Krusial | Meulaboh – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat, melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) berjanji bakal mengaspal badan jalan yang rusak di Jalan Daud Dariah II, Desa Ujong Baroeh, Kecamatan Johan Pahlawan, kabupaten setempat pada tahun 2024.

“Namun, untuk saat ini kita melakukan tindakan darurat terlebih dahulu secara penimbunan menggunakan tanah kerikil dan meratakannya dengan rapi,” kata Kepala Dinas PUPR Kabupaten Aceh Barat, Kurdi, Senin 18 Desember 2023 malam.

Kurdi mengaku, dirinya mengetahui jalan rusak dan berlubang itu terjadi sejak tiga bulan lalu di Jalan Daud Dariah II, tepatnya di komplek Pasar Bina Usaha (PBU) Meulaboh akibat sering dilalui kendaraan pengangkut material untuk pembangunan lanjut gedung PBU.

“Ya betul jalan rusak dan berlubang di jalan itu sudah dialami tiga bulan lalu, lantaran dilalui mobil pengangkut material, dan alhamdulillah hari ini, mulai sore hingga malam telah selesai kita sisip kembali jalan berlubang,” imbuhnya.

Kurdi menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat selama ini, telah menetapkan perencanaan pengaspalan jalan tersebut pada tahun 2024 mendatang.

Pengaspalan jalan itu, terkait penganggarannya sendiri, Pemkab setempat murni akan menggunakan Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA).

“Jalan yang rusak itu sepanjang 500 meter, dan akan kita atasi untuk mengaspal di tahun 2024 nanti. Mengenai besaran anggaran yang akan dialokasikan, yaitu sebesar Rp750 juta, melalui dinas PUPR,” jelasn dia.

Sebelumnya diberitakan, Akibat kerusakan jalan begitu parah di Jalan Daud Dariah II, Desa Ujong Baroeh, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat, membuat warga setempat kesal hingga berinisiatif menanam pohon pisang.

Salah satu warga Desa Ujong Baroeh, M Kapur AH, meluapkan kekesalannya bersama warga dengan cara menanam pohon pisang sebagai bentuk rasa protes atas ketidakpedulian pemerintah daerah terhadap infrastruktur jalan warga.

“Kondisi rusak jalan ini sudah terjadi tiga bulan lalu, rusak sepanjang 250 meter, berlubang dan digenangi air. Kami warga yang melihat kondisi ini geram hingga memilih untuk menanam pohon pisang,” kata M Kapur AH.***