Menu

Mode Gelap

Headline · 3 Jan 2022 WIB ·

FJL Aceh Nilai Distribusi Data Bencana di Aceh Belum Baik


					FJL Aceh Nilai Distribusi Data Bencana di Aceh Belum Baik Perbesar

BANDA ACEH – Forum Jurnalis Lingkungan (FJL) Aceh menilai distribusi data terkait bencana banjir di beberapa kabupaten saat ini belum baik. FJL Aceh menyarankan agar Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) memfungsikan pusat data informasi dengan maksimal.

Kepala Departemen Monitoring, Kampanye, dan Advokasi FJL Aceh Munandar Syamsuddin, melului siaran pers, Senin (3/1/2022) menuturkan BPBA sebagai pemangku data kebencanaan seharusnya memperbarui data bencana setiap hari sehingga media dapat memberitakan lebih akurat.

Baca Juga:  Jurnalis Aceh Dilatih Jurnalisme Data

“Memang tugas jurnalis meliput di lapangan, namun untuk kebutuhan data yang akurat harusnya didukung oleh instansi terkait, dalam hal ini pemangku data adalah BPBA,” kata Munandar.

Penyediaan data satu pintu, kata Munandar, sangat penting agar tidak ada perbedaan penyebutan data antarmedia. Misalnya, data jumlah desa yang tergenang, jumlah pengungsi, dan kondisi terkini mestinya diupdate secara berkala. Perbedaan penyebutan data akan membuat publik bibung.

Baca Juga:  Batu Bara Tumpah di Laut, FJL Aceh Desak Pemerintah Aceh Awasi Kinerja PT Mifa Bersaudara

“Misalnya data terbaru dirilis setiap pukul 16.00 sore. Setelah liputan kondisi lapangan, jurnalis bisa melengkapi dengan data yang akurat,” ujar Munandar.

Munandar mengatakan pada konteks era digital semestinya penyediaan data semakin mudah. Jika tidak bisa dikirimkan ke grup jurnalis, BPBA bisa menggunakan kanal youtube, instagram, atau akun media sosial lain nanti pada jam tertentu jurnalis bisa akses.

Munandar mengatakan penyediaan data berkala juga meringankan kerja-kerja Kepala BPBA sehingga tidak perlu melayani jurnalis satu per satu jika hanya ingin update data terkait banjir.

Baca Juga:  Ops Zebra Seulawah 2023 mulai hari ini Kapolres Aceh Selatan Pimpin Apel Gelar Pasukan

“Pemberitaan yang presisi penting agar tidak menyesatkan informasi bagi publik. Namun, untuk menyajikan data yang presisi perlu keterbukaan dari instansi terkait,” ujar Munandar.

Artikel ini telah dibaca 4 kali

KRUSIAL badge-check

Penulis

Anda dapat menyiarkan ulang, menulis ulang, dan atau menyalin konten ini dengan mencantumkan sumber Krusial.com dan Ikuti Berita Lainnya di Google News
Baca Lainnya

Tgk. Muhammad Ridho Agung Wisudawan Terbaik 2024 Universitas Paramadina

19 Juni 2024 - 11:49 WIB

Ribuan Warga Padati Acara Open House Idul Adha di Kediaman Haji Mirwan

19 Juni 2024 - 11:04 WIB

Mulai Hari Ini SIM Mati Bisa Diperpanjang Tak Perlu Bikin Baru

19 Juni 2024 - 07:13 WIB

Ada Enam Strategi Nasional Kemenkes Tanggulangi DBD di Indonesia

18 Juni 2024 - 15:09 WIB

Kemenkes: Waspada DBD di Musim Kemarau

18 Juni 2024 - 15:02 WIB

Mahmuddin Terpilih Sebagai Ketua HIMPASAY Yogyakarta

16 Juni 2024 - 11:34 WIB

Trending di News