Krusial | Aceh Selatan – Masyarakat Ladang Rimba Trumon Tengah melakukan aksi demo di lintas jalan Nasional Tapaktuan Medan, pada Senin, 05 Februari 2024. Terkait masalah penanganan pasca banjir bandang Trumon pada November 2023 yang lalu.
Terkait demo yang di lakukan oleh masyarakat Ladang Rimba tersebut Adi Irwan pegiat LSM PUKAT mengatakan ada apa dengan pemerintah Aceh Selatan di bawah kepemimpin Penjabat (Pj) Bupati Cut Syazalisma, sampai dengan hari ini dampak yang di timbulkan oleh banjir bandang tersebut masih banyak meninggalkan berbagai masalah.
Hal tersebut merupakan dampak dari ketidakmampuan Pemda Asel di bawah Kepemimpin PJ. Cut Syazalisma, Adi Irwan juga mengatakan lambatnya dalam melakukan pendataan juga menjadi salah satu penyebab ketidakhadiran pemerintah Aceh dalam menangani banjir bandang di Ladang Rimba
Adi Irwan juga mengatakan sejak awal terjadinya banjir pendataan baru dimulai 20 hari pasca banjir bandang menimpa Ladang Rimba
Waktu kita konfirmasi ke pihak pemerintah daerah alasannya sangat klasik dengan jawaban kita semua sedang dalam kondisi trauma, panik, itu alasan yang tidak masuk akal karena seharusnya masyarakat yang panik bukan sebaliknya.
Demo yang di lakukan masyarakat pada hari ini juga puncak dari kekesalan masyarakat akibat janji pemerintah yang ternyata belum terealisasi sampai dengan hari ini.
Masyarakat sudah bosan dan muak dengan janji-janji yang tidak terealisasi, mudah-mudahan ini menjadi perhatian dan pertimbangan bagi pemerintah pusat untuk mengevaluasi kepemimpinan di Pemerintahan Aceh Selatan, tutup Adi Irwan.
Tinggalkan Balasan