Menu

Mode Gelap

Headline · 3 Mei 2022 WIB ·

Diduga Terkena Jerat, Satu Ekor Gajah Sumatera Ditemukan Mati di Aceh Timur


					Diduga Terkena Jerat, Satu Ekor Gajah Sumatera Ditemukan Mati di Aceh Timur Perbesar

ACEH TIMUR – Setelah kasus penemuan 3 ekor Harimau Sumatera yang mati terkena jerat, kini Polsek Serbajadi menemukan bangkai satu ekor Gajah jantan Sumatera yang mati di sebuah aliran sungai hutan produksi Desa Peunaron Lama, Kecamatan Peunaron, Kabupaten Aceh Timur pada Jum’at (30/4/2022) lalu.

Kapolsek Serbajadi Iptu Hendra Sukmana, S.H. menjelaskan, mulanya pada Jum’at (30/4/2022) tepatnya pukul 11.00 WIB, mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa ada bangkai satu ekor Gajah Sumatera di di aliran sungai Rabung Lima, Desa Peunaron.

Kapolsek Serbajadi bersama sejumlah anggota Polsek, Personel Koramil 01/PNR Peunaron serta petugas Forum Konservasi Leuser (FKL) bergerak menuju lokasi.

Baca Juga:  Polres Aceh Timur Tetapkan Dua Tersangka Pembunuh Tiga Ekor Harimau Sumatera

Lokasi yang sangat jauh memerlukan tenaga yang ekstra untuk anggota mencapai titik lokasi bangkai Gajah, hal ini dikarenakan tidak ada akses jalan sehingga anggota memilih untuk berjalan kaki dan memakan waktu hingga dua jam.

“Lokasinya cukup jauh dan medan yang sulit dilalui. Untuk menuju ke lokasi, hanya bisa ditempuh dengan menggunkan sepeda motor jenis trail dengan jarak tempuh lebih kurang dua jam, setelah itu dilanjutkan dengan jalan kaki, sampai di TKP sekira pukul 21.00 WIB,” ucapnya.

Baca Juga:  Anggota DPRA Fraksi PA Apresiasi Polres Aceh Timur Selidiki Kasus Penimbunan Minyak Curah

Setibanya dilokasi, ditemukan seekor satwa yang berbadan besar itu telah mati dan tergeletak di aliran sungai dengan tubuh yang sudah dihinggapi lalat dan pada kaki kiri ada bekas terkena tali jeratan. Kemudian petugas memutuskan untuk mendirikan tenda dan menginap semalam dilokasi temuan Gajah tersebut.

“Atas temuan tersebut, kami bersama tim memutuskan untuk menginap sekaligus mengamankan lokasi sambil menunggu tindakan selanjutnya,” jelasnya.

Jerat menjadi mesin pembunuh bagi satwa liar, terutama satwa liar di Kawasan Ekosistem Leuser (KEL), hal ini harus menjadi perhatian khusus bagi pemerintah untuk menindak para pelaku pemasang berat serta meningkatkan patroli hutan di Kawasan Ekosistem Leuser terutama kawasan hutan Aceh Timur.

Baca Juga:  Pererat Silaturahmi, SODARA Aceh Selatan Gelar Buka Puasa Bersama dan Santuni Anak Yatim

Dalam dua pekan ini didapatkan 2 kasus kematian satwa kunci Hutan Leuser yaitu 3 ekor Harimau Sumatera dan 1 ekor Gajah Sumatera.

Gajah Sumatera dan Harimau Sumatera masuk dalam satwa dilindungi menurut Undang-Undang No 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dan diatur dalam peraturan pemerintah, yaitu PP 7/1999 tentang Pengawetaan Jenis Tumbuhan dan Satwa. (*)

Artikel ini telah dibaca 31 kali

KRUSIAL badge-check

Penulis

Anda dapat menyiarkan ulang, menulis ulang, dan atau menyalin konten ini dengan mencantumkan sumber Krusial.com dan Ikuti Berita Lainnya di Google News
Baca Lainnya

Gerakan Sinergi Reforma Agraria, Kantor Pertanahan Kota Lhokseumawe Laksanakan Pelatihan Budidaya Udang Secara Tradisional

24 April 2024 - 15:32 WIB

Terkait Gift Voucher Rp50 Ribu, APH Diminta GeRAK Aceh Barat Panggil PT AJB dan DPRK

24 April 2024 - 13:30 WIB

Sejumlah Gampong di Kluet Selatan Lakukan Sosialisasi Pembentukan BMG

24 April 2024 - 13:05 WIB

FJL Aceh Kembali Buka Sekolah Jurnalis Lingkungan Batch III Tahun 2024

24 April 2024 - 09:21 WIB

Diduga Hauling Batu Bara PT AJB Terindikasi Persekongkolan dan Sogok

24 April 2024 - 09:07 WIB

Prabowo Akan Lakukan Komunikasi Politik Demi Koalisi Yang Kuat

24 April 2024 - 07:04 WIB

Trending di Nasional