BALI – Persiraja Banda Aceh secara resmi melayangkan surat protes kepada PT Liga Indonesia Baru (LIB) dan Komisi Disiplin PSSI terkait kepemimpinan wasit dan perangkat yang bertugas pada pertandingan kontra PSIS Semarang di Stadion kompyang Sujana, Bali, Kamis (13/01/2022).

Manajemen Persiraja menilai kepemimpinan wasit yang dipimpin Iwan Sukoco berat sebelah. Beberapa keputusannya dianggap kontroversial dan membuat kerugian bagi kubu Laskar Rencong.

Di awal menit pertandingan, tepatnya di menit ke 2, Andika langsung di ganjar kartu kuning selanjutnya sepanjang laga terus membiarkan pemain PSIS Semarang menghantam pemain Persiraja tanpa mengganjar kartu sekalipun.

Ketidak Adilan kepemimpinan wasit Iwan Sukoco Terlihat jelas dari tayangan live televisi, Sukoco terus meniup peluit ketika bola sedang menguntungkan Persiraja.

Termasuk saat Defri Riski yang terlihat jelas terlepas dari perangkap offside setelah menerima umpan terobosan Jabar Sharza, namun dianggap offside oleh hakim garis dan pengadil lapangan tengah. Janggalnya kejadian tersebut tidak ditayangkan ulang oleh EMTEK selaku Official Broadcaster BRI Liga 1.

Sudah jatuh tertimpa tangga begitulah gambar nasib malang yang menerpa Persiraja saat menghadapi tim Laskar Mahesa Jenar. Tidak hanya keputusan Wasit yang kontoversial, disisi lain Komentator yang bertugas pada laga tersebut juga ikut membenarkan keputusan wasit yang kontroversial.

Melalui surat yang dikirimkan ke PT Liga Indonesia Baru (LIB) dan Komisi Disiplin PSSI itu, Manajemen Persiraja melaporkan 2 kasus.

“Yang kita protes dua, yang pertama kartu merah Andika, yang kedua gol tersebut. Sama-sama duel, kok dikasih pelanggaran dan kartu merah untuk pemain kita,” kata Dek Gam kepada wartawan di Banda Aceh di lansir dari situs resmi Persiraja Official.

Dek Gam juga minta kepada PSSI dalam hal ini komite wasit, bukan saja mengevaluasi wasit. Tapi juga kami tidak terima dengan hasil ini, karena ini jelas golnya sudah di menit sembilan lima lebih.

Dek Gam mengatakan, pihaknya sekarang mau mengirim surat protes, “hari ini kita kirim, kita mau lihat apa jawaban PSSI. Apa ada evaluasi terhadap wasit, atau ada perubahan terhadap hasil pertandingan,” katanya.

“Kalau mau bunuh tim di luar pulau Jawa, bukan seperti itu cara bunuhnya. Kalau gak suka sama tim di Aceh, ya kirim surat aja biar gak usah ikut kompetisi,” tegas Presiden Persiraja ini. (Irham)