Menu

Mode Gelap

Berita · 20 Jun 2022 WIB ·

Nelayan Dan Kealpaan Sentuhan Populism


					Nelayan Tradisional Aceh Selatan Saat Mengikuti Peringatan Hari Bahari Yang Digelar KNTI DPD Aceh Selatan Tahun 2021 Perbesar

Nelayan Tradisional Aceh Selatan Saat Mengikuti Peringatan Hari Bahari Yang Digelar KNTI DPD Aceh Selatan Tahun 2021

Oleh : Isa Anshari 

Nelayan memiliki makna untuk istilah bagi orang-orang yang sehari-harinya bekerja menangkap ikan atau biota lainnya yang hidup di dasar kolam maupun permukaan perairan. Perairan yang menjadi daerah aktivitas nelayan ini dapat merupakan perairan tawar, payau maupun laut.

Indonesia merupakan negara Maritim yang memiliki luas perairan dan garis pantai terpanjang kedua di dunia. Hal itu tentu saja menjadikan sumber-sumber kelautan adalah penopang kehidupan Nelayan Indonesia dan pemenuhan kebutuhan protein bangsa ini.

Namun, perbandingan terbalik yang didasari fakta dan data tak sedikit membuat orang terperangah, sebab buktinya masih banyak masyarakat pesisir yang pekerjaan utamanya nelayan hidup di bawah garis kemiskinan.

Kekayaan sumber-sumber laut harusnya menjadi sumber kesejahteraan bagi Nelayan, terutama nelayan kecil dan tradisional, namun fakta terbalik, apakah lirik lagu oleh KoesPloes ,” Bukan lautan hanya kolam susu, kail dan jalan cukup menghidupimu tiada badai tiada topan kau temui, ikan dan udang menghampiri dirimu” hanya akan menjadi diksi, sementara nelayan tradisional semakin melarat, ikanpun seolah enggan mendekati alat tangkap mereka.

Baca Juga:  Vaksinasi Harian Polda Aceh dan Jajaran Capai 32.239 Orang

Fenomenanya, nasib nelayan tradisional semakin terombang ambing tapi bukan oleh pasang surutnya gelombang, hanya saja kealpaan sentuhan populism dan dikalahkan oleh badai prustasi ketidak berpihakan zaman.

Saatnya kita bersatu padu, sebuah perubahan harus dimulai dari hal-hal kecil, namun membuat dampak besar bagi nelayan marginal.

Setiap perencanaan pembangunan harus terstruktur dan berpihak kepada nelayan, dorong dan kawal usulan tersebut hingga menjadi skala prioritas, jika ini terwujud maka inilah awal dari perubahan itu.

Baca Juga:  Hadiri Kenduri Blang, Camat Tahta Amrullah Mendengar Keluhan Para Petani

Di tengah sistem perencanaan yang sudah baku sedemikian perlu pengawalan dan sosialisasi kepada nelayan, perlu kepedulian para pemangku kepentingan di semua strata steak holder, perlu jiwa-jiwa pupolism yang benar-benar memikirkan warga kita yang belum beruntung secara takdir dan perhatian.

Kehadiran Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) menjadi suatu harapan bagi nelayan, untuk mengawal perbaikan sistem agar dapat dirasakan nelayan, terjadinya kohesi sosial antara nelayan kecil dengan KNTI, sehingga tumbuh semangat satu kesatuan yang dinamis, satu tekat yg baik, dan mampu meredam dinamika kekecewaan, prustasi atas ketidak berpihakan zaman yang belum care atas bagian kecil kehidupan rakyatnya.

Baca Juga:  Pemkab Aceh Selatan Gelar Forum Konsultasi Publik RKPD Tahun 2024

Butuh waktu dan kebersamaan yang akrab, sehingga harapan perubahan kehidupan nelayan kecil terwujud, terciptalah seutas senyum bahagia di bibir nelayan kita, itulah finalisasi makna dari perjuangan KNTI untuk nelayan, obsesi itu perlu kita jadikan sebagai tolak ukur, sehingga harapan itu sampai ke tulang sumsum.

Dengan rasa hormat saya sematkan itu pada KNTI Pusat, Provinsi dan Kabupaten beserta seluruh komponen pengurus dari daerah dan pusat. Keberhasilannya kita serahkan kepada Allah sebagai Prima Causa, ikhtiar keberadaan KNTI adalah manifestasi dari kaum nelayan tradisional yang semakin ter “marginal” kan. (Penulis Adalah Mantan Camat Bakongan Dan Pensuinan ASN)

Artikel ini telah dibaca 35 kali

KRUSIAL badge-check

Penulis

Anda dapat menyiarkan ulang, menulis ulang, dan atau menyalin konten ini dengan mencantumkan sumber Krusial.com dan Ikuti Berita Lainnya di Google News
Baca Lainnya

Ketua LPPM USK Apresiasi Aktivitas PR-ITP

20 Juni 2024 - 08:36 WIB

Tgk. Muhammad Ridho Agung Wisudawan Terbaik 2024 Universitas Paramadina

19 Juni 2024 - 11:49 WIB

Ribuan Warga Padati Acara Open House Idul Adha di Kediaman Haji Mirwan

19 Juni 2024 - 11:04 WIB

Mulai Hari Ini SIM Mati Bisa Diperpanjang Tak Perlu Bikin Baru

19 Juni 2024 - 07:13 WIB

Ada Enam Strategi Nasional Kemenkes Tanggulangi DBD di Indonesia

18 Juni 2024 - 15:09 WIB

Kemenkes: Waspada DBD di Musim Kemarau

18 Juni 2024 - 15:02 WIB

Trending di Kesehatan