Menu

Mode Gelap

Headline · 11 Mei 2022 WIB ·

KNTI Aceh Selatan : Hadapi Cuaca Buruk Nelayan Takut Melaut, Kami Minta Pemerintah Hadirkan Solusi


					KNTI Aceh Selatan : Hadapi Cuaca Buruk Nelayan Takut Melaut, Kami Minta Pemerintah Hadirkan Solusi Perbesar

ACEH SELATAN – Dewan Perwakilan Daerah Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Aceh Selatan mengimbau agar para nelayan di Aceh Selatan agar selalu waspada terhadap kondisi cuaca saat ini yang belum membaik.

Ketua DPD KNTI Aceh Selatan, Jeri Rahmat mengatakan, sejak beberapa pekan terakhir gelombang di perairan Aceh Selatan mulai tinggi dengan tiupan angin dan cuaca yang berubah-ubah, sehingga hal ini tentu saja dapat membahayakan nelayan yang sedang melakukan aktivitasnya.

“Terhitung sejak awal Idul Fitri di sebagian wilayah perairan Aceh Selatan mengalami gelombang tinggi, kami mengingatkan agar nelayan selalu mewaspadai hal ini agar terhindar dari bahaya yang tidak kita inginkan, dan utamakan keselamatan,” ucapnya kepada Krusial.com, Kamis (12/5/2022).

Baca Juga:  Sambangi Nelayan, Kapolres Aceh Selatan Dan KNTI Serahkan Bansos

Menurutnya, bagi para nelayan di Aceh Selatan untuk musim melaut dibagi kepada dua musim, yaitu musim barat dan musim timur. Kondisi cuaca dan gelombang tinggi saat ini merupakan dampak dari musim barat yang biasanya ditandai dengan terjadi gelombang tinggi dan angin kencang.

“Hari ini BMKG provinsi serta BPBD Aceh Selatan telah mengeluarkan peringatan dini waspada gelombang tinggi untuk beberapa wilayah di Aceh dan Aceh Selatan, ada baiknya sebelum melakukan aktivitas melaut kita melihat kondisi gelombang dan cuaca terlebih dahulu,” lanjutnya.

Baca Juga:  Isak Tangis Keluarga Sambut Kedatangan Jenazah Aidawati

Namun, lanjutnya perubahan cuaca saat ini juga merupakan anomali cuaca atau dampak dari perubahan iklim yang sangat berpengaruh bagi masyarakat nelayan tradisional di pesisir, sehingga perubahan cuaca tidak lagi mengenal musim.

Ia mengatakan, jika cuaca buruk berlanjut, maka dampak yang sangat terasa pada nelayan adalah turunnya produktifitas melaut, sementara dampak yang dirasakan masyarakat adalah meningkatnya harga ikan di pasaran dan sangat berpengaruh pada ketahanan pangan masyarakat.

Baca Juga:  Wujudkan Agrowisata, Bappeda dan Distan Aceh Besar Teken Kerjasama dengan FP USK

“Untuk mengantisipasi dampak penurunan produktivitas terhadap nelayan tradisional disaat cuaca buruk, sudah seharusnya pemerintah mengambil langkah antisipasi dan memberikan solusi yang tepat kepada nelayan sesuai mandat Undang-Undang No.7/2016 tentang perlindungan dan pemberdayaan nelayan, pembudidaya ikan, dan petambak garam,” harapnya.(Safdar.S)

Artikel ini telah dibaca 26 kali

KRUSIAL badge-check

Penulis

Anda dapat menyiarkan ulang, menulis ulang, dan atau menyalin konten ini dengan mencantumkan sumber Krusial.com dan Ikuti Berita Lainnya di Google News
Baca Lainnya

Ketua LPPM USK Apresiasi Aktivitas PR-ITP

20 Juni 2024 - 08:36 WIB

Tgk. Muhammad Ridho Agung Wisudawan Terbaik 2024 Universitas Paramadina

19 Juni 2024 - 11:49 WIB

Ribuan Warga Padati Acara Open House Idul Adha di Kediaman Haji Mirwan

19 Juni 2024 - 11:04 WIB

Mulai Hari Ini SIM Mati Bisa Diperpanjang Tak Perlu Bikin Baru

19 Juni 2024 - 07:13 WIB

Ada Enam Strategi Nasional Kemenkes Tanggulangi DBD di Indonesia

18 Juni 2024 - 15:09 WIB

Kemenkes: Waspada DBD di Musim Kemarau

18 Juni 2024 - 15:02 WIB

Trending di Kesehatan