Krusial.com — Pemerintah Kabupaten Aceh Barat mengklaim meningkatkan fasilitas RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh, mulai dari penambahan kapasitas tempat tidur hingga pengoperasian layanan kateterisasi jantung. Pemerintah daerah juga melanjutkan bantuan Rp1 juta bagi keluarga pasien rawat inap yang dirujuk ke Banda Aceh.

Bupati Aceh Barat Tarmizi SP mengatakan, kapasitas tempat tidur di instalasi gawat darurat (IGD) telah bertambah dari 13 menjadi 26 unit. Rumah sakit tersebut juga dilengkapi fasilitas CT Scan, tambahan ruang perawatan, serta peningkatan kapasitas layanan hemodialisis atau cuci darah dari 9 menjadi 19 tempat tidur.

“Layanan kateterisasi jantung yang sebelumnya tidak berfungsi kini sudah kita aktifkan dan beroperasi,” kata Tarmizi didampingi Wakil Bupati Said Fadheil dalam sambutannya pada pembukaan HUT ke-438 Kota Meulaboh, Sabtu (10/10/2026).

Menurut Tarmizi, pengoperasian layanan kateterisasi jantung di Meulaboh diharapkan dapat mengurangi kebutuhan pasien tertentu untuk mendapatkan penanganan di RSUD dr Zainal Abidin, Banda Aceh.

Selain menambah fasilitas medis, pemerintah daerah mengklaim telah menambah ambulans dan tenaga pendukung rumah sakit. Penataan jam kunjungan pada malam hari juga dilakukan agar pasien dapat beristirahat dengan lebih nyaman.

Di luar peningkatan fasilitas rumah sakit, Pemkab Aceh Barat mempertahankan program bantuan Rp1 juta bagi keluarga pasien rawat inap yang dirujuk ke Banda Aceh. Tarmizi menyebut sebanyak 1.734 pasien telah menerima bantuan tersebut sejak program dijalankan.

“Ini janji kami saat kampanye dulu. Bantuan untuk membantu keluarga pasien yang harus dirujuk ke Banda Aceh. Kita juga menyediakan rumah singgah, termasuk fasilitas tempat tinggal serta makan dan minum di sana,” ujar Tarmizi.

Pada sektor pendidikan, Pemkab Aceh Barat berencana memperbaiki mekanisme penempatan kepala sekolah melalui proses seleksi dengan mempertimbangkan persyaratan dan penilaian objektif.

Tarmizi menegaskan, pengisian jabatan tersebut tidak seharusnya ditentukan oleh kedekatan personal maupun lobi.

Pemerintah daerah juga mendorong peningkatan kemampuan matematika siswa melalui program GASING yang melibatkan Profesor Yohanes Surya. Selain itu, guru dayah direncanakan dilibatkan untuk mengajarkan materi fardu ain di sekolah dasar dan sekolah menengah pertama mulai 2027.

Tarmizi turut meminta sekolah membiasakan siswa mengaji sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai serta memperkuat pendidikan adab di lingkungan sekolah.

“Pembenahan kesehatan dan pendidikan ini kita dorong untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan memastikan masyarakat mendapatkan akses terhadap layanan dasar,” kata Tarmizi.

Berbagai program tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab Aceh Barat memperkuat pelayanan kesehatan dan pendidikan. Realisasi peningkatan fasilitas, keberlanjutan bantuan pasien rujukan, serta dampaknya bagi masyarakat tetap perlu dinilai berdasarkan data layanan dan capaian program di lapangan. ***