Krusial.com – Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala (USK), menyelenggarakan kuliah umum Agrotechnopreneurship bertema “Membangun Ekosistem Agrotechnopreneur Muda yang Inovatif, Berdaya Saing, dan Berbasis Syariah”.
Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung MPR Fakultas Pertanian USK, Selasa (3/11/2026), dan diikuti mahasiswa serta dosen di lingkungan fakultas tersebut.
Kuliah umum dibuka secara resmi oleh Ketua Program Studi Teknik Pertanian Fakultas Pertanian USK, Dr. Muhammad Idkham, S.TP., M.Si. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya menumbuhkan jiwa kewirausahaan di kalangan mahasiswa pertanian, terutama di tengah tantangan transformasi pertanian modern dan perkembangan ekonomi syariah.
Hadir sebagai narasumber utama, Sayuti Malik, S.P., M.Pd., praktisi kewirausahaan bidang pertanian sekaligus pengurus Perhimpunan Sarjana Pertanian Indonesia (PISPI) Aceh.
Dalam pemaparannya, Sayuti menjelaskan bahwa agrotechnopreneurship tidak hanya berfokus pada kegiatan budidaya pertanian, tetapi juga mencakup pembangunan rantai nilai (value chain) dari sektor hulu hingga hilir melalui inovasi teknologi, penguatan merek (branding), serta penerapan prinsip-prinsip syariah.
“Ekosistem agrotechnopreneur muda harus dibangun dengan tiga pilar: inovatif dalam produk dan teknologi, berdaya saing di pasar nasional dan global, serta berbasis syariah yang menjamin kehalalan, keberkahan, dan keberlanjutan,” ujar Sayuti Malik.
Ia juga membagikan pengalaman praktis dalam mengembangkan produk lokal Aceh, strategi pemasaran digital, pengurusan sertifikasi halal, hingga pentingnya kolaborasi antara akademisi, petani, dan pelaku usaha dalam membangun ekosistem kewirausahaan pertanian.
Diskusi berlangsung interaktif dengan dipandu moderator Dr. Muhammad Yasar, S.TP., M.Sc., dosen Program Studi Teknik Pertanian USK.
Sejumlah mahasiswa tampak antusias mengikuti diskusi dengan mengajukan pertanyaan seputar model bisnis pertanian, akses permodalan berbasis syariah, serta peluang pengembangan perusahaan rintisan (startup) di bidang teknologi pertanian atau agrotech di Aceh.
Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir generasi agrotechnopreneur muda USK yang tidak hanya unggul dalam kemampuan teknis, tetapi juga memiliki mental kewirausahaan yang kuat serta berpegang pada nilai-nilai syariah.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pembina Kemahasiswaan Program Studi Teknik Pertanian, Dr. Diswandi Nurba, S.TP., M.Si., serta Kepala Laboratorium Teknik Pascapanen, Dr. Raida Agustina, S.TP., M.Sc.***

Tinggalkan Balasan