Krusial.com – Warga masih mempertanyakan peristiwa meninggalnya seorang balita di Puskesmas Meukek, Aceh Selatan, tidak hanya soal penyebab kematian, tetapi juga sikap dokter yang menangani pasien karena diketahui bepergian ke Banda Aceh saat keluarga korban masih meminta penjelasan. Kasus ini menambah sorotan publik terhadap layanan kesehatan di puskesmas tersebut.​

Tokoh muda Aceh Selatan, Al-Rijal, menilai langkah dokter yang meninggalkan puskesmas di tengah situasi sensitif itu tidak pantas dan memicu kecurigaan masyarakat. “Masalahnya bukan dokter pergi atau tidak, tapi perginya di saat keluarga masih bertanya dan belum terima. Ini wajar kalau masyarakat jadi bertanya-tanya,” ujarnya, Kamis (8/1/2026). Ia menegaskan, ketika menyangkut nyawa anak kecil, seharusnya dokter tetap berada di tempat hingga seluruh penjelasan medis disampaikan dan keluarga benar-benar memahami kondisinya.​

Menurut Al-Rijal, meski secara administrasi dokter disebut sedang lepas jaga, tanggung jawab moral dan profesional tidak otomatis selesai. Ia menyoroti pentingnya komunikasi yang transparan kepada keluarga, terutama saat pasien meninggal dunia. Ia juga mempertanyakan apakah keberangkatan dokter ke Banda Aceh sudah melalui izin resmi kepada kepala puskesmas maupun Dinas Kesehatan Aceh Selatan, karena hingga kini belum ada penjelasan terbuka kepada publik.​

Selain soal keberangkatan dokter, Al-Rijal juga menyoroti alasan balita tersebut tidak segera dirujuk ke rumah sakit, padahal keluarga menuturkan kondisi anak semakin lemah sebelum dinyatakan meninggal. “Kalau puskesmas tidak sanggup, harusnya dirujuk ke rumah sakit. Jangan ditahan. Nyawa anak ini taruhannya,” tegasnya. Ia menilai sikap ini memperdalam luka keluarga dan menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan tingkat pertama di daerah itu.​

Atas dasar itu, Al-Rijal meminta Dinas Kesehatan Aceh Selatan dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) untuk turun tangan memeriksa kasus ini secara terbuka, mulai dari prosedur penanganan medis, keputusan tidak merujuk pasien, hingga alasan dokter meninggalkan tugas saat keluarga masih membutuhkan klarifikasi. “Ini bukan untuk mencari siapa yang salah, tapi supaya kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Jangan sampai rakyat kecil terus jadi korban,” pungkasnya.​

Sementara itu, pihak Puskesmas Meukek menyampaikan bahwa dokter Cut Herfiza berangkat ke Banda Aceh dalam kondisi lepas jaga dan kini telah kembali serta aktif bertugas. Hingga berita ini diturunkan, Dinas Kesehatan Aceh Selatan belum memberikan keterangan resmi terkait prosedur dan izin keberangkatan dokter tersebut. Upaya konfirmasi redaksi kepada Sekretaris Dinas Kesehatan melalui panggilan WhatsApp juga belum mendapat respons, meski sambungan telepon sempat berdering.***