Krusial | Surabaya — Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur – Bali memastikan Jembatan Suramadu tidak akan kembali berbayar. Bahkan penerangan jembatan terpanjang se-Indonesia sudah dalam kondisi menyala.

Kepala Satker Preservasi Jalan Bebas Hambatan Jembatan Suramadu Suparyanto menuturkan, hingga saat ini pihaknya belum mendengar info dari pusat terkait rencana kembali berbayar.

“Kalau ada yang usul dikembalikan berbayar memang pernah dengar. Tapi sepertinya saya kok belum ada info dari pusat. Kalaupun misal diberlakukan kembali berbayar, pastinya harus melalui kajian yang cukup panjang dengan Kementerian Perhubungan,” jelasnya kepada krusial Surabaya, Kamis (3/4/2025).

Suparyanto juga menjelaskan terkait penerangan di jembatan Suramadu yang dikeluhkan masyarakat, saat ini sudah menyala.

“Sejak 24 Maret kemarin, kami sudah melakukan perbaikan. Namun memang penerangan yang di arah Madura masih ada yang belum nyala. Akan tetapi untuk kondisi jalan, kami pastikan sudah dilakukan perbaikan,” terangnya.

Terkait benang layangan di Jembatan Suramadu, Suparyanto mengatakan, pihaknya hampir setiap hari melakukan pengecekan.

“Kalau masih ada, segera kita bersihkan,” katanya.

Sebelumnya, Anggota DPRD Jawa Timur Nurul Huda mengusulkan agar Jembatan Suramadu kembali berbayar. Usulan ini menanggapi keresahan masyarakat akibat meningkatnya aksi kriminal yang meresahkan warga.

Kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) hingga dugaan pembegalan dengan modus benang layangan membuat masyarakat semakin waspada saat melintas di jembatan yang menghubungkan Surabaya dan Madura ini.

Menurut Huda, kebijakan Jembatan Suramadu berbayar ini tidak hanya bisa membantu mengurangi angka kriminalitas, tetapi juga dapat digunakan untuk perbaikan infrastruktur yang rusak. (Prayitno)