mengajak Semua elemen untuk mendukung dan menghargai Keputusan Kepolisian Daerah (Polda) Aceh telah menetapkan sebanyak tujuh tersangka dalam kasus korupsi beasiswa tahun 2017. Hal itu dilakukan dari hasil melalui gelar perkara di Markas Polda Aceh.

Syarbaini mengatakan bahwa jangan ada pihak-pihak yang mengganggu stabilitas dan keamanan dalam proses pengungkapan kasus tersebut hingga akhir.

“Semua pihak mohon bersabar, jangan membuat kegaduhan dan opini-opini yang tidak penting. Kita harus menghargai Polda Aceh terkait proses-proses hukum yang sedang berlanjut. Jangan mengganggu stabilitas dan keamanan,” ujar Ketua FPA, Syarbaini dengan sapaan beni, Jum’at (04/03/2022).

Baca Juga:  Terkait Kasus Beasiswa, T. Sukandi : Jika Dilihat Dari Kacamata Awam, Penerapan Hukum Polda Aceh, Ambigu

Disini kita melihat ada sebagian pihak yang tidak puas dan protes atas penetapan 7 tersangka kasus Beasiswa oleh polda aceh, sangat aneh menurut kami seolah-olah merekalah yang benar lalu berkoar-koar,seharus nya mereka medukung dulu langkah polda aceh dalam menangani kasus tersebut.

Dia juga berharap kepada masyarakat untuk ikut mendukung usaha yang sedang dilakukan Polda Aceh, yang dalam hal ini telah menetapkan tujuh tersangka.

“Ketujuh tersangka yang telah ditetapkan oleh Polda Aceh merupakan hasil dari proses hukum yang berjalan. Oleh sebabnya kita harus menghargai hal ini dan jangan membuat gaduh,” tegasnya.

Baca Juga:  Pj Gubernur Bustami Hamzah Serahkan SK Pengangkatan PPPK di Aceh Tengah

Syarbaini mengatakan, upaya untuk mengganggu proses hukum yang sah adalah perbuatan yang tidak bisa ditolerir. Harusnya semua pihak bisa bersikap tenang dan jangan gegabah.

“Jangan ganggu proses hukum saat ini dan siapapun yang mengganggu proses berjalannya hukum tidak bisa ditolerir dan harus kita lawan. Sudah sepatutnya kita tenang dan jangan gegabah dalam mengeluarkan statement, padahal tidak tahu kontruksi dan fakta hukum yang sebenarnya,” tutupnya.

“Saya melihat ada faktor kesengajaan dan pastinya ada oknum- oknum tertentu yang bermain menghembus isu terkait kasus ini secara terus menerus seperti membangun sentimentil pribadi, sehingga kasus seperti ini selalu muncul ke publik. Meski sudah ditetapkan tersangka ,masih juga mereka belum puas, terus berkoar koar,” sebut Beni.

Baca Juga:  Polisi Bener Meriah Tangkap Pelaku Penikaman Tukang Ojek

“Padahal masih banyak kasus lain yang belum tuntas, seperti kasus westafle di disdik aceh, kapal aceh hebat, dan multy years, menurut saya kasus ini jauh lebih besar anggaran nya, dan parah nya lagi kasus seperti ini terjadi ketika pandemi seperti ini, mana suara mereka. Kok isu ini terus yang digoreng goreng, ada apa ?,” katanya lagi.

Artikel ini telah dibaca 12 kali

KRUSIAL badge-check

Penulis

Anda dapat menyiarkan ulang, menulis ulang, dan atau menyalin konten ini dengan mencantumkan sumber Krusial.com dan Ikuti Berita Lainnya di Google News
Baca Lainnya

Menkominfo: Starlink Tak Dapat Insentif dari Pemerintah

19 Mei 2024 - 16:48 WIB

Elon Musk Resmikan Starlink di Puskesmas Bali, Jokowi Batal Hadir

19 Mei 2024 - 15:05 WIB

Presiden Jokowi ke Bali Buka KTT World Water Forum Ke-10

19 Mei 2024 - 14:08 WIB

BNPT Pastikan Keamanan World Water Forum ke-10 dari Aksi Terorisme

19 Mei 2024 - 08:15 WIB

Ada Dugaan Intervensi di Kasus Vina Cirebon, DPP GMI Kepolisian Minta Segera Propam Turun Tangan

19 Mei 2024 - 07:27 WIB

Kemenag: Berhaji Tanpa Izin Haji Terancam Denda 10.000 Riyal

19 Mei 2024 - 06:35 WIB

Trending di Nasional