Krusial.com — Persatuan Mahasiswa Aceh Tengah–Bener Meriah (PERMATA) menggelar kegiatan silaturahmi tahunan keluarga besar Brahrom PERMATA di kawasan Pantai Krueng Koeng, Aceh Besar, Minggu (18/10/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri pengurus, anggota, demisioner, pembina, serta keluarga besar PERMATA. Selain mempererat tali silaturahmi, kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat rasa kekeluargaan dan solidaritas antarmahasiswa asal Aceh Tengah dan Bener Meriah yang sedang menempuh pendidikan di perantauan.
Acara diawali dengan sambutan Ketua Umum PERMATA, Aula Eswin, yang menyampaikan ucapan selamat datang kepada anggota baru. Ia berharap mahasiswa yang baru bergabung dapat mengenal lebih dekat keluarga besar PERMATA, membangun hubungan yang baik dengan sesama anggota, serta berpartisipasi aktif dalam berbagai kegiatan organisasi.
“Saya berharap dengan bergabungnya kawan-kawan mahasiswa baru di PERMATA, kawan-kawan dapat menumbuhkan rasa kepedulian dan cinta terhadap PERMATA. Saya juga berharap PERMATA dapat menjadi wadah dan tempat untuk berproses demi mencapai kesuksesan ke depannya,” ujar Aula.
Ia menutup sambutannya dengan pesan yang menjadi penegasan komitmen anggota terhadap organisasi.
“Menjadi PERMATA adalah pilihan, merawat dan menjaganya adalah sebuah kewajiban,” tegasnya.
Selanjutnya, Misran, M.Ag., turut memberikan sambutan sekaligus menyambut kehadiran anggota baru. Ia berharap mahasiswa baru dapat memanfaatkan organisasi sebagai ruang untuk belajar, mengembangkan potensi, dan membangun hubungan kekeluargaan.
Sementara itu, Prof. Dr. Ali Abu Bakar, M.Ag., dalam sambutannya menekankan pentingnya menjaga silaturahmi, mempererat kekeluargaan, serta memperkokoh solidaritas mahasiswa perantauan dari Tanah Gayo.
Menurutnya, kebersamaan dan hubungan baik merupakan fondasi penting yang harus terus dipelihara oleh seluruh keluarga besar PERMATA.
Tepung Tawar, Merawat Tradisi dan Nilai Budaya Gayo
Setelah rangkaian sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan prosesi tepung tawar yang merupakan bagian dari tradisi masyarakat Gayo.
Prosesi tersebut menggunakan sejumlah tumbuhan pilihan serta nasi pulut yang memiliki makna simbolis dalam adat setempat. Tepung tawar menjadi ungkapan doa dan harapan agar seseorang senantiasa memperoleh ketenangan, kesejukan hati, serta kebaikan dalam menjalani kehidupan.
Bagi mahasiswa, prosesi tersebut juga menjadi pengingat untuk meluruskan niat dalam menempuh pendidikan, bersungguh-sungguh menjalani perkuliahan, dan tetap berpegang pada tujuan utama, yakni menuntut ilmu serta meraih cita-cita.
Melalui pelestarian tradisi tersebut, Brahrom PERMATA tidak hanya menjadi ajang berkumpul, tetapi juga ruang untuk menjaga identitas dan nilai budaya Gayo di kalangan mahasiswa perantauan.
Demisioner Ingatkan Pentingnya Organisasi bagi Mahasiswa
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi berbagi pengalaman bersama demisioner PERMATA, Zikri Yanda. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan pandangannya mengenai peran organisasi dalam membentuk karakter dan kemampuan mahasiswa.
Menurutnya, organisasi memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman, pengetahuan, dan keterampilan yang tidak selalu didapatkan di ruang perkuliahan.
Ia menegaskan bahwa aktivitas organisasi harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab akademik.
“Kuliah nomor satu, akan tetapi organisasi bukan nomor dua,” ujarnya.
Pesan tersebut mengingatkan mahasiswa agar tetap menjadikan pendidikan sebagai prioritas sekaligus memanfaatkan organisasi sebagai sarana untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, kepemimpinan, kerja sama, dan kepedulian sosial.
Melalui kegiatan Brahrom PERMATA 2026, seluruh anggota, khususnya mahasiswa baru, diharapkan semakin mengenal keluarga besar organisasi, memperkuat solidaritas, dan menjaga kelestarian adat serta budaya Gayo.
Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum untuk membangun kebersamaan dan memperkuat komitmen seluruh anggota dalam memajukan PERMATA sebagai wadah pengembangan diri mahasiswa Aceh Tengah dan Bener Meriah di perantauan.***

Tinggalkan Balasan