Oleh: Sastra Madani UIN AR-RANIRY Banda Aceh
Kondisi atau permasalahan kependudukan di Indonesia yang hingga saat ini belum seluruhnya terselesaikan salah satunya adalah stunting. Perlu dilakukan upaya yang tepat dan menyeluruh untuk mengatasi permasalahan stunting karena jika tidak segera ditangani dengan cara yang tepat maka akan terjadi peningkatan angka stunting yang signifikan dan tentunya akan mempengaruhi kualitas sumber daya manusia di Indonesia untuk ke depannya.
Pusat Data dan Informasi Kemenkes (2018) menyebutkan stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita (bayi di bawah umur lima tahun) akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. Tidak hanya di Indonesia saja bahkan masalah terkait stunting atau balita pendek ini juga menjadi salah satu masalah gizi yang dialami oleh balita di dunia hingga saat ini.
Peraturan bupati Aceh Tengah nomor 14 tahun 2018 tentang penurunan stunting menimbang bahwa kejadian stunting pada balita masih banyak terjadi di Kabupaten Aceh Tengah sehingga dapat menghambat upaya peningkatan kesehatan masyarakat dan pembangunan kualitas sumber daya manusia.
Salah satu data stunting di Puskesmas Silih Nara Kabupaten Aceh Tengah adalah; jumlah balita 0-59 bulan yang di ukur berjumlah 1.866 masih adanya anak balita kurang gizi mencapai 6,4% pada tahun 2021 oleh karena itu diperlukan upaya dan program untuk menurunkan angka stunting dan perlunya Analisis Penerapan Reformasi Administrasi Publik yang melibatkan area perubahan. Area perubahan reformasi administrasi ada 8 diantaranya :
- Organisasi
- Tata laksana
- Peraturan perundang-undangan
- Sumber daya manusia
- Pengawasan
- Akuntabilitas
- Pelayanan publik
- Minset dan culture set aparatur
Saya berharap karena masih banyaknya balita yang stunting perlu dilakukan program program yang bisa menurunkan angka stunting misalnya program pendekatan keluarga, Program ini dengan menjumpai langsung ke masyarakat untuk melihat kesehatan masyarakat melalui petugas puskesmas supaya angka stunting turun. Kemudahan dengan pemberian makanan tambahan untuk anak balita usia sekolah dasar, dan ibu hamil diberikan makanan tambahan seperti roti suplemen, bubur, penambah darah dan lain lain.
Tinggalkan Balasan