Krusial.com — Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Aceh Barat melakukan verifikasi arah kiblat secara rutin, khususnya pada momen fenomena Rashdul Kiblat, saat posisi matahari tepat berada di atas Ka’bah. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan akurasi arah kiblat di berbagai masjid, mushalla, dan madrasah, sehingga umat Islam di wilayah tersebut dapat melaksanakan salat dengan benar sesuai syariat Islam.
Salah satu kegiatan verifikasi tersebut berlangsung di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Aceh Barat, Selasa (27/5/2025), di mana Kepala Kemenag Aceh Barat, H. Abrar Zym, turun langsung mendampingi para siswa melakukan pengukuran arah kiblat menggunakan benda tegak lurus. Menurut Abrar, fenomena Rashdul Kiblat atau Istiwa A’zam ini merupakan kesempatan langka yang diberikan oleh Allah SWT kepada umat Islam untuk secara langsung melihat arah kiblat tanpa bantuan alat modern.
“Hari ini, 27 Mei 2025, matahari tepat berada di atas Ka’bah. Maka siapa saja bisa menentukan arah kiblat cukup dengan menegakkan sebuah tiang di tempat yang datar, lalu lihat arah bayangannya, itulah arah kiblat yang akurat,” katanya jelas.
Ia menambahkan, edukasi ini tidak hanya menjadi bagian dari pembelajaran agama, tetapi juga pengenalan terhadap ilmu astronomi Islam. “Dengan metode ini, anak-anak kita bisa memahami bahwa penciptaan alam oleh Allah sangat luar biasa dan mengandung banyak Pelajaran,” ujarnya.
“Mereka juga belajar bahwa arah kiblat dapat ditentukan dengan teknologi, namun fenomena ini mengajarkan cara paling sederhana yang bersumber dari keagungan ciptaan Allah,” katanya.
Kementerian Agama RI sendiri telah mengimbau seluruh umat Islam di Indonesia untuk memanfaatkan momentum Rashdul Kiblat yang terjadi pada 27 pukul 16.16 WIB, untuk mengukur ulang arah kiblat masing-masing. Abrar juga mendorong masyarakat untuk melakukan verifikasi arah kiblat tidak hanya di sekolah atau madrasah, tetapi juga di rumah masing-masing pada waktu yang ditentukan.
Dengan langit yang cerah dan matahari bersinar tepat, masyarakat dapat menyempurnakan arah salatnya dengan panduan yang sangat sederhana, tanpa harus mengandalkan alat bantu modern. Inisiatif ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman keagamaan masyarakat sekaligus memperkuat praktik ibadah yang sesuai dengan tuntunan syariat.***
Tinggalkan Balasan