Krusial. com | Aceh Selatan – Pada dasarnya masyarakat ingin berkembang dan maju, namun hal ini sepertinya tidak berlaku di Gampong Pulo Kambing, Kluet Utara Kabupaten Aceh Selatan. Pemerintah gampong hari ini minim terobosan dan kreativitas.

Khairul Miza, A.Md yang merupakan salah seorang pemuda Gampong Pulo Kambing kepada Krusial.com, Senin (14/08/2023), mengatakan, dimana ia mengutarakan keprihatinannya terhadap kondisi gampong tempat kelahirannya tersebut terkesan statis.

“Saya prihatin dengan kondisi gampong Pulo Kambing hari ini, selain minim terobosan dan juga kreativitas. Saya melihat kepala desa hanya sibuk dengan urusan kenduri-kenduri gampong yang notabenenya tanggung jawab Imum gampong dan perangkatnya. Seharusnya keuchik lebih fokus menjalankan roda pemerintahan desa dan program-program yang bermanfaat kepada masyarakat dengan berkolaborasi dengan berbagai pihak,” kata Miza.

Lanjutnya, semestinya pemerintah gampong harus mampu membangun jaringan ke pemerintah daerah maupun provinsi terkait usulan proposal masyarakat dengan sistem jemput bola yang lebih agresif.

Misalkan keadaan Daerah Aliran Sungai (DAS) Kluet yang terus menguras tanah warga, sehingga berpotensi melenyapkan pemukiman masyarakat dan diperlukan penertiban/kebijakan terhadap galian C yang masih beroperasi di gampong tetangga yang justru merugikan dan berdampak terhadap gampong Pulo Kambing, sambungnya.

“Diperlukan upaya nyata untuk menghidupkan kembali balai pengajian/TPA yang sudah bertahun-tahun tidak aktif, dan sangat di sayangkan sebagian besar adik-adik kami dari jenjang SD maupun SMP kurang tersentuh pendidikan dayah atau balai seumebeut pada usia belia. Tentunya keadaan ini cukup miris ditambah dengan kecanduan game online,” timpalnya.

Elemen pemerintah gampong seperti Keuchik, Tuha Peut, Kadus, Kaur, maupun Tokoh masyarakat hanya berfokus kepada perihal yang bersifat seremonial semata dan adat istiadat, cetusnya.

“Maka kedepan diperlukan pemimpin yang benar-benar memahami keadaan gampong dan visioner, mampu menghadirkan program jangka panjang yang berkesinambungan, baik itu di bidang infrastruktur maupun perekonomian masyarakat,” pintanya.

Semoga ini menjadi bahan evaluasi bersama, dan wujud kecintaan saya terhadap tanah kelahiran, semoga perubahan itu segera terwujud dengan kekompakan seluruh elemen masyarakat, pungkasnya. (*)