Krusial.com — Seorang remaja berusia 14 tahun di Kabupaten Aceh Barat diduga menjadi korban penculikan dan kekerasan oleh sekelompok orang. Korban yang merupakan siswa kelas III MTsN itu dilaporkan mengalami trauma setelah dibawa paksa, dianiaya, hingga mengalami sejumlah tindakan kekerasan fisik.

Kasus tersebut kini telah dilaporkan ke Polres Aceh Barat oleh orang tua korban dengan didampingi Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Keadilan Indonesia (YLBH-KI) perwakilan Aceh Barat. Laporan itu tercatat dengan nomor LP/B/258/X/2026/SPKT/POLRES ACEH BARAT/POLDA ACEH.

Perwakilan YLBH-KI Aceh Barat, Deni Setiawan, kepada Krusial, Jumat (30/10/2026) mengatakan, peristiwa tersebut terjadi pada 27 Oktober 2026 sekitar pukul 22.00 WIB di Desa Lapang, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat.

Berdasarkan keterangan korban yang disampaikan kepada pendamping, peristiwa bermula ketika dirinya dijemput paksa oleh sekelompok orang di Desa Suak Ribe. Korban kemudian dibawa ke Desa Lapang menggunakan kendaraan para pelaku yang diperkirakan berjumlah sekitar 10 orang.

Di lokasi tersebut, korban diduga mengalami penganiayaan. Bahkan, menurut pengakuan korban, rambutnya digunduli dan sejumlah bagian tubuhnya disulut menggunakan rokok.

Pasca kejadian, korban sempat dibawa keluarganya ke Banda Aceh karena mengalami trauma dan merasa tidak nyaman untuk kembali berada di Aceh Barat.

Deni menjelaskan, pihaknya kemudian menerima informasi dari kerabat keluarga korban mengenai peristiwa tersebut. Setelah berkomunikasi dengan keluarga, YLBH-KI menyarankan agar korban dibawa kembali ke Aceh Barat sehingga orang tuanya dapat menempuh jalur hukum.

“Setelah kerabat dari keluarga menemui pihak YLBH-KI perwakilan Aceh Barat dan menceritakan kejadian tersebut, kami menganjurkan agar korban yang sedang trauma dibawa pulang dari Banda Aceh ke Aceh Barat. Malam ini ayah korban kami dampingi membuat laporan di Polres Aceh Barat,” kata Deni.

Laporan polisi baru dibuat setelah korban kembali ke Meulaboh dari Banda Aceh. Pihak keluarga berharap kasus tersebut dapat diusut tuntas dan para pihak yang diduga terlibat dimintai pertanggungjawaban sesuai ketentuan hukum.

Hingga berita ini ditulis Krusial, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak kepolisian mengenai perkembangan penyelidikan maupun identitas orang-orang yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut. ***